Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4820 tentang Lima tanda kiamat yang telah terjadi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa lima tanda besar yang disebut dalam Al-Qur'an telah terjadi di masa Nabi ﷺ, yaitu: asap (ad-Dukhan), kekalahan Romawi (ar-Rum), terbelahnya bulan (al-Qamar), hukuman keras di Badar (al-Bathsyah), dan al-Lizam (hukuman yang menetap). Ini menunjukkan bahwa sebagian tanda kiamat sudah terjadi, dan menjadi dalil bahwa Al-Qur'an benar serta kenabian Muhammad ﷺ terbukti.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

Firman Allah tentang asap:

يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ

(QS. Ad-Dukhan [44]: 10)

Terjemah: "Pada hari ketika langit membawa asap yang nyata."

Firman Allah tentang kekalahan Romawi:

الم ۞ غُلِبَتِ الرُّومُ ۞ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

(QS. Ar-Rum [30]: 1-3)

Terjemah: "Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang."

Firman Allah tentang terbelahnya bulan:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

(QS. Al-Qamar [54]: 1)

Terjemah: "Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan."

Firman Allah tentang al-Bathsyah:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ ۞ يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

(QS. Ad-Dukhan [44]: 10-11)

Terjemah: "Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih."

Firman Allah tentang al-Lizam:

يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَى إِنَّا مُنْتَقِمُونَ

(QS. Ad-Dukhan [44]: 16)

Terjemah: "Pada hari ketika Kami menghukum dengan hukuman yang besar, sesungguhnya Kami akan menyiksa."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Tafsir, Bab "يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ", dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu menyatakan bahwa lima perkara yang disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai tanda-tanda kiamat telah terjadi di masa beliau. Ini bukan berarti kiamat sudah terjadi, tetapi tanda-tanda kecil dan sebagian tanda besar sudah muncul sebagai bukti kebenaran wahyu.

Penjelasan para ulama:

  1. Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam Kitab Tafsir, menunjukkan bahwa hadits ini berkaitan erat dengan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an tentang tanda-tanda kiamat.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "lima hal telah berlalu" adalah:
  • Ad-Dukhan (asap): Menurut Ibnu Mas'ud, ini adalah asap yang muncul di Mekah sebelum hijrah, ketika orang-orang Quraisy mengalami kelaparan hebat sehingga mereka melihat asap di langit karena sangat lapar. Ibnu Katsir juga menyebutkan pendapat ini dalam Tafsir-nya.
  • Ar-Rum (Romawi): Kekalahan Romawi oleh Persia, kemudian kemenangan Romawi atas Persia, sebagaimana disebut dalam awal surah Ar-Rum.
  • Al-Qamar (bulan): Terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi ﷺ di Mekah, sebagaimana disebut dalam surah Al-Qamar.
  • Al-Bathsyah: Hukuman keras yang menimpa orang-orang kafir Quraisy dalam Perang Badar.
  • Al-Lizam: Hukuman yang menetap, yaitu azab yang menimpa mereka di Badar atau kelaparan yang menetap.
  1. Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berpendapat bahwa ad-Dukhan, al-Bathsyah, dan al-Lizam telah terjadi. Namun, sebagian ulama lain seperti Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berpendapat bahwa ad-Dukhan masih akan datang di akhir zaman sebagai tanda kiamat besar.
  2. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa perbedaan pendapat ini adalah perbedaan dalam penafsiran, dan keduanya memiliki dalil. Pendapat Ibnu Mas'ud lebih menekankan bahwa tanda-tanda tersebut sudah terjadi sebagai peringatan, sedangkan pendapat yang lain menekankan bahwa sebagian tanda besar masih akan datang.
  3. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menjelaskan bahwa ayat-ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam mengazab orang-orang yang mendustakan, dan bahwa tanda-tanda kiamat adalah peringatan bagi manusia agar bertaubat.

Perbedaan pendapat:

Perbedaan utama adalah apakah ad-Dukhan (asap) sudah terjadi atau masih akan datang. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berpendapat sudah terjadi, sementara Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berpendapat masih akan datang. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah pendapat Ibnu Mas'ud, karena beliau adalah saksi langsung dan hadits ini shahih dari beliau. Namun, sebagian ulama menggabungkan kedua pendapat: ad-Dukhan yang kecil telah terjadi, dan ad-Dukhan yang besar masih akan datang.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ berdakwah di Mekah, orang-orang Quraisy menentang beliau dengan keras. Mereka mendustakan Al-Qur'an dan menyakiti para sahabat. Maka Allah menurunkan azab berupa kelaparan hebat selama beberapa tahun, sehingga mereka memakan bangkai dan tulang. Karena sangat lapar, mereka melihat seperti ada asap di antara langit dan bumi. Inilah yang disebut ad-Dukhan dalam surah Ad-Dukhan. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu menyaksikan peristiwa ini dan menyatakan bahwa itu adalah salah satu dari lima tanda yang telah berlalu.

Kemudian, ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, terjadilah Perang Badar. Di sana, Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dan menghukum orang-orang kafir dengan hukuman yang keras. Ini adalah al-Bathsyah dan al-Lizam. Dan sebelumnya, di Mekah, Nabi ﷺ pernah membelah bulan sebagai mukjizat ketika orang-orang Quraisy meminta bukti kenabian. Ini adalah al-Qamar.

Semua peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah benar-benar utusan Allah. (Sumber: Shahih Al-Bukhari, Tafsir Ibnu Katsir, Fathul Bari)

Kesimpulan Praktis

  1. Percaya pada tanda-tanda kiamat: Sebagai muslim, kita wajib mempercayai bahwa kiamat pasti datang dan tanda-tandanya sudah mulai muncul.
  2. Mengambil pelajaran: Peristiwa-peristiwa ini adalah peringatan bagi kita agar tidak mendustakan Rasulullah ﷺ dan agar segera bertaubat.
  3. Meningkatkan iman: Melihat bagaimana Allah menolong kaum muslimin di Badar dan menghukum orang-orang kafir, kita harus yakin bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang beriman.
  4. Mempersiapkan diri: Karena kiamat semakin dekat, kita harus memperbanyak amal saleh, memperbaiki ibadah, dan menjauhi maksiat.
  5. Mengikuti pemahaman ulama: Dalam memahami ayat dan hadits, kita harus merujuk kepada para ulama yang terpercaya, seperti Ibnu Katsir, Ibnu Hajar, dan lainnya, agar tidak salah dalam menafsirkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi