Penjelasan Hadits Bukhari No. 4571 tentang Shalat malam Nabi dan witir

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kebiasaan malam Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ketika menginap di rumah Maimunah. Nabi ﷺ tidur di awal malam, lalu bangun di pertengahan malam, mengusap wajahnya, membaca sepuluh ayat terakhir Surat Ali Imran, berwudhu dengan sempurna, lalu shalat malam dua-dua rakaat dan ditutup dengan witir satu rakaat. Hadits ini mengajarkan adab bangun malam, keutamaan membaca ayat-ayat akhir Ali Imran, dan disyariatkannya shalat malam serta witir.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang dibaca Nabi ﷺ (sepuluh ayat terakhir Ali Imran, di antaranya):

QS. Ali Imran [3]: 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Terjemahan: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."

QS. Ali Imran [3]: 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Terjemahan: "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.'"

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Tafsir, no. 4571, dari sahabat Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari sebagai dalil disyariatkannya membaca sepuluh ayat akhir Ali Imran saat bangun malam, dan sebagai dalil shalat malam dua-dua rakaat lalu witir.

Penjelasan Rinci

1. Adab bangun dari tidur.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi ﷺ bangun di pertengahan malam, lalu "mengusap bekas tidur dari wajahnya dengan kedua tangannya." Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa mengusap wajah saat bangun adalah sunnah, dan sebagian ulama menyebutkan disunnahkan membaca doa bangun tidur sebagaimana dalam hadits lain. Ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap kebersihan dan kesiapan hati sebelum beribadah.

2. Membaca sepuluh ayat terakhir Ali Imran.

Nabi ﷺ membaca QS. Ali Imran [3]: 190–200. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat ini mengandung tauhid, tafakur terhadap ciptaan Allah, doa, dan penutup yang agung. Imam Al-Bukhari sendiri meriwayatkan dalam bab ini, menunjukkan keutamaan khusus ayat-ayat tersebut. Ibnu Abbas sebagai perawi adalah ahli tafsir terkemuka, sehingga riwayat ini juga menjadi rujukan tafsir.

3. Wudhu yang sempurna.

Nabi ﷺ berwudhu dari syann (kantong air dari kulit) yang digantung, dan beliau "menyempurnakan wudhunya." Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan sunnah menyempurnakan wudhu sebelum shalat malam, dan bahwa wudhu tidak harus dari air mengalir.

4. Shalat malam dua-dua rakaat lalu witir.

Nabi ﷺ shalat dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, dua rakaat, lalu witir satu rakaat. Ini sesuai dengan hadits lain yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar: "Shalat malam itu dua-dua rakaat." Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa Nabi ﷺ kadang shalat malam dengan jumlah rakaat yang berbeda, dan witir adalah penutup shalat malam.

5. Perlakuan lembut Nabi ﷺ kepada Ibnu Abbas.

Ketika Ibnu Abbas berdiri di samping beliau, Nabi ﷺ meletakkan tangan kanannya di kepala Ibnu Abbas dan memegang telinganya dengan lembut. Imam An-Nawawi menjelaskan ini sebagai bentuk kasih sayang dan pengajaran, serta menunjukkan bolehnya seorang anak atau pemuda shalat di samping imam dalam shalat malam.

6. Tidur lagi lalu shalat dua rakaat ringan sebelum Subuh.

Setelah witir, Nabi ﷺ tidur lagi, lalu ketika muadzin datang, beliau bangun dan shalat dua rakaat ringan (sunnah fajar), lalu keluar untuk shalat Subuh berjamaah. Imam Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini menunjukkan sunnah shalat dua rakaat fajar dan disunnahkannya meringankannya.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

Tidak ada perbedaan mendasar di antara ulama yang tercantum. Imam Malik (yang meriwayatkan hadits ini) dan Imam Asy-Syafi'i serta Ahmad sepakat bahwa shalat malam dua-dua rakaat dan witir satu rakaat. Yang paling kuat adalah pendapat yang sesuai zhahir hadits: shalat malam dua-dua rakaat, lalu witir.

Story Telling

Ibnu Abbas رضي الله عنهما, seorang pemuda yang masih belia saat itu, menceritakan pengalaman menginap di rumah bibinya Maimunah. Ia sengaja berbaring melintang di atas bantal agar bisa mengamati gerakan Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ bangun dan berwudhu, Ibnu Abbas pun ikut bangun dan berwudhu, lalu berdiri di samping beliau. Nabi ﷺ dengan penuh kasih meletakkan tangan kanannya di kepala Ibnu Abbas dan memegang telinganya dengan lembut, seolah mengarahkan dan membimbingnya. Ibnu Abbas kemudian menjadi ulama besar umat ini, ahli tafsir yang ilmunya menjadi rujukan. Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala mencatat bahwa Ibnu Abbas adalah "tarjuman Al-Qur'an" (juru bicara Al-Qur'an) berkat doa Nabi ﷺ untuknya. Hikmahnya: kedekatan dengan orang shalih dan semangat menuntut ilmu sejak muda akan membuahkan ilmu yang bermanfaat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bangun malam dan mengusap wajah — sunnah yang ringan namun penuh berkah.
  2. Membaca sepuluh ayat terakhir Ali Imran saat bangun malam — amalan yang dianjurkan.
  3. Menyempurnakan wudhu sebelum shalat malam.
  4. Shalat malam dua-dua rakaat, lalu ditutup witir satu rakaat.
  5. Shalat dua rakaat ringan sebelum Subuh (sunnah fajar).
  6. Bersikap lembut kepada anak dan pemuda dalam membimbing ibadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?