Penjelasan Hadits Bukhari No. 4707 tentang Doa perlindungan dari kikir, malas, pikun, dan fitnah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa harian Nabi ﷺ yang agung. Beliau memohon perlindungan kepada Allah dari enam perkara: sifat kikir, kemalasan, usia pikun yang hina, siksa kubur, fitnah Dajjal, serta fitnah kehidupan dan kematian. Doa ini mengajarkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dalam menghadapi berbagai ujian, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi, serta menunjukkan pentingnya memohon perlindungan dari keburukan akhir usia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah shahih dan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab firman Allah: وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ (QS. An-Nahl [16]: 70). Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. An-Nahl [16]: 70:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

"Dan Allah menciptakan kamu, kemudian Dia mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang paling hina (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa "arżalil 'umur" adalah usia yang paling buruk dan hina, yaitu ketika seseorang mencapai usia sangat tua sehingga akalnya menjadi lemah dan pengetahuannya hilang. Ini adalah bentuk ujian dari Allah. Oleh karena itu, Nabi ﷺ berlindung dari keadaan tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung doa yang sangat komprehensif. Mari kita rinci satu per satu:

  1. Al-Bukhl (Sifat Kikir): Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa kikir adalah penyakit hati yang menghalangi seseorang untuk menunaikan kewajiban harta dan kebaikan. Ini adalah lawan dari sifat dermawan yang merupakan akhlak para nabi. Nabi ﷺ sendiri adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan.
  2. Al-Kasal (Kemalasan): Kemalasan di sini mencakup malas dalam urusan ibadah dan juga urusan dunia yang bermanfaat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sering membahas tentang bahaya kemalasan karena ia menghalangi seseorang dari kebaikan dan menyebabkan tertundanya kewajiban.
  3. Arżalil 'Umur (Usia Pikun yang Hina): Ini adalah usia tua yang disertai dengan kelemahan akal dan fisik, sehingga seseorang tidak lagi mampu beribadah dengan baik dan bahkan bisa kehilangan kesadaran. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini adalah ujian terbesar, di mana seseorang yang tadinya berilmu menjadi tidak mengetahui apa-apa. Nabi ﷺ berlindung dari keadaan ini karena ia menghalangi ketaatan dan bisa menjadi sebab seseorang terjerumus dalam kebodohan.
  4. 'Adzabil Qabr (Siksa Kubur): Ini adalah perkara ghaib yang wajib diimani. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan banyak hadits tentang fitnah dan siksa kubur. Berlindung dari siksa kubur adalah perintah Nabi ﷺ, sebagaimana dalam hadits lain beliau bersabda: "Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur, karena siksa kubur itu benar."
  5. Fitnatil Masihid Dajjal (Fitnah Dajjal): Dajjal adalah fitnah terbesar di akhir zaman. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Dajjal diberi kemampuan luar biasa untuk menguji manusia, seperti membawa surga dan neraka palsu. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk selalu berlindung darinya, bahkan dalam tasyahhud akhir.
  6. Fitnatil Mahya wal Mamat (Fitnah Kehidupan dan Kematian): Fitnah kehidupan adalah berbagai ujian dan godaan dunia yang bisa menyesatkan, seperti syahwat, harta, dan jabatan. Adapun fitnah kematian adalah ketika seseorang dihadapkan pada sakaratul maut dan godaan setan untuk merusak akhir hayatnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menekankan pentingnya husnul khatimah (akhir yang baik), dan doa ini adalah sarana untuk meraihnya.

Hikmah Urutan Doa: Para ulama menyebutkan bahwa doa ini dimulai dari penyakit hati (kikir), kemudian penyakit badan (malas), lalu penyakit yang menggabungkan keduanya di akhir usia (pikun), kemudian penyakit di alam barzakh (siksa kubur), kemudian fitnah terbesar di dunia (Dajjal), dan diakhiri dengan fitnah yang mencakup seluruh kehidupan dan kematian. Ini menunjukkan kesempurnaan doa Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling banyak meriwayatkan doa-doa beliau. Suatu ketika, Anas ditanya oleh seorang tabi'in, "Doa apa yang paling sering diucapkan oleh Rasulullah ﷺ?" Anas menjawab, "Doa yang paling sering beliau ucapkan adalah: 'Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.'" (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, dalam hadits yang kita bahas ini, Anas mengabarkan bahwa Nabi ﷺ juga rutin berdoa dengan doa perlindungan dari enam perkara ini. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak pernah merasa aman dari tipu daya Allah dan ujian-Nya. Beliau selalu dalam keadaan butuh kepada Allah, baik di waktu muda maupun tua, di waktu sehat maupun sakit, di dunia maupun di akhirat. Ini adalah pelajaran tentang tawadhu' (kerendahan hati) dan tawakkal (berserah diri) kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Menghafal dan mengamalkan doa ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di waktu pagi dan petang, karena ini adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.
  2. Berusaha menghindari sifat kikir dengan membiasakan diri bersedekah dan berbagi, karena kikir adalah penghalang kebaikan.
  3. Bersungguh-sungguh dalam beribadah dan bekerja serta menjauhi sikap malas, karena kemalasan adalah pangkal dari banyak keburukan.
  4. Memanfaatkan masa muda dan sehat untuk beribadah dan menuntut ilmu sebelum datangnya masa tua dan lemah, sebagaimana wasiat Nabi ﷺ: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu..." (HR. Al-Hakim).
  5. Selalu memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama dengan membaca doa yang diajarkan dalam tasyahhud akhir.
  6. Berdoa agar diberikan husnul khatimah (akhir yang baik) dalam kehidupan dan kematian kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?