Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4778 tentang Lima kunci gaib hanya diketahui Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa ilmu tentang lima perkara gaib hanya diketahui oleh Allah semata, yaitu: hari kiamat, turunnya hujan, apa yang ada dalam rahim, apa yang akan diperoleh seseorang esok hari, dan di mana ia akan mati. Kita wajib beriman bahwa pengetahuan sempurna tentang hal-hal tersebut mutlak milik Allah, dan kita dilarang mengklaim tahu atau meramalkannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an:

QS. Luqman [31]: 34

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Terjemahan: “Sesungguhnya hanya Allah yang mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat; Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Hadits:

Shahih al-Bukhari, Kitab Tafsir, Bab “Perkataan-Nya: إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ” (no. 4778), dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> “مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ” ثم قرأ: {إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ}

> “Kunci-kunci (ilmu) yang gaib ada lima.” Kemudian beliau membaca ayat di atas.

Penjelasan Ulama:

  • Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari (13/237) menjelaskan bahwa yang dimaksud “mafatih al-ghaib” adalah kunci-kunci ilmu gaib yang hanya Allah miliki.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (16/206) menegaskan bahwa kelima hal tersebut adalah hakikat ilmu gaib yang tidak diketahui oleh malaikat muqarrab maupun nabi utusan.
  • Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa’di dalam Tafsir al-Karim ar-Rahman (hlm. 664) mengatakan: “Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu tentang hal-hal ini khusus bagi Allah, dan siapa pun yang mengaku mengetahuinya berarti telah mendustakan Al-Qur’an.”

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan tafsir langsung dari Nabi ﷺ terhadap firman Allah dalam QS. Luqman: 34. Dalam ayat tersebut, Allah menyebutkan lima perkara gaib yang hanya Dia ketahui:

  1. Ilmu tentang hari Kiamat – tidak ada satu makhluk pun yang tahu kapan terjadinya.
  2. Turunnya hujan – manusia hanya bisa memprakirakan, tetapi kepastian turun dan jumlahnya hanya Allah yang tahu.
  3. Apa yang ada dalam rahim – jenis kelamin, rezeki, ajal, dan nasib janin seluruhnya dalam ilmu Allah.
  4. Apa yang akan diperoleh seseorang esok hari – pekerjaan, rezeki, kesehatan, dan amal yang akan dilakukan.
  5. Di bumi mana seseorang akan mati – tempat, waktu, dan keadaan kematian mutlak rahasia Allah.

Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim (6/344) meriwayatkan bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: “Nabi ﷺ bersabda: ‘Kunci-kunci gaib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.’ Kemudian beliau membaca ayat ini.” Beliau juga mengutip perkataan Mujahid (w. 104 H) bahwa “kunci-kunci gaib” adalah apa yang disebut dalam ayat tersebut.

Imam al-Bukhari sendiri meletakkan hadits ini di Kitab Tafsir untuk menunjukkan bahwa ayat tersebut memerlukan penjelasan dari sunnah, dan sunnah telah menafsirkannya dengan tegas.

Syaikh al-Albani (w. 1420 H) dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 2628) menegaskan bahwa hadits ini sahih dan merupakan dasar Ahlus Sunnah dalam menetapkan ilmu gaib hanya milik Allah.

Hikmah dari hadits ini:

  • Menanamkan rasa tawadhu’ bahwa pengetahuan manusia sangat terbatas.
  • Menjauhkan dari perdukunan, ramalan bintang, astrologi, atau klaim tahu masa depan.
  • Menguatkan keimanan kepada qadha’ dan qadar bahwa semua hal ada dalam ketetapan Allah.

Story Telling

Diriwayatkan dari Sa’id bin al-Musayyib (w. 94 H) – seorang tabi’in besar – bahwa suatu hari seorang lelaki datang kepada ‘Abdullah bin ‘Umar dan bertanya, “Kapan terjadinya hari kiamat?”

‘Abdullah bin ‘Umar menjawab, “Hari kiamat adalah salah satu dari lima kunci gaib yang hanya Allah ketahui. Jika engkau ingin selamat, sibukkan dirimu dengan amal shalih dan jangan bertanya tentang sesuatu yang tidak diwajibkan Allah kepadamu.”

Kisah ini menunjukkan adab para sahabat dalam menyikapi pertanyaan tentang hal gaib: mereka kembalikan kepada ilmu Allah dan mengarahkan kepada amal.

(Sumber: riwayat ini disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari secara makna, 13/239)

Kesimpulan Praktis

  • Iman kepada ilmu gaib Allah – yakini bahwa hanya Allah yang mengetahui lima perkara tersebut.
  • Jangan meramal – menjauhi segala bentuk ramalan nasib, horoskop, primbon, dan klaim tahu masa depan.
  • Bertawakal – karena masa depan tidak diketahui, maka perbanyak doa dan usaha, serahkan hasil kepada Allah.
  • Perbanyak taubat dan istighfar – karena kita tidak tahu kapan ajal tiba.
  • Amalkan – jadikan hadits ini sebagai pengingat untuk selalu merendahkan hati di hadapan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.