Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan peristiwa malam Isra' Mi'raj, ketika Nabi ﷺ disuguhi dua gelas: khamar dan susu. Beliau memilih susu, lalu Jibril memuji Allah karena pilihan itu menunjukkan beliau tetap di atas fitrah (Islam). Jibril juga menyatakan, seandainya beliau memilih khamar, niscaya umat beliau akan tersesat. Hadits ini mengajarkan pentingnya memilih yang halal dan thayyib, serta bahwa pilihan Nabi ﷺ menjadi teladan bagi umatnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, bab tentang firman Allah "أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ". Perawi sahabatnya adalah Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Sa'id bin al-Musayyib (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan), lalu Ibn Syihab az-Zuhri (juga Tabi'in dalam daftar).
Adapun ayat yang berkaitan dengan peristiwa Isra' adalah firman Allah:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
QS. Al-Isra' [17]: 1
"Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Hadits ini juga memiliki riwayat serupa dalam Shahih Muslim, namun sesuai batasan sumber, kita cukupkan pada riwayat Al-Bukhari ini.
Penjelasan Rinci
Makna umum hadits:
Pada malam Isra' Mi'raj, Nabi ﷺ dibawa oleh Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke langit. Dalam perjalanan itu, beliau disuguhi dua gelas: satu berisi khamar (minuman memabukkan) dan satu berisi susu. Nabi ﷺ memilih susu. Jibril lalu memuji Allah dengan ucapan: "Segala puji bagi Allah yang telah membimbingmu kepada fitrah; jika engkau mengambil khamar, niscaya umatmu akan tersesat."
Bagaimana ulama memahami hadits ini:
- Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa susu melambangkan fitrah (Islam yang murni dan mudah), sedangkan khamar melambangkan kesesatan dan penyimpangan. Pilihan Nabi ﷺ menunjukkan bahwa beliau selalu diarahkan Allah kepada yang benar, dan pilihan itu berdampak pada umatnya. Ibn Hajar juga menyebut bahwa ini adalah salah satu bentuk isyarat bahwa umat Nabi ﷺ akan tetap di atas fitrah selama mengikuti beliau.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan susu sebagai minuman yang thayyib (baik), dan bahwa khamar adalah induk segala keburukan. Beliau juga menegaskan bahwa pilihan Nabi ﷺ bukan sekadar pilihan pribadi, tetapi memiliki konsekuensi bagi umat.
- Ibn Katsir dalam tafsirnya ketika menafsirkan QS. Al-Isra' [17]: 1 menyebutkan peristiwa ini sebagai bagian dari keutamaan Nabi ﷺ dan bukti kenabiannya. Beliau mengutip hadits ini dan menjelaskan bahwa susu adalah simbol dari ilmu dan hidayah, sedangkan khamar simbol dari kebodohan dan kesesatan.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa peristiwa ini mengandung pelajaran bahwa Nabi ﷺ selalu memilih yang paling baik dan paling bermanfaat bagi umatnya, bahkan dalam hal simbolis sekalipun.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman menekankan bahwa Isra' Mi'raj adalah mukjizat besar, dan pemilihan susu menunjukkan bahwa agama ini dibangun di atas fitrah yang lurus dan mudah.
Perbedaan pendapat:
Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama daftar mengenai makna hadits ini. Mereka sepakat bahwa susu melambangkan fitrah dan khamar melambangkan kesesatan. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa pilihan Nabi ﷺ adalah bagian dari bimbingan Allah, dan dampaknya nyata bagi umat, sebagaimana ditegaskan Jibril.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه — seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — bahwa pada malam yang penuh berkah itu, ketika Nabi ﷺ berada di hadapan Jibril dan disuguhi dua gelas, beliau tidak ragu memilih susu. Jibril, malaikat yang mulia, langsung memuji Allah dan mengabarkan bahwa pilihan itu adalah pilihan fitrah. Seandainya beliau memilih khamar, niscaya umat beliau akan tersesat.
Sa'id bin al-Musayyib, seorang Tabi'in yang dikenal sebagai salah satu ulama paling terpercaya di Madinah, meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah. Ibn Syihab az-Zuhri, yang juga termasuk Tabi'in dan guru besar dalam ilmu hadits, menerima riwayat ini dan menyampaikannya kepada murid-muridnya. Imam Al-Bukhari kemudian mencatatnya dalam kitab Shahih-nya, sehingga hadits ini sampai kepada kita dengan sanad yang sangat kuat.
Hikmahnya: pilihan kecil yang dilakukan karena taat kepada Allah dapat berdampak besar bagi banyak orang. Nabi ﷺ memilih susu, dan umatnya pun diarahkan kepada fitrah. Ini mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam memilih, karena setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Kesimpulan Praktis
- Pilihlah yang halal dan thayyib dalam makanan, minuman, dan segala urusan. Susu dalam hadits ini melambangkan kebaikan dan fitrah.
- Jauhi khamar dan segala yang memabukkan, karena ia adalah simbol kesesatan dan dapat menyesatkan umat.
- Teladani Nabi ﷺ dalam setiap pilihan, karena beliau selalu dibimbing Allah kepada yang terbaik.
- Sadari bahwa pilihan kita berdampak pada diri sendiri dan orang lain. Sebagaimana pilihan Nabi ﷺ berdampak pada umatnya, pilihan kita juga memiliki konsekuensi.
- Bersyukurlah atas hidayah fitrah (Islam) yang Allah berikan, dan jagalah dengan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.