Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4716 tentang Isra Mi'raj sebagai ujian bagi manusia

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ayat QS. Al-Isra' [17]: 60 berbicara tentang ru’ya (penglihatan mata kepala) yang Allah perlihatkan kepada Nabi ﷺ pada malam Isra’ Mi’raj, bukan sekadar mimpi. Pohon yang terlaknat yang disebut dalam ayat tersebut adalah pohon Zaqqum, yaitu pohon pahit dan menyengat yang tumbuh di dasar neraka. Semua ini Allah jadikan sebagai ujian bagi manusia untuk menguji keimanan mereka terhadap hal-hal ghaib.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Isra' [17]: 60 (potongan yang relevan):

{وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَـٰكَ إِلَّا فِتْنَةًۭ لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ}

Terjemahan: "Dan tidaklah Kami jadikan penglihatan yang telah Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) melainkan sebagai ujian bagi manusia, dan (begitu pula) pohon yang terlaknat dalam Al-Qur’an."

Hadits:

Hadits riwayat Shahih al-Bukhari no. 4716, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:

> عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنه ـ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ} قَالَ: هِيَ رُؤْيَا عَيْنٍ أُرِيَهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ. وَ {الشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ} شَجَرَةُ الزَّقُّومِ.

Artinya: "Tentang firman Allah: 'Dan tidaklah Kami jadikan penglihatan yang telah Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian bagi manusia,' Ibnu Abbas berkata: 'Itu adalah penglihatan mata (nyata) yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ pada malam beliau diisra'kan. Dan (maksud) pohon yang terlaknat adalah pohon Zaqqum.'"

Kaitan dengan Ulama:

Penjelasan ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari melalui jalur Sufyan ats-Tsauri (ulama tabi'ut tabi'in) dari 'Amr bin Dinar dari Ikrimah dari Ibnu Abbas. Para ulama tafsir seperti Ibn Katsir (dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim) dan Ibn Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menegaskan bahwa tafsir ini adalah yang paling shahih dan disepakati oleh para salaf.

Penjelasan Rinci

Makna Ru’ya dalam Ayat:

Ibnu Abbas rahimahullah menegaskan bahwa ru’ya di sini adalah penglihatan mata kepala (ru’ya ‘ain) yang Allah perlihatkan langsung kepada Nabi ﷺ saat malam Isra’ Mi’raj, bukan mimpi biasa. Hal ini diperkuat oleh firman Allah dalam QS. An-Najm [53]: 13-18 yang juga menyebutkan bahwa Nabi melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dan melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang agung.

Pohon yang Terlaknat:

Yang dimaksud dengan asy-syajarah al-mal'unah (pohon yang terlaknat) adalah pohon Zaqqum yang disebut dalam QS. Ash-Shaffat [37]: 62-66 dan QS. Ad-Dukhan [44]: 43-46. Pohon ini tumbuh di dasar neraka Jahannam, buahnya seperti kepala setan, dan menjadi makanan bagi para penghuni neraka. Disebut "terlaknat" karena ia menjadi siksaan dan jauh dari rahmat Allah.

Ujian bagi Manusia:

Allah menjadikan peristiwa Isra’ Mi’raj dan berita tentang pohon Zaqqum sebagai ujian keimanan. Siapa yang membenarkan berita ghaib ini, dialah mukmin sejati. Sebaliknya, orang-orang musyrik Quraisy mendustakan dan mengejek Nabi ﷺ ketika beliau menceritakan perjalanan malam itu. Mereka menolak dan menambah kekufuran mereka.

Imam Ibn Katsir (dalam Tafsir-nya) menjelaskan: "Ayat ini merupakan ujian dari Allah bagi hamba-Nya. Barangsiapa yang beriman, maka ia akan selamat, dan barangsiapa yang kafir, maka ia akan binasa. Dan pohon Zaqqum disebut sebagai pohon yang terlaknat karena ia tumbuh di neraka dan menjadi azab bagi orang-orang kafir." (Lihat: Tafsir Ibn Katsir, surat Al-Isra' ayat 60)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (8/607) juga menukil bahwa para ulama sepakat: ru’ya yang dimaksud adalah penglihatan nyata pada malam Isra’, bukan mimpi tidur. Ini menjadi bantahan bagi orang yang mengingkari peristiwa Isra’ Mi’raj.

Story Telling

Kisah Isra’ Mi’raj dan Ujian Kaum Quraisy

Pada malam yang penuh berkah, Rasulullah ﷺ diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu dinaikkan ke langit hingga ke Sidratul Muntaha. Beliau melihat surga, neraka, dan tanda-tanda kebesaran Allah. Di antara yang diperlihatkan adalah pohon Zaqqum yang kelak menjadi makanan penghuni neraka.

Keesokan harinya, Nabi ﷺ menceritakan peristiwa itu kepada kaum Quraisy. Mereka pun terkejut dan mendustakan. Mereka mendatangi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dan bertanya, "Apakah sahabatmu mengaku pergi ke Baitul Maqdis semalam?" Abu Bakar menjawab, "Jika ia benar-benar mengatakannya, maka ia jujur." Maka sejak saat itu Abu Bakar diberi gelar ash-Shiddiq (yang membenarkan).

Hikmah: Iman kepada yang ghaib adalah ciri utama orang bertakwa. Kaum musyrik gagal dalam ujian, sedangkan Abu Bakar dan para sahabat berhasil dan semakin teguh imannya. Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu membenarkan berita dari Allah dan Rasul-Nya, meskipun di luar nalar manusia.

(Sumber: Shahih al-Bukhari no. 4716, dan kisah Abu Bakar diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, dan dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya)

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada peristiwa Isra’ Mi’raj – Percaya bahwa Nabi ﷺ benar-benar diperjalankan oleh Allah secara jasad dan ruh pada malam hari. Ini adalah mukjizat yang wajib diimani.
  2. Hati-hati terhadap ujian – Allah menguji keimanan kita dengan hal-hal ghaib. Iman bukan sekadar ikut-ikutan, tetapi keyakinan yang membuahkan amal.
  3. Takut akan azab Allah – Pohon Zaqqum adalah peringatan nyata tentang siksa neraka. Hendaknya kita berlindung dari neraka dan memperbanyak taubat serta amal shalih.
  4. Teladani sikap ash-Shiddiq – Jadilah orang yang segera membenarkan kebenaran tanpa ragu, serta membela Rasulullah ﷺ dengan keyakinan penuh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.