Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi Daud 'alaihissalam yang diberikan kemudahan oleh Allah dalam membaca Zabur. Beliau mampu membaca seluruh Zabur dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sebelum pelana hewan tunggangannya selesai dipasang. Ini adalah mukjizat dan keistimewaan khusus dari Allah, bukan berarti kita diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa. Justru, kita diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil (perlahan dan meresapi maknanya).
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah sebagai berikut:
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " خُفِّفَ عَلَى دَاوُدَ الْقِرَاءَةُ، فَكَانَ يَأْمُرُ بِدَابَّتِهِ لِتُسْرَجَ، فَكَانَ يَقْرَأُ قَبْلَ أَنْ يَفْرُغَ " . يَعْنِي الْقُرْآنَ
Makna hadits: "Dipermudah bagi Daud pembacaan (Zabur). Ia memerintahkan hewan tunggangannya untuk dipasangi pelana, dan ia telah selesai membaca (Zabur) sebelum pelana itu selesai dipasang."
Dalil Al-Qur'an yang terkait:
Allah Ta'ala berfirman tentang Nabi Daud:
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُدَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ
"Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), 'Wahai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,' dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (QS. Saba' [34]: 10)
Juga firman-Nya:
وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ
"Dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perkara." (QS. Shad [38]: 20)
Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kecepatan Nabi Daud dalam membaca Zabur. Beliau mampu mengkhatamkan seluruh Zabur dalam waktu yang sangat singkat. Ini adalah bentuk kemuliaan dan keistimewaan yang Allah berikan khusus kepadanya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Keutamaan Nabi Daud 'alaihissalam
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Allah memberikan keistimewaan kepada Nabi Daud berupa suara yang sangat merdu dan kemampuan membaca Zabur dengan sangat cepat. Ini adalah mukjizat yang Allah berikan kepadanya.
2. Bukan Perintah untuk Tergesa-gesa
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini tidak boleh dipahami sebagai anjuran untuk membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa. Justru, Allah memerintahkan kita untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil, sebagaimana firman-Nya:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." (QS. Al-Muzzammil [73]: 4)
Yang dimaksud dengan tartil adalah membaca dengan perlahan, tidak tergesa-gesa, dan merenungkan maknanya. Ini adalah cara membaca yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat.
3. Hikmah di Balik Kecepatan Membaca Nabi Daud
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa kecepatan membaca Nabi Daud adalah bentuk kemudahan yang Allah berikan khusus kepadanya, bukan karena beliau membaca tanpa merenungkan maknanya. Justru, Nabi Daud adalah orang yang paling khusyuk dalam ibadahnya.
4. Adab Membaca Al-Qur'an
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an dengan tartil dan merenungkan maknanya lebih utama daripada membaca dengan cepat meskipun jumlahnya banyak. Ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr:
"Barangsiapa membaca Al-Qur'an kurang dari tiga hari, maka ia tidak memahami (isinya)." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Nabi Daud 'alaihissalam adalah seorang yang sangat tekun dalam beribadah. Beliau membagi waktunya untuk beribadah, dan Allah memberinya kemudahan untuk membaca Zabur dengan sangat cepat. Namun, meskipun cepat, bacaan beliau tetap penuh dengan perenungan dan kekhusyukan.
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Daud, dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasanya Daud. Ia tidur setengah malam, bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa Nabi Daud adalah teladan dalam keseimbangan ibadah. Beliau tidak berlebihan dalam beribadah hingga melalaikan hak-hak lainnya, namun juga tidak mengurangi ibadahnya.
Kesimpulan Praktis
- Hadits ini menunjukkan mukjizat Nabi Daud, bukan perintah untuk membaca Al-Qur'an dengan cepat.
- Kita diperintahkan membaca Al-Qur'an dengan tartil, yaitu perlahan, merenungkan makna, dan menghayati bacaannya.
- Kecepatan membaca Nabi Daud adalah keistimewaan khusus yang Allah berikan kepadanya, bukan standar untuk kita.
- Yang terpenting dalam membaca Al-Qur'an adalah pemahaman dan pengamalan, bukan sekadar banyaknya bacaan.
- Teladanilah Nabi Daud dalam keseimbangan ibadah, tidak berlebihan dan tidak pula meremehkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.