Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4023 tentang Keutamaan mendengar Al-Qur'an dalam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu, yang saat itu masih musyrik, mendengar Nabi ﷺ membaca Surat At-Tur dalam shalat Maghrib. Saat mendengar bacaan tersebut, getaran iman mulai masuk ke dalam hatinya. Ini menunjukkan kekuatan Al-Qur'an yang mampu menyentuh hati, bahkan orang yang belum beriman sekalipun, dan menjadi bukti bahwa hidayah adalah anugerah Allah yang bisa datang melalui pendengaran akan firman-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

QS. Az-Zumar [39]: 23

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Artinya: "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya."

Hadits terkait:

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4023) dari Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Al-Bukhari (w. 256 H) meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya, menunjukkan keshahihan sanadnya.
  • Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab, w. 124 H) adalah seorang tabi'in besar yang meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Jubair. Beliau adalah salah satu ulama terkemuka dalam ilmu hadits dan sejarah.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan membaca Surat At-Tur dalam shalat Maghrib, dan bahwa bacaan Al-Qur'an yang didengar dengan penuh perhatian dapat menjadi sebab masuknya iman ke dalam hati.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah seorang Quraisy yang pada saat peristiwa ini terjadi masih dalam keadaan musyrik dan belum masuk Islam. Beliau datang ke Madinah untuk urusan tebusan tawanan perang Badar. Saat itu, beliau mendengar Nabi ﷺ membaca Surat At-Tur dalam shalat Maghrib.

Makna "وَقَرَ الإِيمَانُ فِي قَلْبِي" (iman tertanam di hatiku):

Para ulama menjelaskan bahwa ungkapan ini menunjukkan bahwa saat itu iman mulai masuk dan menetap di hatinya. Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa maksudnya adalah bahwa saat mendengar bacaan Al-Qur'an tersebut, hatinya mulai merasakan keimanan dan keyakinan yang kuat, meskipun ia belum secara resmi menyatakan keislamannya saat itu.

Kekuatan Al-Qur'an dalam menyentuh hati:

Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Qur'an memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap hati. Ketika dibacakan dengan tartil dan penuh penghayatan, ia dapat melunakkan hati yang keras dan membuka pintu hidayah. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 23 di atas, yang menyebutkan bahwa orang-orang yang takut kepada Allah akan gemetar kulitnya saat mendengar Al-Qur'an, lalu hati mereka menjadi tenang.

Hikmah dari kisah Jubair bin Mut'im:

  1. Hidayah bisa datang melalui pendengaran: Jubair tidak sedang mencari hidayah, tetapi Allah menghendaki kebaikan untuknya melalui pendengarannya terhadap bacaan Al-Qur'an.
  2. Keutamaan Surat At-Tur: Surat ini mengandung ancaman dan janji yang sangat kuat, sehingga mampu menggugah hati.
  3. Shalat Maghrib sebagai waktu yang mustajab: Waktu Maghrib adalah waktu antara siang dan malam, saat hati cenderung lebih tenang dan mudah menerima nasihat.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan bahwa hadits ini juga menunjukkan bahwa membaca surat-surat yang panjang dalam shalat Maghrib adalah boleh, meskipun yang lebih utama adalah membaca surat-surat pendek sebagaimana kebiasaan Nabi ﷺ. Namun, kadang-kadang beliau membaca surat yang lebih panjang untuk tujuan tertentu, seperti memberi pelajaran atau menyentuh hati para pendengar.

Story Telling

Kisah Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu ini sangat menarik. Beliau adalah seorang pemuka Quraisy yang sangat membenci Islam. Namun, saat beliau mendengar Nabi ﷺ membaca Surat At-Tur, beliau merasakan getaran yang aneh di hatinya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setelah peristiwa itu, beliau mulai merenung dan akhirnya masuk Islam pada saat Perjanjian Hudaibiyah atau setelahnya.

Imam Az-Zuhri meriwayatkan bahwa Jubair berkata: "Aku mendengar beliau membaca: 'Am tatakhaalaquuna am khuliiquu min ghairi syai-in' (Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan?) [QS. At-Tur: 35]. Maka hatiku hampir terbang karena takjub dengan keindahan dan kekuatan ayat tersebut." (HR. Al-Bukhari)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa hidayah adalah milik Allah semata. Tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk memberi petunjuk kepada siapa pun, bahkan kepada musuh-Nya sekalipun. Oleh karena itu, kita tidak boleh berputus asa dalam berdakwah, karena firman Allah mampu menembus hati yang paling keras sekalipun.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak membaca dan mendengarkan Al-Qur'an dengan tadabbur, karena ia adalah obat bagi hati yang keras dan sebab turunnya hidayah.
  2. Jangan meremehkan kekuatan dakwah melalui bacaan Al-Qur'an, karena banyak orang yang masuk Islam hanya karena mendengar ayat-ayat Allah dibacakan dengan indah.
  3. Berdoalah agar Allah membukakan hati orang-orang yang kita cintai untuk menerima hidayah, sebagaimana Dia telah membuka hati Jubair bin Mut'im.
  4. Teladani Nabi ﷺ dalam memilih bacaan yang tepat untuk shalat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan jamaah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.