Penjelasan Hadits Bukhari No. 409 tentang Menjaga kebersihan masjid dan adab meludah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab penting dalam menjaga kebersihan dan kesucian masjid. Rasulullah ﷺ sendiri membersihkan ludah yang ada di dinding masjid, lalu memberikan tuntunan praktis: jika seseorang ingin meludah, jangan ke arah kiblat (depan) dan jangan ke kanan, tetapi ke kiri atau ke bawah kaki kiri. Ini menunjukkan perhatian besar Islam terhadap kebersihan tempat ibadah dan adab menghadap kiblat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat):

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، وَأَبَا سَعِيدٍ حَدَّثَاهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ رَأَى نُخَامَةً فِي جِدَارِ الْمَسْجِدِ، فَتَنَاوَلَ حَصَاةً فَحَكَّهَا فَقَالَ " إِذَا تَنَخَّمَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَخَّمَنَّ قِبَلَ وَجْهِهِ وَلاَ عَنْ يَمِينِهِ، وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى "

Terjemahan: Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ melihat ludah di dinding masjid, lalu beliau mengambil kerikil dan menggosoknya, kemudian bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian meludah, janganlah ia meludah ke arah depannya (kiblat) dan jangan ke sebelah kanannya, tetapi hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya atau di bawah kaki kirinya." (HR. Al-Bukhari, no. 409)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. At-Taubah [9]: 108

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

"Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih berhak engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersuci."

Kaitan dengan ulama: Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Shalat" dan "Bab Menggosok Kotoran dengan Kerikil dari Masjid" untuk menunjukkan bahwa membersihkan masjid adalah bagian dari kesempurnaan shalat dan penghormatan terhadap Baitullah.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Kebersihan Masjid adalah Bagian dari Ibadah

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tindakan Rasulullah ﷺ membersihkan ludah dari dinding masjid dengan tangannya sendiri menunjukkan betapa pentingnya menjaga kebersihan masjid. Beliau tidak menyuruh orang lain, tetapi langsung membersihkannya sebagai teladan nyata bagi umatnya.

2. Larangan Meludah ke Arah Kiblat dan ke Kanan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan hikmah larangan ini:

  • Ke arah depan (kiblat): Karena menghadap kiblat adalah menghadap Baitullah, dan meludah ke arahnya adalah bentuk tidak menghormati.
  • Ke arah kanan: Karena sisi kanan adalah sisi yang mulia. Malaikat pencatat kebaikan berada di sisi kanan, dan dalam banyak ibadah, kita diutamakan memulai dengan kanan.

3. Solusi yang Diajarkan Nabi

Rasulullah ﷺ memberikan solusi praktis: meludah ke kiri atau ke bawah kaki kiri. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemudahan dalam syariat, karena meludah adalah kebutuhan manusia yang tidak bisa dihindari.

4. Hukum Meludah di Masjid

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum asal meludah di masjid:

  • Mayoritas ulama (termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad) berpendapat bahwa meludah di masjid hukumnya makruh (dibenci), kecuali jika dilakukan sesuai tuntunan (ke kiri atau bawah kaki kiri) dan segera dibersihkan.
  • Sebagian ulama seperti Imam Malik berpendapat lebih tegas bahwa meludah di masjid hukumnya haram jika sampai mengotori masjid dan tidak dibersihkan.

Pendapat yang lebih kuat adalah makruh, karena Nabi ﷺ sendiri memberikan keringanan dengan mengajarkan cara meludah yang benar, dan beliau tidak menghukumi orang yang meludah dengan dosa besar.

5. Pelajaran tentang Adab dan Kasih Sayang Nabi

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ dalam mengajarkan adab. Beliau tidak marah atau mencela, tetapi langsung memberi contoh dan solusi. Ini adalah metode pendidikan terbaik.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ masuk ke masjid dan melihat ada ludah di dinding. Beliau tidak langsung menegur dengan keras, tetapi mengambil kerikil dan membersihkannya sendiri dengan penuh kelembutan. Kemudian beliau bersabda memberikan tuntunan.

Dalam riwayat lain (HR. Muslim), beliau bersabda: "Sesungguhnya masjid ini tidak layak untuk kotoran dan ludah. Masjid ini hanyalah untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur'an."

Sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al-Khudri yang meriwayatkan hadits ini adalah dua sahabat yang sangat dekat dengan Nabi ﷺ. Abu Hurairah dikenal sebagai perawi hadits terbanyak, dan Abu Sa'id Al-Khudri adalah sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang adab dan ibadah. Keduanya menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan adab dengan perbuatan sebelum perkataan.

Hikmah: Pendidikan terbaik adalah dengan teladan. Nabi ﷺ tidak hanya berkata, tetapi beliau membersihkan sendiri kotoran itu, lalu mengajarkan solusi. Ini mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang proaktif dalam kebaikan, bukan hanya menyuruh orang lain.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga kebersihan masjid — masjid adalah rumah Allah yang harus dihormati dan dijaga kesuciannya.
  2. Jika ingin meludah saat di masjid, lakukan ke arah kiri atau bawah kaki kiri, lalu segera bersihkan.
  3. Jangan meludah ke arah kiblat atau ke kanan karena itu bentuk tidak menghormati.
  4. Teladani Nabi ﷺ dalam mengajarkan kebaikan: dengan perbuatan nyata, bukan hanya perkataan.
  5. Biasakan membersihkan jika melihat kotoran di masjid, karena itu bagian dari iman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?