Penjelasan Hadits Bukhari No. 4284 tentang Tempat berkemah Nabi saat pembebasan Mekah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi kabar gembira Nabi ﷺ tentang pembebasan kota Makkah, dan beliau menyebutkan bahwa tempat berkemah beliau nanti — insya Allah — adalah di Al-Khaif, yaitu sebuah lembah di Mina. Nabi ﷺ mengaitkan tempat itu dengan peristiwa kaum kafir Quraisy yang pernah bersumpah memboikot Bani Hasyim. Hadits ini menunjukkan kebenaran kenabian beliau, karena apa yang beliau kabarkan terjadi persis sebagaimana disabdakan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Maghazi (Kitab Perang), dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَنْزِلُنَا إِنْ شَاءَ اللَّهُ، إِذَا فَتَحَ اللَّهُ، الْخَيْفُ، حَيْثُ تَقَاسَمُوا عَلَى الْكُفْرِ»

Terjemahannya: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tempat kita berkemah — insya Allah — apabila Allah memberi kemenangan, adalah Al-Khaif, yaitu tempat di mana mereka (kaum kafir) saling bersumpah untuk tetap di atas kekafiran.'"

Adapun ayat yang berkaitan dengan peristiwa pemboikotan Bani Hasyim, Allah berfirman:

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

(QS. Al-Anfal [8]: 30)

Maknanya: "Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir merencanakan tipu daya terhadapmu untuk menahanmu, membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah selalu menjaga Nabi-Nya dari makar orang kafir, sebagaimana dalam peristiwa boikot dan perjanjian mereka di Al-Khaif.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk salah satu bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ. Nabi ﷺ mengabarkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, yaitu pembebasan Makkah (Fathu Makkah), dan beliau menyebutkan secara spesifik tempat beliau akan berkemah, yaitu Al-Khaif. Al-Khaif adalah sebuah lembah di dekat Mina, di sana dahulu kaum Quraisy mengadakan perjanjian dan sumpah untuk memboikot Bani Hasyim dan Bani Muththalib, tidak akan menikahkan, tidak akan berjual beli, dan tidak akan bergaul dengan mereka, sampai mereka menyerahkan Nabi ﷺ untuk dibunuh. Peristiwa boikot ini terjadi di lembah tersebut, dan Nabi ﷺ mengingatnya dalam hadits ini.

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Al-Maghazi, bab tentang di mana Nabi ﷺ menurunkan bendera pada hari pembebasan. Ini menunjukkan bahwa hadits ini berkaitan dengan peristiwa Fathu Makkah, dan bahwa Nabi ﷺ benar-benar berkemah di Al-Khaif sebagaimana yang beliau sabdakan.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini mengandung mukjizat, karena Nabi ﷺ mengabarkan hal yang belum terjadi, lalu terjadi persis seperti yang beliau kabarkan. Beliau juga menyebutkan bahwa Al-Khaif adalah tempat yang dikenal di Mina, dan Nabi ﷺ menyebutnya sebagai tempat di mana kaum kafir bersumpah untuk tetap kafir, yaitu dalam perjanjian boikot terhadap Bani Hasyim.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berkemah di tempat yang pernah menjadi tempat perbuatan kufur, selama tempat itu tidak dijadikan tempat ibadah kepada selain Allah. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak menjadikan tempat itu sebagai tempat yang dihormati karena perbuatan kufur, tetapi justru sebagai tempat berkemah biasa.

Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ pada hari Fathu Makkah masuk kota dengan penuh tawadhu, dan beliau berkemah di Al-Khaif sebelum masuk Makkah. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak langsung memasuki kota, tetapi menunggu dan mengatur pasukan dengan tenang.

Adapun makna "حَيْثُ تَقَاسَمُوا عَلَى الْكُفْرِ" (tempat di mana mereka saling bersumpah untuk tetap kafir), para ulama menjelaskan bahwa ini merujuk pada perjanjian yang dilakukan oleh kaum Quraisy di lembah Al-Khaif untuk memboikot Bani Hasyim. Mereka bersumpah untuk tetap dalam kekafiran dan memusuhi Nabi ﷺ. Allah kemudian membalas makar mereka dengan kemenangan bagi Nabi ﷺ dan para sahabat.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ dan para sahabat berangkat menuju Makkah pada tahun ke-8 Hijriah, mereka berjumlah sekitar sepuluh ribu orang. Nabi ﷺ memerintahkan agar mereka tidak berperang kecuali dalam keadaan darurat, dan beliau ingin menunjukkan kekuatan Islam tanpa pertumpahan darah yang besar. Ketika sampai di dekat Makkah, Nabi ﷺ berkemah di Al-Khaif, sebuah lembah di Mina. Di tempat itu dahulu kaum Quraisy berkumpul dan bersumpah untuk memboikot Bani Hasyim, menulis perjanjian yang tidak adil, dan menggantungkannya di dalam Ka'bah. Perjanjian itu begitu kejam sehingga Bani Hasyim dan Bani Muththalib terkurung di lembah Abu Thalib selama tiga tahun, menderita kelaparan dan kesulitan. Namun Allah menghancurkan perjanjian itu, dan Nabi ﷺ akhirnya kembali ke Makkah dengan kemenangan. Ketika beliau berkemah di Al-Khaif, beliau mengingat peristiwa itu dan bersabda bahwa inilah tempat berkemah beliau, sebagai bentuk penggenapan janji Allah. (Kisah ini disebutkan secara ringkas oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.)

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini mengajarkan kita untuk yakin bahwa janji Allah pasti terjadi, meskipun kaum kafir berusaha menghalangi.
  2. Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk tetap tenang dan tawadhu dalam menghadapi kemenangan, tidak sombong, dan tetap mengingat Allah.
  3. Kita dianjurkan untuk mengambil pelajaran dari sejarah, bahwa kezaliman tidak akan abadi, dan Allah akan menolong orang-orang yang beriman.
  4. Hendaknya kita meneladani Nabi ﷺ dalam kesabaran dan keteguhan hati ketika menghadapi tekanan dari orang-orang yang menentang kebenaran.
  5. Kita harus menjauhi sikap ghuluw (berlebihan) dan tetap berpegang pada Al-Qur'an, sunnah, serta pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?