Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan salah satu tanda besar hari Kiamat, yaitu terbitnya matahari dari arah barat. Ketika peristiwa dahsyat itu terjadi, semua orang akan beriman, tetapi iman mereka saat itu sudah tidak diterima oleh Allah. Ini adalah batas akhir pintu taubat dan iman bagi seluruh umat manusia. Hadits ini juga menegaskan bahwa iman yang bermanfaat hanyalah iman yang lahir dari keyakinan dan pilihan hati, bukan karena terpaksa melihat tanda-tanda kekuasaan Allah secara langsung.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang dibaca oleh Nabi ﷺ:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-An'am [6]: 158:
هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ
"Tidaklah mereka menunggu-nunggu kecuali datangnya malaikat kepada mereka, atau datangnya Tuhanmu, atau datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) mengusahakan kebaikan dalam imannya. Katakanlah, 'Tunggulah! Sesungguhnya kami pun menunggu.'"
Hadits terkait:
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab "لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا", nomor 4636, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (kitab syarah Shahih Al-Bukhari yang paling terkenal) menjelaskan secara panjang lebar tentang makna hadits ini dan kaitannya dengan ayat tersebut. Beliau menegaskan bahwa yang dimaksud dengan "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" dalam ayat tersebut adalah terbitnya matahari dari barat, berdasarkan hadits-hadits shahih yang menjelaskannya.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa terbitnya matahari dari barat adalah tanda kiamat yang paling besar, dan saat itu pintu taubat ditutup.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Terbitnya matahari dari barat adalah tanda kiamat yang pasti terjadi.
Ini adalah salah satu tanda besar hari Kiamat yang wajib diimani oleh setiap muslim. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim ketika menafsirkan QS. Al-An'am ayat 158 menjelaskan bahwa jumhur (mayoritas) ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat bahwa "sebagian tanda-tanda Tuhanmu" yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah terbitnya matahari dari barat. Beliau menyebutkan banyak hadits yang menguatkan hal ini, termasuk hadits Abu Hurairah di atas.
2. Saat itu, iman tidak lagi bermanfaat.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman menjelaskan bahwa ketika tanda-tanda besar kiamat telah muncul, seperti terbitnya matahari dari barat, maka seluruh manusia akan beriman secara terpaksa karena menyaksikan sendiri kekuasaan Allah yang luar biasa. Namun, iman yang lahir karena keterpaksaan dan setelah terbukanya hal-hal ghaib secara langsung tidak lagi diterima oleh Allah. Iman yang bermanfaat hanyalah iman yang lahir dari keikhlasan dan pilihan hati ketika hal-hal ghaib masih tersembunyi.
3. Pintu taubat ditutup.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan tertutupnya pintu taubat bagi seluruh manusia setelah matahari terbit dari barat. Beliau mengutip pendapat para ulama bahwa taubat dan iman hanya diterima sebelum datangnya tanda-tanda besar kiamat ini. Setelah itu, tidak ada lagi penerimaan taubat, baik bagi orang kafir yang ingin beriman maupun bagi orang muslim yang ingin memperbaiki diri.
4. Urgensi bersegera dalam beriman dan beramal shalih.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya At-Takhwif min An-Nar dan berbagai kitab lainnya sering mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui kapan tanda-tanda kiamat akan datang. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya bersegera dalam beriman, beramal shalih, dan bertaubat sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat.
5. Perbedaan pendapat tentang urutan tanda-tanda kiamat besar.
Para ulama berbeda pendapat tentang urutan munculnya tanda-tanda kiamat besar. Namun, yang terpenting adalah keyakinan bahwa semuanya pasti terjadi. Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Tafsir untuk menunjukkan bahwa ayat Al-Qur'an tersebut ditafsirkan oleh sabda Nabi ﷺ secara langsung, yang merupakan penafsiran terbaik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri — seorang ulama tabi'in yang terkenal dengan kesalehan dan kesedihannya karena takut kepada Allah — sering kali menangis ketika membicarakan tentang hari kiamat. Beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan pernah melihat suatu hari yang lebih dahsyat daripada hari ketika matahari terbit dari barat. Pada hari itu, seluruh makhluk akan beriman, tetapi iman mereka tidak diterima."
Beliau kemudian membacakan ayat, "Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu." (QS. Al-An'am: 158). Al-Hasan Al-Bashri ingin mengingatkan bahwa kesempatan untuk beriman dan bertaubat hanyalah di dunia ini, sebelum datangnya hari yang penyesalan itu.
Hikmah dari kisah ini adalah betapa pentingnya memanfaatkan waktu yang ada sekarang ini untuk beriman dengan benar dan beramal shalih, sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Kesimpulan Praktis
- Imani dengan yakin bahwa terbitnya matahari dari barat adalah salah satu tanda besar hari Kiamat yang pasti terjadi.
- Bersegera dalam taubat sebelum pintu taubat ditutup, karena kita tidak tahu kapan tanda-tanda besar itu datang.
- Ikhlas dalam beriman — iman yang diterima Allah adalah iman yang lahir dari pilihan hati, bukan karena keterpaksaan melihat tanda-tanda kekuasaan Allah secara langsung.
- Perbanyak amal shalih selagi masih ada kesempatan, karena setelah matahari terbit dari barat, amal tidak lagi bermanfaat.
- Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, bukan sebagai bahan ketakutan yang berlebihan, tetapi sebagai pengingat yang membawa kepada kebaikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.