Bab Penyakit dan Kematian Nabi
Shahih
haddatsana aliyyu ibnu abdi allahi, haddatsana abdu arrazzaqi, akhbarana mamarun, ani azzuhriyyi, an ubaydi allahi ibni abdi allahi ibni utbaha, ani abni abbasin rdh allah nhm qala lamma hudhira rasulu allahi wafi albayti rijalun, faqala annabiyyu " halummu aktub lakum kitaban la tadhillu badahu ". faqala badhuhum inna rasula allahi qad ghalabahu alwajau waindakumu alquranu, hasbuna kitabu allahi. fakhtalafa ahlu albayti wakhtashamu, faminhum man yaqulu qarribu yaktubu lakum kitaban la tadhillu badahu. waminhum man yaqulu ghayra dzalika, falamma aktsaru allaghwa waalikhtilafa qala rasulu allahi " qumu ". qala ubaydu allahi fakana yaqulu abnu abbasin inna arraziyyaha kulla arraziyyahi ma hala bayna rasuli allahi wabayna an yaktuba lahum dzalika alkitaba likhtilafihim walaghathihim.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abdul Razzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari Al-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah, dari Ibn Abbas, ia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di ambang kematian dan ada beberapa orang di rumah, beliau berkata: 'Dekatlah, aku akan menuliskan untuk kalian sesuatu yang setelah itu kalian tidak akan tersesat.' Beberapa dari mereka (yaitu sahabat-sahabatnya) berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang sakit parah dan kalian memiliki Al-Qur'an. Kitab Allah sudah cukup bagi kami.' Maka orang-orang di rumah itu berbeda pendapat dan mulai berselisih. Beberapa dari mereka berkata: 'Berikanlah kepadanya alat tulis agar ia dapat menuliskan untuk kalian sesuatu yang setelah itu kalian tidak akan tersesat.' Sedangkan yang lainnya berkata sebaliknya. Ketika pembicaraan dan perbedaan mereka semakin meningkat, Rasulullah berkata: 'Berdirilah.' Ibn Abbas biasa berkata: 'Tidak diragukan lagi, sangat disayangkan (bencana besar) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terhalang untuk menuliskan bagi mereka tulisan itu karena perbedaan dan keributan mereka.'