Penjelasan Hadits Bukhari No. 4786 tentang Pilihan istri Nabi antara dunia atau akhirat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan saat Nabi ﷺ diperintahkan Allah untuk memberi pilihan kepada para istrinya: memilih kehidupan dunia atau memilih Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat. Aisyah radhiyallahu 'anha langsung memilih Allah dan Rasul-Nya tanpa ragu, lalu diikuti istri-istri Nabi yang lain. Hadits ini menunjukkan adab musyawarah, kelembutan Nabi ﷺ, dan keutamaan memilih akhirat di atas dunia.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang disebutkan dalam hadits:

Firman Allah dalam QS. Al-Ahzab [33]: 28:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

Terjemahan: "Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, 'Jika kamu menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah, aku akan memberikan kepadamu mut'ah (bekal) dan melepaskanmu dengan cara yang baik.'"

Dan QS. Al-Ahzab [33]: 29:

وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: "Dan jika kamu menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan pahala yang besar bagi orang-orang yang berbuat baik di antara kamu."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, no. 4786, dari Aisyah radhiyallahu 'anha melalui jalur Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab az-Zuhri) dari Abu Salamah bin Abdurrahman. Al-Layts bin Sa'd juga meriwayatkannya, dan Imam Al-Bukhari menyebutkan mutaba'ah (penguat) dari Musa bin A'yan, Abdurrazzaq, dan Abu Sufyan al-Ma'mari.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Aisyah karena beliau yang pertama ditawari pilihan dan langsung memilih Allah dan Rasul-Nya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menegaskan bahwa pilihan ini bukan talak, melainkan takhyir (memberi opsi), dan para istri Nabi memilih tetap bersama beliau.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat ini turun ketika para istri Nabi meminta tambahan nafkah yang tidak mampu dipenuhi beliau, lalu Allah memberi pilihan yang mulia.

Penjelasan Rinci

Latar belakang turunnya ayat (asbabun nuzul):

Ibnu Katsir dan Az-Zuhri menyebutkan bahwa para istri Nabi ﷺ pernah meminta tambahan nafkah duniawi yang tidak mampu dipenuhi oleh beliau. Kemudian Allah menurunkan ayat takhyir (pemberian pilihan) ini. Nabi ﷺ memulai dari Aisyah karena kedudukannya yang khusus, dan beliau memberi waktu kepada para istri untuk berkonsultasi dengan orang tua masing-masing — ini menunjukkan kelembutan dan keadilan beliau.

Makna takhyir (pemberian pilihan):

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa takhyir di sini bukan berarti Nabi ﷺ ingin berpisah, tetapi Allah memberi kehormatan kepada para istri Nabi untuk memilih dengan sadar. Jika mereka memilih dunia, mereka diberi mut'ah dan dilepaskan dengan baik; jika memilih Allah dan Rasul-Nya, mereka mendapat pahala besar. Ini adalah ujian keimanan yang Allah khususkan bagi ummahatul mukminin.

Sikap Aisyah radhiyallahu 'anha:

Aisyah berkata, "Mengapa saya harus berkonsultasi dengan orang tua saya? Sesungguhnya saya menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat." Ini menunjukkan keyakinan yang kokoh dan kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya. Ibnu Hajar menyebut ini sebagai bukti keutamaan Aisyah dan kedalaman imannya.

Sikap para istri Nabi lainnya:

Mereka semua mengikuti Aisyah dan memilih Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat. Ini menunjukkan kesatuan hati mereka dalam ketaatan dan keridhaan terhadap apa yang Allah pilihkan bagi mereka.

Pelajaran tentang musyawarah dan adab:

Nabi ﷺ memberi waktu kepada para istri untuk berpikir dan berkonsultasi, tidak memaksa, dan tidak terburu-buru. Ini adalah adab musyawarah dalam keluarga yang diajarkan Islam. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ini menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ dan penghormatan beliau kepada para istri.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah takhyir ini terjadi sekali atau berulang. Namun kesimpulan yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa takhyir ini terjadi satu kali, dan semua istri Nabi memilih tetap bersama beliau, sehingga tidak ada talak yang terjadi. Ini pendapat Ibnu Hajar dan Imam an-Nawawi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika ayat takhyir turun, Nabi ﷺ mendatangi Aisyah lebih dulu. Beliau bersabda dengan penuh kelembutan, "Aku akan menyebutkan sesuatu kepadamu, janganlah engkau tergesa-gesa menjawab sebelum engkau bertanya kepada kedua orang tuamu." Aisyah kemudian berkata, "Sesungguhnya saya tidak perlu bertanya kepada orang tua saya. Saya memilih Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat." Mendengar jawaban itu, Nabi ﷺ sangat gembira, lalu menawarkan pilihan yang sama kepada istri-istri beliau yang lain, dan mereka semua memilih sebagaimana Aisyah memilih. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dengan redaksi dari Al-Bukhari no. 4786)

Hikmah dari kisah ini: kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya harus di atas segala-galanya, bahkan di atas kenyamanan dunia dan keluarga. Aisyah radhiyallahu 'anha memberi teladan bahwa seorang mukmin sejati tidak ragu ketika dihadapkan pada pilihan antara dunia dan akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Utamakan akhirat di atas dunia — ketika dihadapkan pada pilihan yang menguji iman, pilihlah Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat.
  2. Bermusyawarah dengan lembut — dalam keluarga, ajaklah anggota keluarga untuk berpikir dan berkonsultasi, tidak memaksa.
  3. Teladani keimanan Aisyah — keyakinan yang kokoh kepada Allah dan Rasul-Nya melahirkan keputusan yang tegas dan penuh ridha.
  4. Jangan ragu dalam ketaatan — ketika kebenaran sudah jelas, jangan menunda atau menunggu pendapat orang lain yang bisa melemahkan tekad.
  5. Ridha dengan pilihan Allah — apa pun yang Allah tetapkan bagi hamba-Nya yang saleh pasti mengandung kebaikan dan pahala yang besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?