Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah dalil utama tentang tata cara bershalawat kepada Nabi ﷺ ketika duduk tasyahud dalam shalat. Para sahabat bertanya karena mereka sudah tahu cara mengucapkan salam (tahiyat), tetapi belum tahu cara bershalawat. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan lafazh shalawat yang mulia ini, yang di dalamnya terdapat doa agar Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada beliau sebagaimana yang diberikan kepada Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan keluarganya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Firman-Nya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi" (no. 4798). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i dengan lafazh yang semakna.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab [33]: 56)
Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah kepada orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ. Hadits di atas menjelaskan bagaimana cara mengamalkan perintah tersebut.
Penjelasan Rinci
1. Konteks Pertanyaan Para Sahabat
Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para sahabat telah mengetahui cara mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ dalam tasyahud (yaitu assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu). Namun mereka belum mengetahui bagaimana cara bershalawat kepada beliau. Maka turunlah ayat QS. Al-Ahzab: 56, dan para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, ini salam (yang sudah kami ketahui), lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?" Maka beliau mengajarkan lafazh ini.
2. Makna Shalawat dari Allah dan dari Makhluk
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menjelaskan bahwa shalawat dari Allah kepada Nabi ﷺ adalah pujian-Nya kepada beliau di hadapan para malaikat yang mulia. Adapun shalawat dari para malaikat adalah doa, dan shalawat dari umatnya adalah doa dan permohonan ampunan serta pengagungan terhadap kedudukan beliau.
3. Hikmah Penyerupaan dengan Nabi Ibrahim
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Jala'ul Afham menjelaskan hikmah yang sangat dalam mengapa Nabi ﷺ mengajarkan untuk menyerupakan shalawat kepadanya dengan shalawat yang diberikan kepada Nabi Ibrahim. Beliau menyebutkan beberapa hikmah, di antaranya:
- Nabi Ibrahim adalah imam bagi umat manusia dan bapak para nabi. Allah mengabadikan pujian-Nya kepada beliau di sepanjang zaman.
- Doa Nabi Ibrahim untuk keturunannya diabadikan dalam Al-Qur'an, dan Nabi Muhammad ﷺ adalah bagian dari doa tersebut.
- Dengan menyerupakan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan shalawat kepada Nabi Ibrahim, maka terkandung permohonan agar Allah mengangkat derajat beliau sebagaimana Dia mengangkat derajat Nabi Ibrahim.
4. Perbedaan Lafazh dalam Riwayat
Imam Al-Bukhari menyebutkan beberapa riwayat dengan lafazh yang sedikit berbeda. Ada yang menyebut "kama shallaita 'ala ali Ibrahim" (sebagaimana Engkau bershalawat kepada keluarga Ibrahim) dan ada yang menyebut "kama shallaita 'ala Ibrahim" (sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim). Kedua lafazh ini shahih dan saling melengkapi. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa perbedaan ini tidak menunjukkan pertentangan, karena keduanya diriwayatkan dari Nabi ﷺ.
5. Hukum Bershalawat dalam Tasyahud
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum bershalawat dalam tasyahud akhir:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam pendapat yang masyhur berpendapat bahwa bershalawat dalam tasyahud akhir adalah wajib. Dalilnya adalah hadits ini, karena Nabi ﷺ memerintahkan dengan tegas, dan perintah pada asalnya menunjukkan kewajiban.
- Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa bershalawat dalam tasyahud adalah sunnah (bukan wajib), dan shalat tetap sah tanpa membacanya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Arba'in menjelaskan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah pendapat Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad, yaitu wajib membaca shalawat dalam tasyahud akhir, karena perintah Nabi ﷺ dalam hadits ini bersifat tegas dan tidak ada dalil yang memalingkannya dari hukum wajib.
6. Keutamaan Bershalawat
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa bershalawat kepada Nabi ﷺ memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Mengikuti perintah Allah dalam QS. Al-Ahzab: 56.
- Sebab Allah bershalawat kepada orang yang bershalawat kepada Nabi-Nya.
- Sebab diangkatnya derajat dan dihapusnya kesalahan.
Story Telling
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
"Ketika turun ayat: 'Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi...' kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepadamu?' Beliau bersabda: 'Katakanlah: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.'"
Hikmah dari kisah ini adalah betapa para sahabat sangat bersemangat untuk mengetahui cara mengamalkan perintah Allah. Mereka tidak malu bertanya tentang hal-hal yang belum mereka ketahui dalam urusan agama. Ini menunjukkan adab para sahabat dalam menuntut ilmu, dan jawaban Nabi ﷺ yang mengajarkan lafazh yang ringkas namun penuh makna.
Kesimpulan Praktis
- Bershalawat kepada Nabi ﷺ adalah perintah Allah yang harus diamalkan oleh setiap muslim, minimal dalam tasyahud akhir shalat.
- Lafazh yang diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah lafazh yang paling utama, karena beliau sendiri yang mengajarkannya.
- Boleh menambahkan lafazh lain yang shahih seperti riwayat Ka'ab bin 'Ujrah, selama tidak keluar dari tuntunan.
- Perbanyak bershalawat di luar shalat, terutama di hari Jumat, karena Nabi ﷺ bersabda bahwa shalawat akan disampaikan kepadanya.
- Jangan lupa mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ sebagaimana diperintahkan dalam ayat, karena keduanya disebutkan bersamaan dalam QS. Al-Ahzab: 56.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.