Penjelasan Hadits Bukhari No. 4558 tentang Kisah turunnya ayat tentang dua kelompok yang hampir mundur

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ayat QS. Ali 'Imran [3]: 122 turun berkenaan dengan dua kelompok dari kaum Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani Salamah, yang hampir goyah semangatnya dalam Perang Uhud. Meskipun demikian, Allah menyebut diri-Nya sebagai Pelindung mereka, dan justru karena itulah Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma merasa senang ayat ini turun, karena menunjukkan kemuliaan dan penjagaan Allah bagi mereka.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an — QS. Ali 'Imran [3]: 122:

إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

"Ketika dua golongan dari kalian hampir saja merasa lemah (goyah), padahal Allah adalah Pelindung mereka; dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal."

Hadits terkait:

  • Shahih Al-Bukhari no. 4558, Kitab Tafsir, dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma.
  • Diriwayatkan juga oleh Muslim dengan makna serupa, dari Jabir bin Abdullah.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini sebagai dalil bahwa sebab turunnya ayat (asbabun nuzul) bisa diketahui dari sahabat yang menyaksikan langsung peristiwanya.
  • Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menyebutkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Perang Uhud, ketika sebagian pasukan mulai goyah, namun Allah meneguhkan mereka.

Penjelasan Rinci

Makna umum ayat dan hadits:

Ayat ini turun dalam konteks Perang Uhud, ketika pasukan Muslim menghadapi ujian berat. Dua kelompok dari kaum Anshar — yaitu Bani Haritsah dan Bani Salamah — hampir saja merasa lemah dan goyah semangatnya. Namun Allah menyebutkan bahwa Dia adalah Pelindung (wali) mereka.

Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma berkata: "Kami adalah dua kelompok itu... dan kami tidak ingin (atau: tidak akan senang) jika ayat itu tidak diturunkan, karena Allah berfirman: 'Allah adalah Pelindung mereka.'"

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

  1. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Bani Haritsah dan Bani Salamah, karena meskipun mereka disebut "hampir goyah", Allah tetap menyebut diri-Nya sebagai Pelindung mereka. Ini menunjukkan bahwa kekhawatiran sesaat tidak menghapus keimanan dan kemuliaan seseorang di sisi Allah.
  2. Ibnu Katsir menegaskan bahwa ayat ini adalah penghibur bagi orang beriman yang pernah merasa lemah, bahwa Allah tidak meninggalkan mereka selama mereka kembali kepada-Nya.
  3. As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "Allah adalah Pelindung mereka" berarti Allah menolong, menjaga, dan meneguhkan mereka — sehingga rasa takut dan goyah itu tidak berujung pada kekufuran atau kemurtadan.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah "dua kelompok" itu merujuk pada Bani Haritsah dan Bani Salamah (sebagaimana hadits Jabir), atau kelompok lain. Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, karena beliau adalah sahabat yang menyaksikan langsung peristiwa Uhud, dan hadits ini shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

Story Telling

Dalam Perang Uhud, kaum Muslimin mengalami ujian yang sangat berat. Sebagian pasukan mulai goyah karena tekanan musuh dan kekacauan di medan perang. Dua kelompok dari kaum Anshar — Bani Haritsah dan Bani Salamah — hampir saja mundur dan kehilangan semangat.

Allah subhanahu wa ta'ala kemudian menurunkan ayat:

إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا

Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma — yang masih muda saat itu dan ikut dalam Perang Uhud — berkata dengan bangga: "Ayat ini turun tentang kami. Kami adalah dua kelompok itu. Dan kami tidak ingin jika ayat ini tidak turun, karena Allah menyebut diri-Nya sebagai Pelindung kami."

Hikmah: Seorang mukmin tidak perlu malu mengakui kelemahannya, selama ia kembali kepada Allah. Justru pengakuan itu adalah pintu datangnya pertolongan dan penjagaan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan berputus asa ketika merasa lemah atau goyah dalam beramal — selama kita kembali kepada Allah, Dia adalah Pelindung kita.
  2. Ayat ini adalah penghibur bagi orang beriman yang pernah merasa takut atau ragu, bahwa Allah tidak meninggalkan hamba-Nya yang beriman.
  3. Keutamaan sahabat — Bani Haritsah dan Bani Salamah mendapat kemuliaan karena Allah sendiri menyebut mereka dalam Al-Qur'an sebagai orang yang dilindungi-Nya.
  4. Belajar dari sejarah — Perang Uhud mengajarkan bahwa ujian berat adalah bagian dari perjalanan iman, dan pertolongan Allah datang bagi yang bertawakal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?