Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan seorang sahabat yang membaca Al-Qur'an di malam hari, lalu kudanya yang terikat tiba-tiba gelisah dan melompat-lompat tanpa sebab yang terlihat. Ketika hal itu diadukan kepada Nabi ﷺ, beliau menjelaskan bahwa yang membuat kuda itu gelisah adalah as-sakinah (ketenangan) yang turun bersama bacaan Al-Qur'an. Pelajarannya: Al-Qur'an mendatangkan ketenangan dan keberkahan yang bahkan bisa dirasakan oleh makhluk di sekitarnya, dan kita dianjurkan memperbanyak tilawah dengan hati yang hadir.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang menjadi judul bab (QS. Al-Fath [48]: 4):
وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Terjemahan ringkas: "Dialah yang telah menurunkan ketenangan (as-sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, bab "Huwa alladzi anzala as-sakinata...", dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib رضي الله عنه. Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Kitab Fadha'il Al-Qur'an, dan Muslim meriwayatkannya dalam Kitab Shalat Musafirin (hadits serupa dari Al-Bara' dan Abu Hurairah). Ibnu Hajar al-Asqalani membahasnya dalam Fathul Bari, dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.
Penjelasan Rinci
Makna kata "as-sakinah".
Para ulama dari daftar menjelaskan bahwa as-sakinah adalah ketenangan, ketenteraman, dan rahmat yang Allah turunkan ke dalam hati. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa as-sakinah adalah thuma'ninah (ketenangan) dan waqar (keteduhan) yang Allah karuniakan kepada hati orang beriman, sehingga hati menjadi tenang dan mantap. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menerangkan bahwa as-sakinah adalah salah satu buah iman dan dzikir; hati yang dekat dengan Al-Qur'an akan memperoleh ketenangan yang tidak didapat dari selainnya.
Makna hadits secara keseluruhan.
Seorang sahabat membaca Al-Qur'an di malam hari. Kuda yang terikat di rumahnya gelisah dan melompat-lompat. Ia keluar memeriksa, tidak melihat apa pun, tetapi kuda itu tetap gelisah. Paginya ia menceritakan kepada Nabi ﷺ, dan beliau bersabda: "Tilka as-sakinatu tanazzalat bil-Qur'an" — "Itu adalah as-sakinah yang turun bersama (karena) Al-Qur'an."
Bagaimana ulama memahami hadits ini:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur'an, khususnya di malam hari, dan bahwa bacaan Al-Qur'an mendatangkan as-sakinah yang keberadaannya bisa dirasakan bahkan oleh makhluk lain. Beliau juga menyebut bahwa para malaikat turun mendekat ketika Al-Qur'an dibaca, dan kehadiran mereka itulah yang membuat kuda merasa gelisah karena kuda dapat merasakan apa yang tidak dilihat manusia.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa as-sakinah adalah makhluk yang nyata (bukan sekadar perasaan), yang Allah turunkan sebagai bentuk rahmat dan keberkahan bagi orang yang membaca Al-Qur'an. Beliau juga menyebutkan bahwa hadits ini memotivasi untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tadabbur.
- Ibnu Katsir dalam tafsir QS. Al-Fath [48]: 4 menegaskan bahwa as-sakinah adalah karunia Allah khusus bagi orang mukmin, dan hadits Al-Bara' ini menjadi salah satu bukti nyata dari ayat tersebut.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an di waktu malam memiliki keistimewaan tersendiri, karena suasana malam lebih khusyuk dan lebih dekat kepada turunnya rahmat serta as-sakinah.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:
Sebagian ulama (seperti Ibnu Hajar) menekankan bahwa yang dirasakan kuda adalah kehadiran malaikat yang turun bersama as-sakinah. Sebagian lain (seperti Ibnu Katsir) menekankan bahwa as-sakinah itu sendiri adalah makhluk yang Allah turunkan. Kedua penjelasan ini tidak bertentangan, karena malaikat turun membawa rahmat dan ketenangan. Yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa as-sakinah adalah karunia Allah yang nyata, turun bersama bacaan Al-Qur'an, dan keberadaannya bisa dirasakan oleh makhluk di sekitar pembaca.
Catatan penting: Hadits ini tidak menunjukkan bahwa kuda "takut" kepada Al-Qur'an, melainkan menunjukkan bahwa as-sakinah yang turun itu adalah sesuatu yang agung, sehingga makhluk yang peka (seperti kuda) merasakan kehadirannya. Ini juga menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan bacaan biasa, tetapi kalam Allah yang membawa keberkahan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Usaid bin Hudhair رضي الله عنه, salah seorang sahabat Nabi ﷺ, pernah membaca Surah Al-Baqarah di malam hari, sementara kudanya terikat di dekatnya. Tiba-tiba kuda itu melompat-lompat, lalu ia berhenti membaca dan kuda itu pun tenang. Ketika ia membaca lagi, kuda itu gelisah lagi. Ia melihat ke langit dan melihat sesuatu seperti naungan awan yang di dalamnya ada cahaya. Paginya ia menceritakan kepada Nabi ﷺ, dan beliau bersabda bahwa itu adalah para malaikat yang turun mendengarkan bacaan Al-Qur'an (diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dan disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari serta an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim).
Hikmah: Al-Qur'an yang dibaca dengan ikhlas dan khusyuk akan mendatangkan as-sakinah dan kehadiran malaikat. Bahkan hewan yang tidak berakal bisa merasakan keberkahan itu, apalagi hati manusia yang beriman.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak tilawah Al-Qur'an, terutama di waktu malam, karena saat itu as-sakinah lebih mudah turun.
- Bacalah dengan tartil dan tadabbur, bukan hanya sekadar melafalkan, agar hati memperoleh ketenangan.
- Yakinlah bahwa Al-Qur'an adalah sumber ketenangan di tengah kegelisahan hidup; hati yang dekat dengan Al-Qur'an akan tenang.
- Jaga adab saat membaca Al-Qur'an, karena malaikat turun mendengarkan dan as-sakinah menyertai bacaan tersebut.
- Jangan menganggap remeh bacaan Al-Qur'an di rumah, karena rumah yang dihidupkan dengan Al-Qur'an akan dipenuhi keberkahan dan ketenangan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.