Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan peristiwa paling berat yang dialami Nabi ﷺ di tangan orang-orang musyrik, yaitu ketika 'Uqbah bin Abi Mu'ith mencekik beliau dengan kain sambil melilitkannya di leher beliau saat sedang shalat di dekat Ka'bah. Kemudian Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu datang membela dan mendorong 'Uqbah sambil membacakan firman Allah QS. Ghafir ayat 28. Hadits ini menunjukkan keberanian Abu Bakar dalam membela Rasulullah ﷺ, serta kesabaran Nabi ﷺ dalam menghadapi gangguan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيْمَانَهٗٓ اَتَقْتُلُوْنَ رَجُلًا اَنْ يَّقُوْلَ رَبِّيَ اللّٰهُ وَقَدْ جَاۤءَكُمْ بِالْبَيِّنٰتِ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ
"Dan seorang laki-laki yang beriman di antara keluarga Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata, 'Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia berkata: Tuhanku adalah Allah, padahal sungguh dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti (mukjizat) dari Tuhanmu?'" (QS. Ghafir [40]: 28)
Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Surah Al-Mu'min, no. 4815, dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma.
Kaitan dengan Ulama:
Imam Al-Awza'i (salah satu perawi dalam sanad hadits ini) adalah ulama besar tabi'in yang dikenal dengan keilmuan dan kezuhudannya. Beliau meriwayatkan hadits ini dari Yahya bin Abi Katsir, yang menunjukkan perhatian para ulama salaf dalam menjaga dan menyampaikan sunnah Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menggambarkan puncak kekejaman orang-orang Quraisy terhadap Nabi ﷺ. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa gangguan yang dialami para nabi adalah ujian terbesar, dan Nabi kita ﷺ adalah manusia yang paling berat ujiannya karena kedudukan beliau yang paling tinggi di sisi Allah.
Peristiwa ini terjadi sebelum hijrah, ketika Nabi ﷺ sedang shalat di halaman Ka'bah (fina' al-Ka'bah). 'Uqbah bin Abi Mu'ith—salah satu musuh terbesar Islam—datang dengan penuh kebencian, lalu melilitkan kainnya di leher Nabi ﷺ dan mencekik beliau dengan sangat keras. Ini adalah bentuk kekerasan fisik yang sangat biadab terhadap seorang manusia yang sedang beribadah kepada Tuhannya.
Yang menarik, dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq datang dengan cepat, mendorong 'Uqbah, dan membacakan ayat QS. Ghafir: 28. Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Abu Bakar menggunakan ayat ini sebagai bantahan dan peringatan kepada orang-orang musyrik, bahwa membunuh seseorang hanya karena ia mengatakan "Tuhanku adalah Allah" adalah kezaliman yang sangat besar.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini juga mengandung pelajaran tentang keberanian dalam membela kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan orang-orang yang kuat dan kejam. Abu Bakar tidak takut, karena ia yakin Allah bersamanya.
Peristiwa ini juga menunjukkan kesabaran Nabi ﷺ yang luar biasa. Beliau tidak membalas atau marah, tetapi tetap tenang dan berserah diri kepada Allah. Ini sebagaimana yang dicontohkan oleh para nabi sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa para rasul selalu bersabar terhadap gangguan kaumnya.
Story Telling
Dari hadits ini, kita bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan Nabi ﷺ dan para sahabat. Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash ketika ditanya tentang peristiwa paling berat yang dialami Rasulullah ﷺ, beliau menyebutkan peristiwa ini. Ini menunjukkan bahwa meskipun Nabi ﷺ mengalami banyak gangguan, peristiwa pencekikan ini termasuk yang paling parah.
Namun lihatlah bagaimana Allah menjaga Nabi-Nya. Abu Bakar datang tepat pada waktunya, dan Allah menjadikan lisannya fasih membacakan ayat Al-Qur'an sebagai peringatan. Ini adalah pertolongan Allah yang nyata. Sebagaimana firman Allah:
إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia..." (QS. Ghafir [40]: 51)
Kesimpulan Praktis
- Bersabar dalam menghadapi ujian — Nabi ﷺ bersabar meskipun disakiti, dan kita pun harus bersabar dalam dakwah dan kehidupan.
- Berani membela kebenaran — Abu Bakar radhiyallahu 'anhu mengajarkan kita untuk berani membela yang benar, terutama membela agama Allah.
- Menggunakan dalil dalam membela — Abu Bakar menggunakan ayat Al-Qur'an sebagai senjata bantahan, bukan kekerasan.
- Yakin akan pertolongan Allah — Allah pasti menolong hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.