Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ berupa cahaya yang mengiringi dua orang sahabatnya saat mereka berjalan pulang pada malam yang gelap gulita. Cahaya itu menyertai mereka berdua, lalu ketika mereka berpisah di persimpangan jalan, cahaya itupun terbagi menjadi dua, masing-masing menemani satu sahabat hingga sampai ke rumahnya. Ini adalah salah satu bukti nyata keberkahan dan kemuliaan para sahabat karena kedekatan mereka dengan Rasulullah ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Shalat di atas tikar (khumrah)" (Bab 68), no. 465, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Fadhail ash-Shahabah, no. 2479.
Teks hadits yang disebutkan dalam pertanyaan adalah bagian dari hadits yang lebih panjang. Dalam riwayat lengkapnya, dua sahabat tersebut adalah Usaid bin Hudhair dan 'Abbad bin Bisyr radhiyallahu 'anhuma. Kisah lengkapnya dalam riwayat Imam Muslim:
<p>عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ أُسَيْدَ بْنَ حُضَيْرٍ، وَعَبَّادَ بْنَ بِشْرٍ، حَدَّثَاهُ أَنَّهُمَا خَرَجَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِي لَيْلَةٍ سَوْدَاءِ مُظْلِمَةٍ، وَمَعَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَصًا لَهُ، فَبَيْنَا هُمَا يَمْشِيَانِ إِذْ خَرَجَ مِنْ عِنْدِ أَحَدِهِمَا مِثْلُ الشِّعْلَةِ، فَأَضَاءَ لَهُ، حَتَّى إِذَا افْتَرَقَا خَرَجَ مِنْ عِنْدِ الآخَرِ مِثْلُ ذَلِكَ، حَتَّى افْتَرَقَا عَلَى مِثْلِ الطَّرِيقِ</p>
Artinya: "Dari Anas bin Malik, bahwa Usaid bin Hudhair dan 'Abbad bin Bisyr menceritakan kepadanya, bahwa keduanya keluar dari sisi Rasulullah ﷺ pada malam yang sangat gelap, dan masing-masing membawa tongkat. Ketika keduanya berjalan, tiba-tiba dari salah seorang di antara mereka keluar cahaya seperti obor yang menerangi jalannya. Ketika keduanya berpisah, dari yang lain juga keluar cahaya seperti itu, sehingga keduanya berpisah dalam keadaan jalan mereka terang." (HR. Muslim no. 2479)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat Nabi ﷺ yang nyata. Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam Kitab Shalat, Bab "Shalat di atas khumrah" (tikar kecil dari pelepah kurma). Ini menunjukkan bahwa konteks kisah ini berkaitan dengan shalat — yaitu bahwa kedua sahabat tersebut sebelumnya shalat di belakang Nabi ﷺ di atas tikar (khumrah), lalu mereka keluar setelahnya dan mendapatkan cahaya sebagai karomah dari Allah ﷻ.
Penjelasan dari para ulama:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (2/96) menjelaskan bahwa hadits ini adalah mukjizat yang nyata bagi Nabi ﷺ. Beliau menukil perkataan Imam Al-Khaththabi bahwa cahaya yang muncul ini adalah karamah (kemuliaan) yang Allah berikan kepada kedua sahabat tersebut karena keberkahan mereka duduk dan shalat bersama Nabi ﷺ. Ini juga menunjukkan keutamaan shalat berjamaah di masjid Nabi.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (15/175) menjelaskan bahwa ini termasuk mukjizat Nabi ﷺ yang agung. Beliau berkata: "Dalam hadits ini terdapat mukjizat yang nyata bagi Rasulullah ﷺ, dan kemuliaan bagi kedua sahabat tersebut."
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa cahaya yang muncul dari tongkat atau dari tubuh mereka adalah perkara yang Allah jadikan sebagai tanda kemuliaan. Ini bukan sihir atau rekayasa, tetapi kekuasaan Allah yang nyata.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam menjelaskan ayat-ayat tentang cahaya sering mengaitkannya dengan cahaya iman. Cahaya yang tampak secara fisik ini adalah simbol dari cahaya iman yang ada di hati mereka berdua.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Keutamaan shalat berjamaah — Kedua sahabat ini keluar dari sisi Nabi ﷺ setelah shalat, dan Allah memuliakan mereka dengan cahaya.
- Mukjizat Nabi ﷺ — Ini adalah bukti kenabian yang nyata, bahwa Allah mendukung para nabi-Nya dengan hal-hal di luar kebiasaan.
- Karamah para sahabat — Allah memuliakan para sahabat karena keimanan dan kedekatan mereka dengan Nabi ﷺ.
- Cahaya iman — Sebagaimana cahaya fisik menerangi jalan mereka, cahaya iman menerangi hati seorang mukmin dalam menjalani kehidupan.
Story Telling
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan bahwa Usaid bin Hudhair dan 'Abbad bin Bisyr radhiyallahu 'anhuma adalah dua sahabat yang sangat mencintai shalat berjamaah di masjid Nabi ﷺ. Pada suatu malam yang sangat gelap, mereka berdua shalat di belakang Rasulullah ﷺ. Setelah selesai, mereka pamit pulang.
Ketika mereka berjalan di kegelapan malam, tiba-tiba dari salah seorang dari mereka muncul cahaya seperti obor yang menerangi jalan di depannya. Mereka takjub, tetapi terus berjalan. Ketika tiba di persimpangan jalan dan keduanya hendak berpisah menuju rumah masing-masing, dari sahabat yang lain juga muncul cahaya serupa. Maka masing-masing dari mereka pulang dengan diterangi cahaya hingga sampai ke rumahnya.
Subhanallah! Ini adalah kemuliaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang mencintai shalat berjamaah dan dekat dengan Rasul-Nya. Cahaya yang tampak di dunia ini adalah gambaran dari cahaya yang akan Allah sempurnakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman di hari kiamat kelak.
Kesimpulan Praktis
- Jaga shalat berjamaah — Kedekatan dengan masjid dan shalat berjamaah membawa keberkahan yang nyata.
- Yakinlah pada mukjizat Nabi ﷺ — Hadits ini menguatkan keimanan kita bahwa Nabi ﷺ adalah benar-benar utusan Allah.
- Berharap cahaya di hari kiamat — Cahaya iman yang kita jaga di dunia akan menjadi cahaya yang menerangi jalan kita di hari kiamat.
- Cintai para sahabat — Mereka adalah generasi terbaik yang Allah muliakan dengan berbagai karamah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.