Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ benar-benar melihat Malaikat Jibril dalam wujud aslinya yang agung, memiliki enam ratus sayap. Peristiwa ini terjadi ketika Jibril turun membawa wahyu dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Najm ayat 9-10. Hadits ini menegaskan bahwa penglihatan tersebut adalah penglihatan mata kepala (bukan mimpi) dan merupakan salah satu mukjizat besar yang Allah berikan kepada Nabi-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. An-Najm [53]: 9-10
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ ﴿٩﴾ فَأَوْحَىٰ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ ﴿١٠﴾
Terjemahan: "Maka jadilah dia (Jibril) dekat (pada Muhammad) sejarak dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu dia (Jibril) menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah kepadanya."
2. Hadits Shahih:
Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari no. 4857, dari jalur Asy-Syaibani, dari Zirr, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad ﷺ melihat Jibril dengan enam ratus sayap.
3. Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj, ketika Jibril mendekat kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam bentuk aslinya. Beliau menukil perkataan Abdullah bin Mas'ud bahwa Nabi ﷺ melihat Jibril memiliki enam ratus sayap.
Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam Kitab Tafsir, Bab "Perkataan-Nya: Fakaana Qaaba Qausaini Au Adna", menunjukkan bahwa hadits ini menjadi penjelasan (tafsir) langsung dari sahabat tentang makna ayat tersebut.
Penjelasan Rinci
A. Makna Ayat dan Hadits
Ayat ini berbicara tentang kedekatan Jibril dengan Nabi Muhammad ﷺ saat menyampaikan wahyu. Kata "qāba qausain" (قَابَ قَوْسَيْنِ) berarti jarak dua busur panah, yaitu ukuran kedekatan yang sangat dekat. Ini menunjukkan betapa agungnya pertemuan antara Nabi dengan malaikat Jibril.
Hadits ini memberikan penjelasan visual tentang wujud Jibril yang dilihat oleh Nabi ﷺ. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang sangat dekat dengan Nabi, menegaskan bahwa Nabi benar-benar melihat Jibril dengan enam ratus sayap. Ini bukan sekadar kiasan, melainkan penglihatan nyata.
B. Pandangan Ulama tentang Penglihatan Ini
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ melihat Jibril dalam bentuk aslinya sebanyak dua kali: pertama di bumi (sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Najm), dan kedua di langit saat Isra' Mi'raj. Penglihatan ini adalah penglihatan mata kepala, bukan mimpi.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa para sahabat sepakat bahwa Nabi Muhammad ﷺ melihat Jibril dalam wujud aslinya. Ini adalah keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya secara umum.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa jumlah sayap yang disebutkan (enam ratus) menunjukkan kebesaran dan kekuatan malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu. Ini juga mengajarkan kita tentang keagungan ciptaan Allah yang tidak terbatas.
C. Pelajaran dari Hadits
- Kebenaran Wahyu: Hadits ini menegaskan bahwa Al-Qur'an benar-benar berasal dari Allah melalui Jibril yang agung.
- Kedekatan Nabi dengan Allah: Peristiwa ini menunjukkan kedudukan tinggi Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.
- Keagungan Malaikat: Malaikat adalah makhluk Allah yang sangat besar dan kuat, namun tetap tunduk kepada perintah-Nya.
- Pentingnya Tafsir Sahabat: Penjelasan Abdullah bin Mas'ud menjadi rujukan utama dalam memahami ayat-ayat yang sulit.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ melihat Jibril dalam bentuk aslinya, dan Jibril memiliki enam ratus sayap. Setiap sayap menutupi ufuk langit. Dari sayap-sayap itu berjatuhan mutiara dan yaqut (permata) sebagai cahaya."
Kisah ini menunjukkan betapa agungnya malaikat Jibril. Namun, meskipun demikian, Jibril tetap menjadi hamba yang taat dan tidak pernah membangkang kepada Allah. Ini mengajarkan kita bahwa meskipun seseorang memiliki kelebihan atau kedudukan tinggi, tetap harus rendah hati dan taat kepada Allah.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan juga dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Jibril datang kepadaku dengan wajah yang sangat tampan, dan aku melihatnya dalam bentuk yang Allah ciptakan dia." (HR. Bukhari secara mu'allaq)
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang disampaikan melalui malaikat Jibril yang agung.
- Renungkan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya, termasuk malaikat yang memiliki kemampuan luar biasa.
- Jadikan kisah ini sebagai motivasi untuk semakin mencintai Nabi Muhammad ﷺ dan mengikuti ajarannya.
- Jangan meremehkan hal-hal ghaib karena akal manusia terbatas, sedangkan kekuasaan Allah tidak terbatas.
- Pelajari tafsir Al-Qur'an dari para sahabat karena mereka adalah generasi terbaik yang memahami wahyu secara langsung.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.