Penjelasan Hadits Bukhari No. 4489 tentang Keutamaan salat menghadap dua kiblat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sahabat Nabi ﷺ yang berusia muda dan berumur panjang. Ia menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang masih hidup dari para sahabat yang pernah shalat menghadap dua kiblat (Baitul Maqdis lalu Ka'bah) selain dirinya. Hadits ini menunjukkan keutamaan Anas, sekaligus menguatkan bahwa perpindahan kiblat benar-benar terjadi secara nyata dan disaksikan langsung oleh para sahabat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat yang menjadi konteks bab ini adalah firman Allah:

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ

QS. Al-Baqarah [2]: 144

Terjemahan ringkas: "Sungguh Kami melihat wajahmu menengadah ke langit, maka Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana pun kalian berada, palingkanlah wajah kalian ke arahnya."

Hadits terkait:

  • Shahih Al-Bukhari no. 4489, Kitab Tafsir, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu: "لَمْ يَبْقَ مِمَّنْ صَلَّى الْقِبْلَتَيْنِ غَيْرِي" — "Tidak ada yang tersisa dari mereka yang shalat menghadap dua kiblat selain aku."
  • Hadits lain dalam Shahih Al-Bukhari juga menyebutkan perpindahan kiblat, sebagaimana diriwayatkan dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini dalam bab tafsir, dan menyebutkan bahwa perpindahan kiblat terjadi pada bulan Rajab tahun ke-2 Hijriah, serta bahwa Anas termasuk sahabat yang mengalami masa tersebut karena usianya yang panjang.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa perpindahan kiblat adalah peristiwa besar yang disepakati dan menjadi pembeda antara Ahli Kitab dan umat Islam.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sangat menginginkan kiblat dialihkan ke Ka'bah, lalu turunlah ayat ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini pendek, tetapi mengandung beberapa pelajaran penting.

Pertama, perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Ka'bah (Makkah) adalah peristiwa nyata yang terjadi pada masa Nabi ﷺ. Sebelumnya, Nabi ﷺ dan para sahabat shalat menghadap Baitul Maqdis. Setelah turun QS. Al-Baqarah [2]: 144, kiblat dialihkan ke Ka'bah. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menyatakan bahwa ia termasuk orang yang pernah shalat menghadap kedua kiblat tersebut.

Kedua, pernyataan Anas "tidak ada yang tersisa selain aku" menunjukkan bahwa pada saat itu, para sahabat yang mengalami peristiwa dua kiblat sudah banyak yang wafat, dan Anas adalah salah satu yang masih hidup. Ini menunjukkan panjangnya umur Anas dan menjadi bukti sejarah yang kuat.

Ketiga, para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Anas karena ia menjadi saksi langsung perpindahan kiblat. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah juga menyebutkan bahwa perpindahan kiblat terjadi pada tahun ke-2 Hijriah, dan Anas masih kecil saat itu, lalu hidup lama sehingga menjadi rujukan.

Keempat, hadits ini juga menunjukkan bahwa berita tentang perpindahan kiblat sampai kepada umat Islam secara mutawatir (banyak jalur), sehingga tidak ada keraguan tentang kebenarannya. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa perpindahan kiblat adalah ijma' (kesepakatan) umat Islam.

Kelima, dalam konteks fiqih, hadits ini menguatkan bahwa kiblat umat Islam adalah Ka'bah, dan shalat menghadap selain Ka'bah setelah perpindahan tidak sah, kecuali dalam keadaan darurat seperti sakit atau dalam perjalanan yang tidak memungkinkan.

Story Telling

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang mulia. Ia masuk Islam sejak kecil dan melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Ia meriwayatkan banyak hadits, dan doa Nabi ﷺ untuknya dikabulkan: "Ya Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak, dan panjangkanlah umurnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Suatu ketika, setelah Nabi ﷺ wafat dan para sahabat banyak yang wafat, Anas radhiyallahu 'anhu berkata dengan penuh kebanggaan yang jujur: "Tidak ada yang tersisa dari mereka yang shalat menghadap dua kiblat selain aku." Ini bukanlah kesombongan, melainkan penyampaian fakta sejarah agar umat Islam mengetahui bahwa perpindahan kiblat benar-benar terjadi dan disaksikan oleh generasi terbaik.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Anas adalah orang terakhir yang wafat dari para sahabat yang pernah shalat menghadap dua kiblat. Ini menunjukkan betapa panjang umurnya dan betapa besar keutamaannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Percaya dan yakin bahwa perpindahan kiblat adalah peristiwa nyata yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits shahih.
  2. Menghadap Ka'bah dalam shalat adalah kewajiban bagi umat Islam yang mampu, berdasarkan QS. Al-Baqarah [2]: 144.
  3. Mengambil pelajaran dari keutamaan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang panjang umur dan menjadi saksi sejarah.
  4. Menghindari keraguan terhadap berita-berita shahih, karena para sahabat telah menyaksikan dan menyampaikannya dengan jujur.
  5. Mengikuti pemahaman ulama Ahlus Sunnah seperti Ibnu Hajar, Imam an-Nawawi, dan Ibnu Katsir dalam memahami hadits-hadits tentang kiblat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?