Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang semangat Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu dalam membangun Masjid Nabawi, di mana beliau membawa dua bata sekaligus, sementara yang lain hanya satu. Nabi ﷺ melihat hal itu, lalu membersihkan debu dari tubuh Ammar dan bersabda bahwa Ammar akan dibunuh oleh kelompok yang zalim (al-fi'ah al-baghiyah). Ammar mengajak mereka kepada kebaikan, namun mereka mengajaknya kepada keburukan. Hadits ini mengajarkan tentang keutamaan semangat dalam kebaikan, keutamaan Ammar, serta kabar ghaib Nabi ﷺ tentang fitnah yang akan terjadi di akhir zaman.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan, dengan sanad lengkap):
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُخْتَارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ عِكْرِمَةَ، قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ وَلاِبْنِهِ عَلِيٍّ انْطَلِقَا إِلَى أَبِي سَعِيدٍ فَاسْمَعَا مِنْ حَدِيثِهِ. فَانْطَلَقْنَا فَإِذَا هُوَ فِي حَائِطٍ يُصْلِحُهُ، فَأَخَذَ رِدَاءَهُ فَاحْتَبَى، ثُمَّ أَنْشَأَ يُحَدِّثُنَا حَتَّى أَتَى ذِكْرُ بِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ كُنَّا نَحْمِلُ لَبِنَةً لَبِنَةً، وَعَمَّارٌ لَبِنَتَيْنِ لَبِنَتَيْنِ، فَرَآهُ النَّبِيُّ ﷺ فَيَنْفُضُ التُّرَابَ عَنْهُ وَيَقُولُ "وَيْحَ عَمَّارٍ تَقْتُلُهُ الْفِئَةُ الْبَاغِيَةُ، يَدْعُوهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ، وَيَدْعُونَهُ إِلَى النَّارِ". قَالَ يَقُولُ عَمَّارٌ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ.
Terjemahan: Sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, 'Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'"
(QS. Fushshilat [41]: 33)
Ayat ini menggambarkan keutamaan orang yang mengajak kepada kebaikan, sebagaimana Ammar radhiyallahu 'anhu yang mengajak kepada Surga.
Kaitan dengan ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk tentang makna "al-fi'ah al-baghiyah" dan peristiwa terbunuhnya Ammar dalam Perang Shiffin.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga membahas hadits ini dan menjelaskan bahwa kabar Nabi ﷺ tentang terbunuhnya Ammar adalah mukjizat kenabian.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
1. Keutamaan Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu
Ammar bin Yasir adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam. Beliau termasuk orang yang disiksa di jalan Allah bersama kedua orang tuanya, Yasir dan Sumayyah. Kedua orang tuanya mati syahid dalam siksaan tersebut, dan Sumayyah adalah wanita pertama yang mati syahid dalam Islam.
Dalam hadits ini, Nabi ﷺ secara khusus menyebutkan bahwa Ammar akan dibunuh oleh kelompok yang zalim. Ini adalah kabar ghaib yang terbukti ketika Ammar terbunuh dalam Perang Shiffin pada tahun 37 H, dibunuh oleh pasukan Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu. Namun perlu dipahami dengan sangat hati-hati: para ulama menegaskan bahwa Mu'awiyah dan pasukannya adalah sahabat yang memiliki keutamaan, dan peristiwa tersebut adalah ijtihad yang keliru, bukan kekufuran atau kefasikan yang menghilangkan kehormatan mereka.
2. Semangat dalam kebaikan
Ammar membawa dua bata sekaligus, sementara yang lain hanya satu. Ini menunjukkan semangatnya yang luar biasa dalam beribadah dan beramal. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah bentuk keutamaan Ammar dalam bersungguh-sungguh membantu pembangunan masjid.
3. Makna "al-fi'ah al-baghiyah"
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa "al-fi'ah al-baghiyah" adalah kelompok yang zalim, yaitu kelompok yang memerangi Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dalam Perang Shiffin. Namun beliau juga menegaskan bahwa mereka tetap muslim, dan perang tersebut adalah fitnah besar yang terjadi di antara para sahabat.
4. Doa Nabi ﷺ untuk Ammar
Ucapan Nabi ﷺ "وَيْحَ عَمَّارٍ" adalah ungkapan kasih sayang dan belas kasihan, bukan laknat. Ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ kepada Ammar dan kesedihan beliau atas apa yang akan menimpanya.
5. Perlindungan dari fitnah
Jawaban Ammar "أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ" (aku berlindung kepada Allah dari fitnah) menunjukkan bahwa beliau tidak ingin terlibat dalam fitnah tersebut. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu berlindung dari fitnah dan menjauhi perpecahan.
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Ammar bin Yasir terbunuh dalam Perang Shiffin, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu sangat sedih. Beliau berkata, "Barangsiapa yang tidak senang melihat Ammar terbunuh, maka sungguh dia telah membenci apa yang telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ." Kemudian Ali berkata, "Demi Allah, sungguh Nabi ﷺ telah bersabda bahwa Ammar akan dibunuh oleh kelompok yang zalim. Dan sekarang aku melihatnya terbunuh."
Namun yang lebih penting, para ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah ujian bagi umat Islam. Kita tidak boleh mencela salah satu pihak, karena keduanya adalah sahabat yang mulia. Yang benar adalah kita mengambil pelajaran tentang bahaya perpecahan dan pentingnya persatuan.
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah dalam kebaikan — seperti Ammar yang membawa dua bata, kita pun harus bersungguh-sungguh dalam beramal, meskipun orang lain hanya melakukan yang biasa-biasa saja.
- Yakinlah pada kebenaran kabar Nabi ﷺ — hadits ini adalah bukti mukjizat kenabian yang terbukti nyata.
- Jauhi fitnah dan perpecahan — jawaban Ammar "aku berlindung kepada Allah dari fitnah" adalah doa yang sangat baik untuk kita amalkan setiap hari.
- Jangan mencela para sahabat — peristiwa Shiffin adalah ijtihad para sahabat yang keliru, namun mereka tetap mulia di sisi Allah.
- Amalkan doa perlindungan dari fitnah — kita bisa membaca: "اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi).
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.