Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4639 tentang Bab Al-Manna dan Salwa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa jamur kam'a (truffle) termasuk jenis makanan yang Allah berikan secara alami tanpa usaha manusia, seperti al-mann yang diturunkan kepada Bani Israil. Air dari jamur ini juga memiliki khasiat sebagai obat untuk penyakit mata. Ini menunjukkan karunia Allah dalam ciptaan-Nya dan anjuran untuk menggunakan pengobatan yang dibolehkan syariat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Baqarah [2]: 57

وظللنا عليكم الغمام وأنزلنا عليكم المن والسلوى

"Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu al-mann dan as-salwa." (Makanan yang diberikan Allah kepada Bani Israil di padang pasir secara ajaib)

Hadits terkait:

Dari Sa'id bin Zaid radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

الْكَمْأَةُ مِنَ الْمَنِّ وَمَاؤُهَا شِفَاءُ الْعَيْنِ

"Al-Kam'a (jamur truffle) adalah dari al-mann (sejenis makanan yang turun dari langit tanpa usaha), dan airnya adalah obat untuk penyakit mata."

(HR. Al-Bukhari no. 4639, Kitab Tafsir, Bab Al-Mann wa As-Salwa)

Penjelasan ulama:

Imam Al-Bukhari rahimahullah menempatkan hadits ini dalam bab tafsir tentang al-mann yang disebut dalam Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa beliau memahami kam'a sebagai bagian dari jenis al-mann secara makna, bukan secara persis sama.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah (dalam Fath al-Bari) menjelaskan bahwa maksud "dari al-mann" adalah bahwa jamur ini tumbuh tanpa ditanam dan tanpa usaha manusia, sebagaimana al-mann yang diturunkan Allah kepada Bani Israil tanpa mereka tanam.

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (meskipun Muslim meriwayatkan hadits ini juga) menjelaskan bahwa air jamur kam'a berkhasiat untuk mengobati penyakit mata, dan ini termasuk pengobatan yang diajarkan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab tafsirnya, dan juga oleh Imam Muslim dalam kitab Asyribah (minuman). Ini menunjukkan pentingnya hadits ini dalam dua aspek: tafsir Al-Qur'an dan pengobatan Nabi.

Makna "Al-Kam'a min Al-Mann"

Para ulama dari kalangan salaf menjelaskan bahwa maksudnya bukanlah bahwa jamur kam'a itu persis sama dengan al-mann yang diturunkan kepada Bani Israil. Akan tetapi, keduanya memiliki kesamaan sifat: sama-sama diberikan Allah tanpa usaha dan tanpa ditanam oleh manusia.

Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (QS. Al-Baqarah: 57) menjelaskan bahwa al-mann adalah sejenis makanan manis yang turun dari langit seperti embun, lalu mengeras menjadi seperti madu. Adapun kam'a adalah jamur yang tumbuh di tanah tanpa ditanam.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa al-mann adalah makanan yang Allah berikan secara khusus kepada Bani Israil sebagai mukjizat. Adapun kam'a disebut "dari al-mann" karena kesamaan sifatnya: tumbuh tanpa usaha manusia.

Makna "Airnya obat penyakit mata"

Para ulama berbeda pendapat tentang maksud "airnya":

  1. Pendapat pertama (mayoritas ulama seperti Imam an-Nawawi, Ibn Hajar, dan al-Qurthubi): Air yang dimaksud adalah air yang keluar dari jamur kam'a ketika diperas atau direbus. Air ini digunakan sebagai obat tetes mata.
  2. Pendapat kedua (sebagian ulama): Maksudnya adalah air yang digunakan untuk mencuci jamur tersebut, lalu air cucian itu digunakan untuk obat mata.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitab Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa pengobatan dengan air kam'a ini termasuk pengobatan yang disyariatkan dan telah terbukti secara empiris bermanfaat untuk penyakit mata, terutama yang disebabkan oleh faktor dingin atau lembab.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berobat dengan benda-benda yang diciptakan Allah, selama tidak mengandung syirik atau hal yang diharamkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, sekelompok sahabat Nabi ﷺ mengumpulkan jamur kam'a di padang pasir. Mereka kemudian membawanya kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda:

"Jamur ini termasuk al-mann, dan airnya adalah obat untuk penyakit mata."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sa'id bin Zaid)

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak ragu untuk bertanya dan mengambil manfaat dari apa yang Allah ciptakan. Mereka tidak menganggap remeh sesuatu yang kecil, karena di dalamnya bisa terdapat keberkahan dan kesembuhan.

Hikmah yang bisa kita ambil: Jangan meremehkan karunia Allah yang kecil sekalipun. Terkadang kesembuhan datang dari hal-hal yang sederhana. Dan yang terpenting, kita diajarkan untuk selalu bersandar kepada Allah dalam setiap pengobatan, karena Dialah yang memberi kesembuhan hakiki.

Kesimpulan Praktis

  1. Jamur kam'a (truffle) adalah makanan yang halal dan baik, karena termasuk jenis al-mann yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai karunia Allah.
  2. Air jamur kam'a berkhasiat untuk mengobati penyakit mata, sebagaimana sabda Nabi ﷺ. Ini termasuk pengobatan yang disyariatkan.
  3. Kita boleh menggunakan pengobatan dari bahan-bahan alami yang diciptakan Allah, selama tidak bertentangan dengan syariat.
  4. Hadits ini mengajarkan kita untuk bersyukur atas karunia Allah yang beragam, baik yang tampak besar maupun yang tampak kecil.
  5. Jangan meremehkan pengobatan tradisional yang sesuai syariat, karena Nabi ﷺ sendiri mengajarkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.