Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, bahwa ia ikut berperang bersama Nabi ﷺ sebanyak lima belas kali. Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sendiri memimpin langsung banyak peperangan (ghazwah), dan para sahabat antusias menyertai beliau. Jumlah ini menjadi salah satu riwayat yang menjelaskan banyaknya ghazwah Nabi ﷺ, yang oleh para ulama disebutkan berkisar antara 17 hingga 27 kali, tergantung cara penghitungan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Ahzab [33]: 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Terjemahan: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
Hadits terkait:
Hadits ini terdapat dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Maghazi (Kitab Peperangan), Bab "Kam Ghaza an-Nabi ﷺ" (Berapa Banyak Nabi ﷺ Berperang). Diriwayatkan dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa Al-Bara' sendiri menyaksikan lima belas ghazwah bersama Nabi ﷺ, dan ia menyebutkan jumlah tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya.
- Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan kitab sirahnya membahas perbedaan riwayat tentang jumlah ghazwah Nabi ﷺ, dan menyebutkan bahwa sebagian sahabat menghitung sesuai yang mereka saksikan sendiri.
- Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala' mencatat biografi Al-Bara' bin 'Azib dan menyebutkan keikutsertaannya dalam banyak peperangan.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku berperang bersama Nabi ﷺ lima belas kali." Yang dimaksud adalah ghazwah, yaitu peperangan yang Nabi ﷺ sendiri ikut serta dan memimpinnya secara langsung. Adapun sariyyah (ekspedisi kecil yang dikirim Nabi ﷺ tanpa beliau ikut), tidak termasuk dalam hitungan ini.
Bagaimana ulama memahami hadits ini:
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang jumlah ghazwah Nabi ﷺ. Sebagian menyebutkan 17, sebagian 19, sebagian 21, sebagian 27. Perbedaan ini muncul karena:
- Sebagian sahabat menghitung berdasarkan yang mereka saksikan sendiri, seperti Al-Bara' yang menyebut lima belas.
- Sebagian menghitung termasuk peperangan yang Nabi ﷺ kirim pasukan tanpa beliau hadir.
- Sebagian menghitung peristiwa yang terjadi dalam satu perjalanan sebagai satu ghazwah, sebagian menghitungnya terpisah.
Ibnu Katsir menyebutkan bahwa pendapat yang paling masyhur adalah Nabi ﷺ melakukan sekitar 27 ghazwah, dan beliau sendiri berperang langsung dalam 9 di antaranya. Namun riwayat Al-Bara' ini menunjukkan bahwa setidaknya ada 15 ghazwah yang beliau saksikan bersama Nabi ﷺ.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim ketika membahas hadits serupa menjelaskan bahwa perbedaan angka ini bukanlah pertentangan yang hakiki, melainkan perbedaan cara penghitungan dan perbedaan pengetahuan masing-masing sahabat tentang peperangan yang terjadi.
Pelajaran penting:
- Keteladanan Nabi ﷺ dalam berjihad: Nabi ﷺ tidak hanya memerintahkan, tetapi beliau sendiri terjun langsung ke medan perang. Ini menunjukkan kesungguhan beliau dalam menegakkan agama Allah.
- Kesetiaan para sahabat: Al-Bara' bin 'Azib adalah salah satu sahabat muda yang sangat setia. Ia ikut berperang sejak usia muda dan menyaksikan banyak ghazwah bersama Nabi ﷺ.
- Keberanian dan pengorbanan: Berperang lima belas kali bukanlah hal yang ringan. Ini menunjukkan pengorbanan besar dalam membela Islam.
- Pentingnya mencatat sejarah: Para sahabat saling mengingat dan mencatat peristiwa-peristiwa penting, sehingga umat Islam setelah mereka dapat mengambil pelajaran.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dan Ibnu Katsir sama-sama membahas perbedaan jumlah ghazwah dan menyimpulkan bahwa perbedaan itu adalah perbedaan cara menghitung, bukan pertentangan.
- Adz-Dzahabi menyebutkan riwayat-riwayat ini dalam biografi para sahabat tanpa menolak salah satunya, menunjukkan bahwa semuanya bisa diterima sebagai riwayat yang sahih.
Yang paling kuat: Jumlah ghazwah Nabi ﷺ yang beliau pimpin langsung berkisar antara 15 hingga 27, dan perbedaan ini adalah perbedaan penghitungan, bukan pertentangan dalil.
Story Telling
Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat Anshar dari kaum Khazraj. Ia masuk Islam ketika masih muda, bahkan sebelum usia baligh. Meskipun masih muda, ia sangat bersemangat untuk berjihad di jalan Allah.
Dalam sebuah riwayat, ketika Nabi ﷺ hendak berangkat ke Perang Badar, Al-Bara' datang menawarkan diri untuk ikut. Namun Nabi ﷺ menolaknya karena usianya masih terlalu muda. Al-Bara' pun kembali dengan hati yang sedih karena tidak bisa ikut serta.
Namun, semangatnya tidak pernah padam. Ketika usianya sudah mencukupi, ia ikut serta dalam banyak peperangan bersama Nabi ﷺ. Dalam hadits ini, ia menyebutkan bahwa ia berperang lima belas kali bersama Nabi ﷺ.
Al-Bara' juga dikenal sebagai salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Ia meriwayatkan sekitar 305 hadits, dan hadits-haditsnya banyak terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Ia wafat pada masa pemerintahan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid, dan meninggalkan warisan ilmu yang sangat berharga bagi umat Islam.
Hikmah dari kisah ini: Semangat muda untuk berjihad dan menuntut ilmu tidak boleh padam. Al-Bara' yang awalnya ditolak karena masih muda, akhirnya menjadi salah satu sahabat yang banyak berjihad dan meriwayatkan hadits. Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan kesungguhan akan membuahkan hasil.
Kesimpulan Praktis
- Teladani semangat Nabi ﷺ dan para sahabat dalam membela agama Allah, sesuai kemampuan masing-masing.
- Jangan remehkan orang muda — Al-Bara' yang awalnya ditolak karena usia, kemudian menjadi sahabat yang banyak berjihad dan meriwayatkan hadits.
- Catat dan pelajari sejarah Islam — para sahabat saling mengingatkan dan mencatat peristiwa penting, sehingga kita bisa mengambil pelajaran.
- Pahami perbedaan riwayat dengan bijak — perbedaan jumlah ghazwah adalah perbedaan penghitungan, bukan pertentangan yang harus dipertentangkan.
- Fokus pada inti pelajaran — yang terpenting bukan angka pastinya, tetapi keteladanan Nabi ﷺ dan kesetiaan para sahabat dalam berjihad.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.