Bab Ketika Dua Kelompok Dari Kalian Hendak Mundur
Shahih
haddatsana abu mamarin, haddatsana abdu alwaritsi, haddatsana abdu alazizi, an anasin rdh allah nh qala lamma kana yawma uhudin anhazama annasu ani annabiyyi waabu thalhaha bayna yadai annabiyyi mujawwibun alayhi bihajafahin lahu, wakana abu thalhaha rajulan ramiyan syadida annazi, kasara yawmaidzin qawsayni aw tsalatsan, wakana arrajulu yamurru maahu bijabahin mina annabli fayaqulu antsurha labi thalhaha. qala wayusyrifu annabiyyu yanzhuru ila alqawmi, fayaqulu abu thalhaha biabi anta waummi, la tusyrif yushibuka sahmun min sihami alqawmi, nahri duna nahrika. walaqad raaytu aisyaha ibinta abi bakrin waumma sulaymin, wainnahuma lamusyammiratani ara khadama suqihima tanquzani alqiraba ala mutunihima, tufrighanihi fi afwahi alqawmi tsumma tarjiani fatamlaniha, tsumma tajiani fatufrighanihi fi afwahi alqawmi, walaqad waqaa assayfu min yada abi thalhaha imma marratayni waimma tsalatsan.
Diriwayatkan dari Anas: Ketika hari Uhud, orang-orang meninggalkan Nabi ﷺ sementara Abu Talha berada di depan Nabi ﷺ melindunginya dengan perisai kulitnya. Abu Talha adalah seorang pemanah ulung yang biasa menembak dengan ganas. Ia mematahkan dua atau tiga busur panah pada hari itu. Jika ada seorang lelaki yang membawa kantong penuh anak panah lewat, Nabi akan berkata (kepadanya), 'Sebarkan isinya untuk Abu Talha.' Nabi ﷺ akan mengangkat kepalanya untuk melihat musuh, maka Abu Talha akan berkata, 'Biarkan ayah dan ibuku menjadi tebusanmu! Jangan angkat kepalamu, agar tidak ada anak panah musuh yang mengenai dirimu. (Biarkan) leherku yang terkena, bukan lehermu.' Aku melihat Aisyah, putri Abu Bakar, dan Um Sulaim mengangkat pakaian mereka sehingga aku melihat pergelangan kaki mereka sementara mereka membawa kantong air di punggung mereka dan mengosongkannya ke mulut orang-orang yang terluka. Mereka akan kembali untuk mengisinya dan kembali mengosongkannya ke mulut orang-orang yang terluka. Dan sungguh, pedang jatuh dari tangan Abu Talha dua kali atau tiga kali (pada hari itu).