Penjelasan Hadits Bukhari No. 4152 tentang Mukjizat air memancar dari jari Nabi di Hudaibiyah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ di Hudaibiyah: air memancar dari celah jari-jari beliau sehingga cukup untuk minum dan berwudhu sekitar 1.500 sahabat. Ini menunjukkan kebenaran kenabian, kasih sayang Nabi ﷺ kepada sahabat, dan keutamaan tawakal serta keyakinan kepada Allah. Para ulama seperti Al-Bukhari, Ibnu Hajar, dan An-Nawawi menjadikannya dalil tentang mukjizat dan bolehnya berwudhu dari air yang sedikit bila Allah menghendaki keberkahan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Perang, Bab Perang Hudaibiyah, no. 4152, dari sahabat Jabir bin Abdullah رضي الله عنه.

Teks hadits (potongan penting):

فَوَضَعَ النَّبِيُّ ﷺ يَدَهُ فِي الرَّكْوَةِ، فَجَعَلَ الْمَاءُ يَفُورُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ كَأَمْثَالِ الْعُيُونِ

Terjemah: “Maka Nabi ﷺ meletakkan tangannya ke dalam wadah, lalu air memancar dari antara jari-jarinya seperti mata air.”

Ayat yang mendukung makna mukjizat dan keberkahan:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

QS. Al-Anbiya’ [21]: 107

Terjemah: “Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

QS. An-Najm [53]: 3-4

Terjemah: “Dan dia tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Tidak lain itu adalah wahyu yang diwahyukan.”

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat besar yang mutawatir maknanya, karena terjadi di depan banyak sahabat dan diriwayatkan dari beberapa jalur. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan bahwa memancarnya air dari jari Nabi ﷺ adalah mukjizat yang jelas dan tidak perlu ditakwil.

Penjelasan Rinci

Hadits ini terjadi pada peristiwa Hudaibiyah, ketika kaum muslimin bersama Nabi ﷺ dalam perjalanan menuju Makkah untuk umrah, lalu terhalang dan berhenti di Hudaibiyah. Saat itu mereka kehausan dan air sangat terbatas. Nabi ﷺ berwudhu dari sebuah wadah kecil (رَكْوَة), lalu para sahabat mendekat karena hanya itu air yang tersedia.

Nabi ﷺ tidak mencela mereka, tetapi bertanya dengan lembut: “Apa yang terjadi dengan kalian?” Mereka menjawab dengan jujur bahwa tidak ada air untuk berwudhu dan minum selain yang ada di wadah beliau. Maka beliau memasukkan tangannya ke dalam wadah, dan air memancar dari sela-sela jarinya seperti mata air. Jabir رضي الله عنه berkata, “Kami minum dan berwudhu.” Ketika Salim bertanya berapa jumlah mereka, Jabir menjawab, “Seandainya seratus ribu, air itu cukup. Namun kami saat itu seribu lima ratus.”

Para ulama dari daftar yang disebutkan memahami hadits ini sebagai:

  1. Mukjizat kenabian. Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa ini termasuk tanda-tanda kenabian yang pasti, karena terjadi di hadapan banyak orang dan tidak mungkin disepakati dusta.
  2. Keberkahan pada air sedikit. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma’ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ diberi keberkahan pada air, makanan, dan berbagai hal lain, sebagai bukti dukungan Allah kepada rasul-Nya.
  3. Kasih sayang dan kepemimpinan Nabi ﷺ. An-Nawawi menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak membiarkan sahabat kesulitan, tetapi segera menolong dengan izin Allah.
  4. Kewajiban berwudhu dan minum dari air yang ada. Imam asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal menggunakan hadits ini sebagai dalil bahwa air sedikit tetap suci dan menyucikan, serta boleh digunakan untuk berwudhu selama tidak berubah sifatnya.
  5. Jumlah 1.500 sahabat. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini menunjukkan betapa besar jumlah sahabat yang menyaksikan mukjizat tersebut, sehingga hadits ini sangat kuat.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi dan merupakan mukjizat. Yang mungkin berbeda hanya dalam rincian jumlah dan teknis air memancar, tetapi intinya sama: air keluar dari jari Nabi ﷺ dengan izin Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada hari Hudaibiyah, panas menyengat dan pasukan muslimin kehausan. Seorang sahabat melihat Nabi ﷺ berwudhu dari wadah kecil, lalu mereka berkerumun. Nabi ﷺ bertanya dengan lembut, “Ada apa?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami tidak punya air untuk berwudhu dan minum kecuali yang ada di wadahmu.” Nabi ﷺ tidak panik, tidak marah, tetapi menenangkan mereka. Beliau memasukkan tangan ke dalam wadah, dan tiba-tiba air memancar dari sela jarinya seperti mata air. Jabir bin Abdullah رضي الله عنه berkata, “Kami minum sampai puas dan berwudhu dengan air itu.” Salim bertanya, “Berapa jumlah kalian?” Jabir menjawab, “Seribu lima ratus. Seandainya seratus ribu, air itu tetap cukup.”

Hikmahnya: ketika manusia merasa tidak punya apa-apa, Allah bisa mendatangkan pertolongan dari arah yang tidak disangka. Nabi ﷺ mengajarkan tawakal, tenang, dan kasih sayang kepada umatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah pada mukjizat Nabi ﷺ sebagai bukti kebenaran Islam.
  2. Jangan putus asa saat kekurangan, karena Allah Maha Kuasa memberi keberkahan pada yang sedikit.
  3. Teladani kasih sayang Nabi ﷺ kepada sahabat dan umatnya.
  4. Gunakan air secara bijak dan tetap berwudhu dengan air yang ada selama suci.
  5. Pelajari sirah Nabi ﷺ untuk menumbuhkan cinta dan iman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?