Penjelasan Hadits Bukhari No. 4109 tentang Serangan balik setelah Perang Khandaq

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Sulaiman bin Shurd radhiyallahu 'anhu, bahwa pada Perang Khandaq (Ahzab), Nabi ﷺ memberi kabar gembira kepada para sahabat: setelah ini, kaum Muslimin yang akan menyerang musuh, bukan lagi musuh yang menyerang mereka. Ini adalah berita tentang perubahan keadaan — dari bertahan menjadi menyerang — yang menjadi tanda pertolongan Allah dan kejayaan Islam setelah masa-masa sulit.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Maghazi, Bab Perang Khandaq dan Ahzab, dari Sulaiman bin Shurd radhiyallahu 'anhu:

<p>قَالَ النَّبِيُّ ﷺ يَوْمَ الْأَحْزَابِ: نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَنَا</p>

Terjemahan: "Nabi ﷺ bersabda pada hari Al-Ahzab: 'Kita yang akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang kita.'"

Ayat terkait — QS. Al-Ahzab [33]: 10–11, menggambarkan beratnya situasi Perang Khandaq:

<p>إِذْ جَاءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا ۞ هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا</p>

Terjemahan: "(Ingatlah) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatanmu terpana dan hati sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan berbagai sangkaan. Di sanalah orang-orang mukmin diuji dan diguncangkan dengan guncangan yang keras."

Kaitan ulama: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini sebagai kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa setelah Perang Khandaq, posisi kaum Muslimin berubah dari bertahan menjadi menyerang. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebut Perang Khandaq sebagai titik balik kekuatan kaum Muslimin. Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menempatkan peristiwa ini sebagai salah satu bukti kebenaran kenabian, karena apa yang dikabarkan Nabi ﷺ benar-benar terjadi setelahnya.

Penjelasan Rinci

Konteks Perang Khandaq (Ahzab)

Perang Ahzab terjadi pada tahun 5 H. Kaum kafir Quraisy bersama sekutu-sekutu mereka (ghathafan, bani quraidhah, dan kabilah-kabilah Arab lainnya) mengepung Madinah dengan jumlah besar. Atas usul Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu, kaum Muslimin menggali parit (khandaq) sebagai benteng pertahanan. Pengepungan berlangsung sekitar satu bulan dalam kondisi sangat berat — kelaparan, dingin, dan tekanan psikologis yang hebat, sebagaimana digambarkan QS. Al-Ahzab [33]: 10–11 di atas.

Makna hadits "نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَنَا"

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ucapan Nabi ﷺ ini mengandung beberapa makna:

  1. Kabar gembira tentang perubahan strategi — Selama ini kaum Muslimin selalu dalam posisi bertahan (defensif). Setelah Perang Khandaq, mereka akan menjadi pihak yang menyerang (ofensif). Ini benar-benar terjadi: setelah Khandaq, kaum Muslimin menyerang Bani Quraidhah, kemudian menaklukkan Khaibar, Fathu Makkah, dan seterusnya.
  2. Kabar tentang keamanan Madinah — Musuh tidak akan lagi berani menyerang Madinah secara langsung. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa setelah Perang Khandaq, tidak ada lagi serangan besar-besaran dari kaum kafir Arab terhadap Madinah.
  3. Bukti kebenaran kenabian — Apa yang dikabarkan Nabi ﷺ terjadi persis seperti yang beliau sabdakan. Ini termasuk tanda-tanda kenabian yang nyata.

Pemahaman ulama

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Perang Khandaq adalah ujian terbesar yang dihadapi kaum Muslimin, namun justru menjadi pintu kemenangan. Beliau menyebutkan bahwa setelah itu, kaum Muslimin tidak lagi diserang, melainkan merekalah yang menyerang.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnatullah: kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian akan berbuah kemenangan dan perubahan keadaan. Allah menguji hamba-Nya, lalu memberikan pertolongan setelah mereka bersabar.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang Ahzab (QS. Al-Ahzab [33]: 9–27) mengandung pelajaran bahwa Allah melindungi kaum beriman dari tipu daya musuh dengan cara-cara yang tidak terduga — dalam hal ini, parit dan angin badai yang Allah kirimkan untuk mengacaukan musuh.

Perbedaan pendapat

Para ulama daftar tidak berbeda pendapat tentang makna hadits ini. Mereka sepakat bahwa ini adalah kabar gembira tentang perubahan posisi kaum Muslimin dari bertahan menjadi menyerang. Yang mungkin berbeda adalah rincian tentang kapan tepatnya perubahan itu terjadi — sebagian menyebut setelah Bani Quraidhah, sebagian menyebut setelah Fathu Makkah. Namun intinya sama: setelah Khandaq, inisiatif perang berpindah ke tangan kaum Muslimin.

Story Telling

Sulaiman bin Shurd radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang menyaksikan langsung Perang Khandaq. Beliau meriwayatkan bahwa dalam kondisi paling genting — ketika parit digali siang malam, ketika angin dingin menusuk, ketika makanan sangat sedikit, dan ketika musuh mengepung dari segala penjuru — Nabi ﷺ justru berdiri dan menyampaikan kabar gembira.

Bayangkan suasana saat itu. Para sahabat menggali parit dengan perut kosong. Batu keras menghalangi penggalian, dan Nabi ﷺ memukul batu itu dengan kapak, lalu memancarlah cahaya — dan beliau mengabarkan tentang negeri-negeri yang akan ditaklukkan: istana Kisra di Persia, istana Kaisar di Romawi, dan negeri Yaman. Di tengah kesulitan, Nabi ﷺ menanamkan harapan.

Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fathul Bari bahwa di antara yang Nabi ﷺ kabarkan saat itu adalah: "Kita yang akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang kita." Maka benar saja — setelah Perang Khandaq, tidak pernah lagi kaum kafir Arab menyerang Madinah. Sebaliknya, kaum Muslimin bergerak menaklukkan satu demi satu benteng kekufuran, hingga akhirnya Makkah pun jatuh ke tangan mereka tanpa perlawanan besar.

Ini mengajarkan kepada kita: di balik kesulitan terbesar, seringkali tersimpan kemenangan terbesar. Allah menguji, lalu menolong. Dan janji Nabi ﷺ selalu benar.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa kesulitan akan berakhir dengan kemudahan — Perang Khandaq adalah ujian terberat, namun menjadi titik balik kemenangan. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang sabar dalam kesulitan.
  2. Bersabarlah dalam menghadapi ujian — Para sahabat tidak menyerah saat parit digali dan musuh mengepung. Mereka tetap teguh, dan Allah memberikan pertolongan-Nya.
  3. Percayalah pada janji Nabi ﷺ — Apa yang beliau kabarkan pasti terjadi. Ini menumbuhkan keyakinan bahwa sunnah dan petunjuk beliau adalah jalan keselamatan.
  4. Jangan putus asa dari rahmat Allah — Ketika keadaan terasa paling gelap, di situlah pertolongan Allah paling dekat. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 286: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya."
  5. Ambil pelajaran dari sejarah — Perang Khandaq mengajarkan bahwa persatuan, strategi yang baik (parit), dan tawakkal kepada Allah adalah kunci kemenangan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?