Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak membenci sahabat Nabi, khususnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ melarang Buraidah radhiyallahu ‘anhu membenci Ali, dan menegaskan bahwa Ali memiliki keutamaan dan hak yang besar. Pelajaran utamanya adalah larangan membenci para sahabat dan perintah untuk mencintai mereka, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Shahih Al-Bukhari, Kitab Perang, Bab Pengiriman Ali bin Abi Thalib dan Khalid bin Al-Walid ke Yaman Sebelum Haji Wada, no. 4350. Dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya (Buraidah) radhiyallahu ‘anhu.
Ayat Al-Qur’an yang terkait:
Allah Ta’ala berfirman:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
(QS. At-Taubah [9]: 100)
Artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”
Ayat ini menunjukkan keridhaan Allah kepada seluruh sahabat, termasuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
Penjelasan Ulama:
- Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ali bin Abi Thalib dan larangan membencinya. Beliau berkata, “Hadits ini adalah salah satu dalil yang menunjukkan keutamaan Ali radhiyallahu ‘anhu dan kewajiban mencintainya.”
- Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (8/104) menjelaskan bahwa perkataan Nabi ﷺ “Jangan benci dia, karena dia lebih berhak atas khumus daripada itu” adalah isyarat bahwa Ali memiliki hak yang besar dalam harta rampasan perang, namun yang lebih penting adalah kedudukannya di sisi Allah dan Rasul-Nya.
- Imam Al-Bukhari rahimahullah sendiri menempatkan hadits ini dalam bab yang menunjukkan pengiriman Ali dan Khalid ke Yaman, yang merupakan bagian dari sirah dan keutamaan para sahabat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menceritakan bahwa Buraidah radhiyallahu ‘anhu pada awalnya memiliki perasaan kurang suka (benci) kepada Ali bin Abi Thalib. Ketika Nabi ﷺ mengutus Ali untuk mengambil bagian khumus (seperlima harta rampasan perang) dari pasukan yang dipimpin Khalid bin Al-Walid, Buraidah merasa tidak senang dan mengadu kepada Khalid. Namun, ketika mereka kembali kepada Rasulullah ﷺ dan Buraidah menyampaikan perasaannya, Nabi ﷺ langsung melarangnya dengan tegas: “Jangan benci dia, karena dia lebih berhak atas khumus daripada itu.”
Makna “lebih berhak atas khumus daripada itu” menurut para ulama adalah bahwa Ali radhiyallahu ‘anhu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah, sehingga haknya dalam urusan dunia (seperti khumus) hanyalah sebagian kecil dari keutamaan yang Allah berikan kepadanya. Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam Fathul Bari (versi beliau) menjelaskan bahwa larangan membenci Ali ini bersifat umum, dan mencakup semua sahabat Nabi ﷺ.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Larangan membenci sahabat Nabi ﷺ, khususnya Ali bin Abi Thalib. Siapa pun yang membenci sahabat, maka ia telah menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ.
- Keutamaan Ali bin Abi Thalib yang sangat besar, sehingga Nabi ﷺ secara khusus melarang membencinya.
- Adab terhadap sesama sahabat – meskipun Buraidah memiliki perasaan kurang suka, ia tetap menyampaikannya kepada Nabi ﷺ dan langsung menerima nasihat dengan lapang dada. Ini menunjukkan ketaatan para sahabat.
- Pentingnya membersihkan hati dari kebencian terhadap orang-orang beriman, apalagi terhadap sahabat Nabi ﷺ.
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang membenci Ali, maka ia telah menyelisihi sunnah, karena Nabi ﷺ melarang membencinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-I’tiqad)
Story Telling
Kisah ini menunjukkan betapa mulianya akhlak para sahabat. Buraidah radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat yang jujur dan tulus. Ketika ia merasa ada sesuatu di hatinya, ia tidak menyembunyikannya, tetapi langsung bertanya kepada Rasulullah ﷺ. Dan ketika Nabi ﷺ melarangnya, ia pun menerima dan meninggalkan perasaan itu.
Diriwayatkan bahwa setelah kejadian ini, Buraidah radhiyallahu ‘anhu menjadi salah satu pembela setia Ali bin Abi Thalib. Bahkan dalam perang Jamal dan Shiffin, ia berada di pihak Ali radhiyallahu ‘anhu. Ini menunjukkan bahwa nasihat Nabi ﷺ telah mengubah hatinya sepenuhnya.
Hikmah: Janganlah kita membiarkan kebencian bersarang di hati terhadap sesama muslim, apalagi terhadap para sahabat Nabi ﷺ. Kebencian adalah penyakit hati yang dapat merusak iman. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk saling mencintai karena Allah.
Kesimpulan Praktis
- Wajib mencintai semua sahabat Nabi ﷺ, termasuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
- Haram hukumnya membenci sahabat, karena hal itu bertentangan dengan perintah Nabi ﷺ.
- Jika ada perasaan kurang suka terhadap seorang muslim, segera perbaiki hati dan ingatlah keutamaan mereka di sisi Allah.
- Pelajari sirah dan keutamaan para sahabat agar hati kita semakin cinta kepada mereka.
- Jangan mudah terpengaruh oleh cerita-cerita yang merendahkan sahabat, karena semua sahabat adalah adil dan mulia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.