Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ dalam menyembuhkan luka sahabat Salamah bin al-Akwa' radhiyallahu 'anhu dengan cara meniupkan (nafats) pada luka tersebut. Ini menunjukkan bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah, dan Nabi ﷺ diberi keistimewaan sebagai perantara doa dan pengobatan yang penuh berkah. Kisah ini juga mengajarkan kita tentang keyakinan kepada kekuasaan Allah dan keutamaan bertawassul dengan amal shalih serta doa orang-orang shalih.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Isra' [17]: 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
Hadits:
Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari no. 4206, dari Salamah bin al-Akwa' radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (7/482) menjelaskan bahwa tindakan Nabi ﷺ meniupkan air liur pada luka Salamah adalah bentuk pengobatan dengan cara ruqyah yang disyariatkan. Beliau juga menegaskan bahwa ini adalah mukjizat Nabi ﷺ yang menunjukkan bahwa kesembuhan semata-mata dari Allah, dan beliau hanya sebagai perantara.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (14/178) juga membahas tentang nafats (meniup dengan sedikit ludah) sebagai bagian dari pengobatan yang dianjurkan dalam Islam, terutama jika dilakukan dengan niat dan doa.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Yazid bin Abi Ubaid, seorang tabi'in yang melihat langsung bekas luka di kaki Salamah bin al-Akwa'. Ketika ditanya, Salamah menceritakan bahwa luka itu terjadi saat Perang Khaybar. Pada saat itu, beliau terkena tebasan pedang atau senjata musuh sehingga terluka parah. Orang-orang mengira Salamah akan meninggal, namun ia justru mendatangi Nabi ﷺ. Nabi ﷺ kemudian meniupkan air liur beliau yang penuh berkah ke luka tersebut sebanyak tiga kali, dan sejak saat itu Salamah tidak pernah merasakan sakit lagi hingga akhir hayatnya.
Poin-poin penting dari penjelasan ulama:
- Mukjizat Nabi ﷺ: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa peristiwa ini adalah salah satu bukti kenabian. Air liur Nabi ﷺ yang diberkahi Allah menjadi sebab kesembuhan yang sempurna dan permanen. Ini menunjukkan bahwa Allah memberikan kekuasaan khusus kepada Nabi-Nya untuk menjadi perantara kebaikan.
- Pengobatan dengan Ruqyah: Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa nafats (meniup dengan sedikit ludah) adalah bentuk ruqyah yang disyariatkan, terutama jika disertai dengan bacaan doa atau ayat Al-Qur'an. Dalam hadits ini, meskipun tidak disebutkan bacaan spesifik, tindakan Nabi ﷺ sudah cukup menjadi dalil bahwa ruqyah dengan cara seperti ini diperbolehkan dan memiliki keberkahan.
- Keutamaan Salamah bin al-Akwa': Salamah adalah sahabat yang dikenal pemberani dan ikhlas. Lukanya yang parah tidak membuatnya putus asa, justru ia segera mendatangi Nabi ﷺ. Ini mengajarkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dan Rasul-Nya dalam setiap kesulitan.
- Hikmah Tawakkal dan Doa: Kisah ini mengingatkan bahwa kesembuhan hakiki hanya dari Allah. Namun, kita diperintahkan untuk berusaha dengan cara-cara yang syar'i, seperti berobat, berdoa, dan meminta didoakan oleh orang shalih. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (4/12) menekankan bahwa pengobatan dengan doa dan ruqyah adalah bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan.
Story Telling
Kisah Salamah bin al-Akwa' radhiyallahu 'anhu adalah salah satu contoh nyata bagaimana Nabi ﷺ sangat perhatian kepada para sahabatnya. Dalam Perang Khaybar, Salamah bertempur dengan gagah berani hingga terluka parah. Ketika ia datang kepada Nabi ﷺ, beliau tidak hanya mengobati lukanya, tetapi juga menenangkan hatinya. Setelah ditiupkan air liur Nabi ﷺ, Salamah merasakan kesembuhan total. Bahkan, ia berkata, "Aku tidak merasakan sakit lagi hingga saat ini." Ini menunjukkan bahwa keberkahan doa dan sentuhan Nabi ﷺ sangat luar biasa.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani meriwayatkan dalam Fathul Bari bahwa Salamah hidup hingga masa kekhalifahan Utsman bin Affan dan tetap sehat. Kisah ini menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa mencintai Nabi ﷺ dan mengikuti sunnah beliau, termasuk dalam hal pengobatan dan doa.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa kesembuhan hanya dari Allah, namun kita diperintahkan untuk berusaha dengan cara-cara yang syar'i, seperti berobat dan berdoa.
- Ruqyah dengan cara yang diajarkan Nabi ﷺ (seperti meniup dengan bacaan doa atau ayat Al-Qur'an) adalah sunnah yang dianjurkan.
- Jangan meremehkan doa orang shalih, karena doa mereka memiliki keberkahan yang besar.
- Teladani sikap Salamah: ketika ditimpa musibah, segera mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan berputus asa.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.