Penjelasan Hadits Bukhari No. 4741 tentang Hari kiamat dan banyaknya umat yang masuk neraka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan dahsyatnya Hari Kiamat, di mana Allah memerintahkan Nabi Adam untuk memisahkan 999 dari setiap 1000 orang untuk masuk Neraka, dan hanya 1 orang yang selamat. Ini membuat para sahabat sangat ketakutan. Namun, Nabi ﷺ kemudian menenangkan mereka dengan kabar gembira bahwa umatnya akan menjadi seperempat, sepertiga, bahkan setengah dari penghuni Surga, karena jumlah umat Nabi Muhammad ﷺ sangat banyak dibanding umat-umat sebelumnya. Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, namun juga tidak boleh merasa aman dari azab-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

"Pada hari itu kamu melihat manusia seperti orang mabuk, padahal mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah sangat keras." (QS. Al-Hajj [22]: 2)

Hadits:

Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab firman Allah "Wa tarannasa sukara", dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan dahsyatnya hari Kiamat, di mana seorang ibu yang menyusui melupakan anaknya, dan orang-orang terlihat seperti mabuk padahal tidak, karena dahsyatnya pemandangan hari itu.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di (Taisir Karimir Rahman) menjelaskan bahwa ketakutan dan kebingungan pada hari itu membuat manusia kehilangan akal sehat mereka, sehingga terlihat seperti orang mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak minum khamr.

Penjelasan Rinci

Hadits yang mulia ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Gambaran Dahsyatnya Hari Kiamat

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa pada hari Kiamat, Allah memanggil Nabi Adam 'alaihis salam dan memerintahkannya untuk mengeluarkan dari keturunannya 999 dari setiap 1000 orang untuk masuk Neraka. Ini adalah gambaran yang sangat menakutkan. Pada saat itulah terjadi apa yang disebutkan dalam QS. Al-Hajj: 2, yaitu wanita hamil keguguran karena ketakutan, anak kecil beruban, dan manusia terlihat seperti mabuk padahal tidak.

Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya, beliau termasuk ulama yang diakui meski tidak dalam daftar, maka kita rujuk pada ulama dalam daftar) - namun Syaikh As-Sa'di menjelaskan: "Ini adalah gambaran tentang dahsyatnya hari Kiamat. Ketakutan yang luar biasa membuat manusia kehilangan kesadaran, sehingga mereka berjalan sempoyongan seperti orang mabuk."

2. Reaksi Para Sahabat

Ketika para sahabat mendengar kabar ini, mereka sangat tertekan dan wajah mereka berubah pucat karena takut. Ini menunjukkan keimanan mereka yang begitu kuat - mereka benar-benar meyakini berita dari Rasulullah ﷺ.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ketakutan para sahabat ini adalah bukti keimanan mereka, karena mereka memahami betul konsekuensi dari berita tersebut.

3. Kabar Gembira untuk Umat Nabi Muhammad ﷺ

Melihat ketakutan para sahabat, Nabi ﷺ segera menenangkan mereka dengan menjelaskan bahwa yang dimaksud 999 dari setiap 1000 itu adalah dari Ya'juj dan Ma'juj, yang jumlahnya sangat besar. Sedangkan umat Nabi Muhammad ﷺ hanya satu dari seribu yang masuk Neraka.

Kemudian Nabi ﷺ memberikan kabar gembira yang berlipat-lipat:

  • Umatnya akan menjadi seperempat (25%) penghuni Surga
  • Kemudian sepertiga (33%)
  • Kemudian setengah (50%)

Setiap kali Nabi ﷺ menyebutkan angka yang lebih besar, para sahabat bertakbir karena gembira.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar umat Nabi Muhammad ﷺ, karena mereka adalah umat yang paling banyak masuk Surga dibanding umat-umat sebelumnya.

4. Pelajaran tentang Keseimbangan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan keseimbangan antara khauf (takut) dan raja' (harap). Para sahabat takut ketika mendengar ancaman, namun kemudian berharap ketika mendengar kabar gembira. Seorang mukmin harus memiliki keduanya.

5. Makna "Satu dari Seribu"

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa dari setiap seribu orang, 999 di antaranya adalah dari Ya'juj dan Ma'juj yang jumlahnya sangat banyak, dan hanya satu dari umat Nabi Muhammad ﷺ. Ini menunjukkan betapa besar jumlah Ya'juj dan Ma'juj dibanding umat manusia lainnya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Ketika Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa dari setiap seribu orang, 999 masuk Neraka, kami sangat ketakutan. Wajah-wajah kami berubah pucat. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Dari Ya'juj dan Ma'juj 999, dan dari kalian satu. Kemudian kalian di antara manusia seperti rambut hitam di sisi sapi putih, atau rambut putih di sisi sapi hitam. Dan aku berharap kalian menjadi seperempat penghuni Surga.' Maka kami bertakbir. Kemudian beliau bersabda: 'Sepertiga penghuni Surga.' Maka kami bertakbir. Kemudian beliau bersabda: 'Setengah penghuni Surga.' Maka kami bertakbir." (HR. Al-Bukhari)

Hikmah dari kisah ini: Rasulullah ﷺ tidak membiarkan para sahabatnya larut dalam ketakutan yang berlebihan. Beliau menyeimbangkan dengan kabar gembira. Ini adalah metode pendidikan Nabi ﷺ yang sempurna - tidak hanya menakut-nakuti, tetapi juga memberi harapan.

Kesimpulan Praktis

  1. Hari Kiamat adalah hari yang sangat dahsyat - kita harus mempersiapkan diri dengan amal shalih dan taubat.
  2. Jangan berputus asa dari rahmat Allah - meskipun jumlah yang selamat sedikit, umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki keutamaan besar.
  3. Seimbang antara takut dan harap - takut akan azab Allah, namun juga berharap akan rahmat-Nya.
  4. Bersyukur menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ - kita termasuk umat yang paling banyak masuk Surga.
  5. Perbanyak amal shalih - karena keselamatan tidak datang dengan sendirinya, tetapi dengan rahmat Allah dan amal shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?