Penjelasan Hadits Bukhari No. 4710 tentang Isra' Mi'raj dan bukti kebenaran Nabi kepada Quraisy

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ ketika kaum Quraisy mendustakan peristiwa Isra' Mi'raj. Sebagai jawaban atas tantangan mereka, Allah memperlihatkan Baitul Maqdis kepada Nabi ﷺ secara langsung, sehingga beliau dapat menggambarkan ciri-cirinya dengan jelas meskipun beliau tidak berada di sana. Ini adalah bukti kebenaran kenabian dan pertolongan Allah kepada Rasul-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Isra' [17]: 1

أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Hadits terkait:

Hadits yang sedang dibahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab Perkataan-Nya "أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ", no. 4710, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan peristiwa Isra' yang dilakukan oleh Allah kepada Rasul-Nya ﷺ dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menjelaskan bahwa tujuan Isra' adalah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah kepada Nabi-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Konteks Peristiwa

Setelah Nabi ﷺ kembali dari perjalanan Isra' Mi'raj, beliau menceritakan peristiwa tersebut kepada kaum Quraisy. Mereka mendustakan dan mengejek beliau. Sebagian dari mereka yang pernah mengunjungi Baitul Maqdis mencoba menguji beliau dengan menanyakan ciri-ciri bangunan tersebut.

2. Mukjizat Allah kepada Nabi-Nya

Dalam hadits ini, Nabi ﷺ bersabda bahwa ketika beliau berdiri di Al-Hijr (bagian Ka'bah yang berbentuk setengah lingkaran dan tidak termasuk bangunan Ka'bah), Allah memperlihatkan Baitul Maqdis di hadapan beliau. Dengan demikian, beliau dapat menjawab setiap pertanyaan mereka dengan akurat sambil melihat langsung bangunan tersebut.

3. Penjelasan Ulama tentang Hadits Ini

  • Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Tafsir untuk menjelaskan ayat tentang Isra', menunjukkan bahwa hadits ini adalah penafsiran praktis dari ayat tersebut.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari menjelaskan bahwa mukjizat ini adalah bentuk dukungan Allah kepada Nabi-Nya ketika menghadapi tantangan kaumnya. Beliau juga mencatat bahwa peristiwa ini terjadi di Al-Hijr, yang merupakan bagian dari Masjidil Haram.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan salah satu mukjizat Nabi ﷺ, yaitu Allah memperlihatkan sesuatu yang jauh (Baitul Maqdis) kepada beliau secara langsung.

4. Hikmah dari Hadits

  • Allah selalu menolong hamba-Nya yang berjuang menegakkan kebenaran.
  • Nabi ﷺ tidak pernah berdusta; setiap perkataan beliau adalah benar dan didukung oleh Allah.
  • Ujian dan cobaan adalah bagian dari perjuangan para nabi dan orang-orang beriman.

Story Telling

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah meriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menceritakan Isra' Mi'raj kepada kaum Quraisy, mereka sangat heran dan mendustakan. Sebagian orang yang pernah ke Syam bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis. Maka Allah memperlihatkan Baitul Maqdis kepada Nabi ﷺ, dan beliau mulai menjelaskan ciri-cirinya satu per satu. Setiap kali beliau menyebutkan ciri, mereka mengakui kebenarannya, hingga akhirnya mereka pun terdiam karena tidak mampu membantah.

Hikmah dari kisah ini: Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya yang jujur dan berjuang di jalan-Nya tanpa pertolongan. Sebagaimana Allah menolong Nabi-Nya dalam menghadapi kaum Quraisy, demikian pula Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang berjuang menegakkan kebenaran, sebagaimana Dia menolong Nabi ﷺ dalam peristiwa Isra'.
  2. Jadikan kisah ini sebagai penguat iman bahwa mukjizat Nabi ﷺ adalah benar dan nyata.
  3. Teladani sikap Nabi ﷺ yang tetap tenang dan menjawab dengan jujur meskipun menghadapi pendustaan dan ejekan.
  4. Percayalah bahwa Al-Qur'an dan hadits adalah sumber kebenaran yang tidak pernah bertentangan dengan kenyataan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?