Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4627 tentang Lima kunci ghaib hanya diketahui Allah semata

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa ada lima perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah semata, yaitu: kapan hari kiamat, turunnya hujan, isi rahim, apa yang akan terjadi esok hari, dan di mana seseorang akan mati. Sebagai seorang mukmin, kita wajib beriman sepenuhnya bahwa ilmu tentang hal-hal itu mutlak milik Allah dan tidak dapat diketahui oleh makhluk-Nya. Ini mengingatkan kita untuk tidak bergantung pada ramalan atau dukun, sebaliknya kita harus tawakal, bersyukur, dan senantiasa memperbaiki amal karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Rujukan Ulama & Dalil

Dalil utama hadits ini adalah sabda Nabi ﷺ dari riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Hadits ini juga merupakan penjelasan dari firman Allah:

لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

(QS. Luqman [31]: 34)

Terjemahan: "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Kitab Tafsir (no. 4627) dan juga oleh Imam Muslim. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menegaskan kesahihannya. Para ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam mazhab sepakat bahwa kelima hal ini termasuk mafatihul ghaib (kunci-kunci perkara ghaib) yang hanya diketahui Allah.

Keterangan dari ulama:

  • Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim (3/395) menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kekuasaan Allah yang mutlak dan menjadi bantahan terhadap klaim para dukun dan peramal.
  • Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim (16/211) mengatakan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui hal-hal tersebut secara terperinci kecuali Allah.
  • Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir as-Sa’di (hlm. 1012) menekankan bahwa iman kepada keghaiban ini adalah bagian dari iman kepada takdir dan tauhid.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menerangkan lima kunci perkara ghaib yang tidak dapat diketahui oleh siapa pun selain Allah Ta’ala. Mari kita bedakan secara ringkas:

  1. Ilmu tentang hari kiamat – Waktu pasti terjadinya kiamat hanya Allah yang tahu. Para nabi pun tidak diberi pengetahuan waktu yang spesifik. Ini sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-A’raf [7]: 187.
  2. Menurunkan hujan – Kapan hujan akan turun, di mana, berapa banyak, dan siapa yang akan mendapatkannya hanya Allah yang Maha Tahu. Manusia bisa memperkirakan, tetapi ketetapan pasti di tangan Allah.
  3. Apa yang ada dalam rahim – Ilmu tentang jenis kelamin, nasib, ajal, dan segala detail janin hanya milik Allah. Teknologi modern seperti USG hanya mampu mendeteksi sebagian kondisi fisik, bukan takdirnya.
  4. Apa yang akan diperoleh esok hari – Manusia tidak tahu apa yang akan terjadi besok, apakah ia akan sehat atau sakit, kaya atau miskin, beramal baik atau buruk. Ini mengajarkan kita untuk tidak sombong dan selalu berencana dengan tawakal.
  5. Di mana ia akan mati – Lokasi kematian seseorang telah ditentukan di Lauh Mahfuzh. Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila telah ditetapkan ajal seseorang di suatu tempat, maka ia akan datang ke tempat itu.” (HR. Ahmad, hasan)

Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam (1/473) menulis bahwa hadits ini merupakan dalil bahwa seorang mukmin tidak boleh terlalu galau menghadapi masa depan karena ia tidak tahu apa pun yang akan terjadi. Justru ia harus bertakwa pada hari ini.

Imam al-Bukhari ditempatkan hadits ini dalam bab tafsir ayat tersebut untuk menunjukkan bahwa sabda Nabi ﷺ adalah tafsir langsung dari firman Allah. Ini juga menjadi peringatan untuk tidak percaya kepada tukang ramal atau paranormal yang mengaku tahu masa depan.

Para ulama sepakat bahwa ilmu tentang kelima hal ini adalah ghaib mutlak – tidak dapat diperoleh melalui kemampuan manusia, wahyu, atau ilham, kecuali jika Allah memberitahukan kepada nabi-Nya dengan ketentuan tertentu. Namun, pemberitahuan itu hanya terbatas pada apa yang Allah kehendaki, dan tidak pernah secara terperinci seperti yang disangkakan kaum musyrik.

Perbedaan pendapat yang ringan:

Ada sebagian ulama yang memperdebatkan apakah kata mafi al-arham meliputi semua keadaan janin atau hanya jenis kelamin. Namun, jumhur seperti Mujahid, Qatadah, Ibn Jarir ath-Thabari (yang sezaman dengan ulama dalam daftar) mengatakan bahwa ilmu secara mutlak hanya milik Allah. Wallahu a'lam.

Story Telling

Diriwayatkan dari Al-Hasan al-Bashri rahimahullah (seorang tabi'in agung) bahwa suatu hari beliau bertemu dengan seorang lelaki yang tampak gelisah. Lelaki itu berkata, "Wahai Abu Sa'id, aku takut akan masa depanku. Apa yang akan terjadi besok?" Al-Hasan tersenyum dan berkata, "Wahai saudaraku, tahukah engkau bahwa besok adalah perkara yang tidak ada seorang pun mengetahuinya? Bukankah Allah Ta'ala telah berfirman, 'Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok'? Maka jika engkau tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lebih baik sibukkan dirimu dengan apa yang engkau hadapi hari ini: takutlah kepada Allah, tunaikan hak-Nya, dan jangan terlalu cemas. Sebab kecemasan terhadap masa depan adalah pekerjaan setan." (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Dunya dalam at-Tawakkul dengan sanad yang sahih, dan dinukil oleh Ibn Rajab)

Kisah ini mengajarkan bahwa kita tidak perlu risau berlebihan tentang besok, karena itu urusan Allah. Kewajiban kita hanyalah beramal ikhlas pada hari ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman secara yakin bahwa pengetahuan tentang kelima perkara ghaib hanya milik Allah, tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya.
  2. Jangan percaya kepada dukun, peramal, horoskop, atau paranormal yang mengaku tahu masa depan. Itu termasuk kesyirikan.
  3. Tawakal dan bersyukur - Karena kita tidak tahu kapan hujan datang atau apa yang akan terjadi esok, kita perlu bersandar kepada Allah dan mensyukuri setiap nikmat saat ini.
  4. Perbaiki amal - Karena kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja, hendaklah kita selalu bertobat dan memperbanyak bekal akhirat.
  5. Tenangkan hati - Tidak perlu khawatir berlebihan tentang apa yang tidak kita ketahui. Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.