Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4008 tentang Bab

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah (ayat 285-286). Barangsiapa membaca kedua ayat ini di malam hari, maka Allah akan mencukupkan baginya dari segala keburukan dan melindunginya dari gangguan setan. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar rahmat dan kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya melalui firman-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Dua ayat yang dimaksud adalah QS. Al-Baqarah [2]: 285-286.

QS. Al-Baqarah [2]: 285

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Terjemahan: "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.'"

QS. Al-Baqarah [2]: 286

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Terjemahan: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'"

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Perang, Bab tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, dari sahabat Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (9/55) menjelaskan makna "كَفَتَاهُ" (cukup baginya) dengan beberapa pendapat ulama:

  1. Imam Al-Khattabi berkata: "Cukup baginya dari (gangguan) setan."
  2. Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalur lain dengan tambahan: "Maka keduanya akan mencukupinya dari (keburukan) apa pun."
  3. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (6/92) mengatakan: "Cukup baginya dari segala keburukan dan kejelekan, atau cukup sebagai pengganti shalat malam, atau cukup sebagai penghalang dari setan."

Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad (1/327) menambahkan bahwa dua ayat ini mengandung tauhid, iman kepada Allah, malaikat, kitab, dan rasul, serta doa-doa yang agung yang mencakup permohonan ampun, perlindungan dari beban berat, dan pertolongan menghadapi musuh.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari dua ayat terakhir surat Al-Baqarah. Kata "كَفَتَاهُ" (cukup baginya) memiliki makna yang luas, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama:

  1. Cukup sebagai pelindung dari setan: Dua ayat ini menjadi benteng yang kuat bagi seorang muslim dari gangguan setan sepanjang malam. Ini berdasarkan pemahaman bahwa setan akan lari ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an, terutama ayat-ayat yang mengandung keimanan dan doa perlindungan.
  2. Cukup sebagai pengganti shalat malam: Sebagian ulama berpendapat bahwa membaca dua ayat ini di malam hari bisa menggantikan shalat malam bagi yang tidak mampu melakukannya. Namun pendapat yang lebih kuat adalah bahwa keutamaan ini tidak menggugurkan kewajiban shalat, tetapi memberikan pahala yang besar.
  3. Cukup dari segala keburukan: Makna umumnya adalah Allah akan melindungi pembacanya dari berbagai macam keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat 285 mengandung pengakuan iman yang sempurna, sedangkan ayat 286 mengandung doa-doa yang mencakup permohonan ampun, perlindungan dari beban berat, dan pertolongan. Kedua ayat ini seakan-akan menjadi "kunci" perlindungan dan keberkahan di malam hari.

Para ulama juga menekankan bahwa keutamaan ini bukan sekadar membaca tanpa memahami maknanya. Sebaiknya seorang muslim membaca dengan tadabbur (perenungan) dan keyakinan bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah seorang sahabat yang ikut serta dalam Perang Badar. Suatu hari, beliau bertemu dengan Abdurrahman bin Yazid yang sedang tawaf di Ka'bah. Abdurrahman bertanya kepada Abu Mas'ud tentang hadits ini, dan Abu Mas'ud pun menceritakannya dengan penuh keyakinan.

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat bersemangat untuk menyampaikan dan mengamalkan hadits-hadits Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga mengamalkan dan menyebarkannya kepada generasi setelahnya. Abdurrahman bin Yazid, seorang tabi'in, sengaja mencari Abu Mas'ud untuk memastikan kebenaran hadits ini, menunjukkan adab para salaf dalam menuntut ilmu.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah setiap malam sebelum tidur atau di waktu malam.
  2. Bacalah dengan tadabbur (merenungkan maknanya) dan keyakinan bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhan dan melindungi dari keburukan.
  3. Ajarkan keutamaan ini kepada keluarga agar mereka juga mendapatkan keberkahan yang sama.
  4. Jangan remehkan amalan ini karena meskipun ringan, pahalanya sangat besar di sisi Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.