Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4835 tentang Bacaan Nabi yang merdu saat pembebasan Mekkah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan momen bersejarah saat Rasulullah ﷺ membaca Surat Al-Fath pada hari penaklukan Mekkah. Beliau membacanya dengan bacaan yang sangat indah, merdu, dan penuh penghayatan, hingga membuat para sahabat terpukau. Hadits ini mengajarkan kita tentang keutamaan membaca Al-Qur'an dengan tartil, merdu, dan penuh kekhusyukan, serta bagaimana momen kemenangan diisi dengan syukur dan ibadah, bukan dengan kesombongan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab tentang firman Allah "Inna fatahna laka fathan mubina" (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-Fath ayat 1:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." (QS. Al-Fath [48]: 1)

Ayat ini turun sebagai kabar gembira atas perjanjian Hudaibiyah yang merupakan pembuka kemenangan besar bagi umat Islam, yang kemudian berujung pada penaklukan Mekkah.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan salaf, seperti Al-Hasan Al-Bashri dan Qatadah, menjelaskan bahwa kemenangan yang dimaksud dalam ayat ini adalah pembukaan kota Mekkah. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menukil pendapat-pendapat tersebut dan menguatkannya. Adapun tentang bacaan Nabi ﷺ yang merdu, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa "tarji'" dalam bacaan adalah menggetarkan suara dengan bacaan yang indah dan penuh penghayatan, sebagaimana yang dilakukan oleh para qari' yang baik.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Tarji'" dalam Bacaan

Kata "فَرَجَّعَ" (farajja'a) dalam hadits ini memiliki makna yang dijelaskan oleh para ulama. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "tarji'" adalah mengulang-ulang suara dalam bacaan, atau membuat suara bergetar dan bergelombang dengan indah. Ini adalah bentuk bacaan yang penuh dengan perasaan dan penghayatan, bukan sekadar membaca datar tanpa jiwa.

2. Bacaan Nabi ﷺ pada Hari Kemenangan

Ini adalah momen yang sangat agung. Hari penaklukan Mekkah adalah hari kemenangan terbesar bagi umat Islam. Namun, Rasulullah ﷺ tidak mengisinya dengan pesta pora atau kesombongan. Beliau justru membaca Al-Qur'an dengan penuh kekhusyukan dan keindahan. Ini mengajarkan kita bahwa kemenangan sejati adalah ketika kita semakin dekat kepada Allah ﷻ, bukan semakin jauh dari-Nya.

3. Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Merdu

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ

"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan (membaca dengan merdu) Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah memperindah suara dan bacaan Al-Qur'an dengan penuh penghayatan, selama tidak keluar dari kaidah tajwid.

4. Penghayatan Para Sahabat

Mu'awiyah bin Qurrah, seorang tabi'in yang meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin Mughaffal, berkata bahwa seandainya dia bisa meniru bacaan Nabi ﷺ, dia akan melakukannya. Ini menunjukkan betapa indah dan mengharukannya bacaan beliau, hingga para sahabat dan tabi'in sangat terkesan.

Story Telling

Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani adalah seorang sahabat yang ikut serta dalam Bai'atur Ridwan dan banyak meriwayatkan hadits. Suatu hari, beliau menceritakan momen yang tak terlupakan itu:

"Pada hari penaklukan Mekkah, Rasulullah ﷺ membaca Surat Al-Fath. Beliau membacanya dengan suara yang sangat indah dan penuh penghayatan, hingga membuat kami semua terpukau. Suaranya bergetar, naik turun dengan merdu, seakan-akan setiap ayat yang beliau baca menyentuh hati kami."

Mu'awiyah bin Qurrah, yang mendengar cerita ini dari Abdullah bin Mughaffal, berkata, "Seandainya aku bisa menirukan bacaan Nabi ﷺ untuk kalian, pasti akan aku lakukan." Namun, beliau merasa tidak mampu meniru keindahan bacaan tersebut.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa bacaan Al-Qur'an yang baik dan merdu memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap hati. Ia mampu membangkitkan rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah ﷻ.

Kesimpulan Praktis

  1. Perindah bacaan Al-Qur'an dengan suara yang merdu dan penghayatan yang mendalam, selama tidak keluar dari kaidah tajwid.
  2. Isi momen kemenangan dan kebahagiaan dengan ibadah, bukan dengan hal-hal yang melalaikan. Sebagaimana Nabi ﷺ mengisi hari penaklukan Mekkah dengan membaca Al-Qur'an.
  3. Jadikan Al-Qur'an sebagai teman dalam setiap keadaan, baik suka maupun duka, menang maupun kalah.
  4. Pelajari dan amalkan isi Surat Al-Fath, yang berbicara tentang kemenangan, ketenangan hati, dan janji Allah ﷻ kepada orang-orang yang beriman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.