Penjelasan Hadits Bukhari No. 3967 tentang Perselisihan orang beriman dan kafir tentang Tuhan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ayat QS. Al-Hajj [22]: 19 turun berkenaan dengan peristiwa duel (mubārazah) di Perang Badar antara tiga tokoh Muslim (Hamzah, Ali, dan Ubaidah bin al-Harits) melawan tiga tokoh kafir Quraisy (Utbah, Syaibah, dan al-Walid bin Utbah). Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menyatakan bahwa ayat tersebut turun tentang mereka yang berselisih tentang keimanan dan kekafiran, lalu Allah memutuskan bahwa orang beriman masuk surga dan orang kafir masuk neraka.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an — QS. Al-Hajj [22]: 19

Berikut potongan ayat yang disebutkan dalam hadits:

هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ

"Dua pihak ini (orang beriman dan orang kafir) saling berselisih tentang Tuhan mereka."

Lanjutan ayat (QS. Al-Hajj [22]: 19–23) menegaskan:

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

"Maka orang-orang yang kafir, untuk mereka dipotongkan pakaian dari api neraka, dan ke atas kepala mereka dituangkan air yang sangat panas."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Maghāzī (Kitab Perang), Bab Qatl Abī Jahl, no. 3967. Perawi: Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Qais bin 'Ubad, dari Abu Mijlaz, dari Sulaiman at-Taimi.

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bārī menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa ayat tersebut turun berkaitan dengan peristiwa Badar, khususnya duel antara tiga sahabat melawan tiga tokoh Quraisy.
  • Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm menyebutkan bahwa ayat ini mencakup makna umum: setiap orang beriman dan kafir yang berselisih tentang Allah, maka keputusan akhir ada di tangan Allah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menegaskan bahwa ayat ini turun tentang ahli Badar dari kedua pihak.

Penjelasan Rinci

Makna umum ayat dan hadits:

Ayat QS. Al-Hajj [22]: 19 berbicara tentang dua kelompok yang berselisih tentang Allah: kelompok beriman dan kelompok kafir. Mereka berselisih tentang tauhid, kenabian, dan hari akhir. Allah kemudian menjelaskan akibat masing-masing: orang kafir mendapat azab, dan orang beriman mendapat surga (ayat 19–23).

Pemahaman ulama daftar:

  1. Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fath al-Bārī menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan asbāb an-nuzūl (sebab turunnya ayat) secara khusus, yaitu peristiwa duel di Badar. Namun beliau juga menegaskan bahwa ayat ini tetap berlaku umum untuk setiap perselisihan antara iman dan kufur.
  2. Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ayat ini turun tentang Hamzah, Ali, dan Ubaidah bin al-Harits dari pihak Muslim, melawan Utbah, Syaibah, dan al-Walid bin Utbah dari pihak kafir. Beliau juga mengutip riwayat dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan: "Kami adalah dua pihak yang berselisih tentang Allah."
  3. Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (w. 117 H) — salah satu tabi'in dalam daftar — menafsirkan ayat ini sebagai perselisihan antara ahlul iman dan ahlul kufur tentang Allah, dan Allah akan memutuskan di antara mereka dengan kebenaran.
  4. Mujahid bin Jabr (w. 104 H) menyebutkan bahwa ayat ini mencakup setiap orang yang berselisih dalam agama, baik dari umat terdahulu maupun umat ini.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Sebagian ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menegaskan bahwa ayat ini turun khusus tentang ahli Badar, namun maknanya umum. Sementara Qatadah dan Mujahid lebih menekankan makna umum sejak awal. Pendapat yang paling kuat — sebagaimana dikuatkan oleh Ibnu Hajar — adalah bahwa ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa Badar, tetapi lafazhnya umum dan mencakup setiap perselisihan antara iman dan kufur sepanjang zaman.

Kandungan hikmah:

  • Tauhid adalah pokok perselisihan antara orang beriman dan orang kafir.
  • Allah adalah Hakim yang adil, yang akan memutuskan perselisihan dengan kebenaran.
  • Perang Badar adalah peristiwa nyata yang menjadi saksi kebenaran Islam.
  • Para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib sangat memahami konteks turunnya ayat, sehingga perkataannya menjadi rujukan dalam tafsir.

Story Telling

Kisah duel di Perang Badar:

Pada hari Badar (17 Ramadhan 2 H), sebelum pertempuran besar dimulai, tiga tokoh Quraisy — Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, dan al-Walid bin Utbah — menantang duel. Maka majulah tiga sahabat: Hamzah bin Abdul Muththalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubaidah bin al-Harits radhiyallahu 'anhum.

Hamzah bertemu Syaibah, Ali bertemu al-Walid, dan Ubaidah bertemu Utbah. Hamzah dan Ali berhasil membunuh lawannya dengan cepat, sedangkan Ubaidah terluka parah. Hamzah dan Ali kemudian membantu Ubaidah menyelesaikan Utbah. Ubaidah akhirnya syahid di Madinah setelah perang.

Ali bin Abi Thalib kemudian berkata: "Ayat ini turun tentang kami." — yaitu QS. Al-Hajj [22]: 19 — yang menegaskan bahwa dua pihak berselisih tentang Allah, dan Allah memutuskan antara mereka.

Hikmah:

Kisah ini mengajarkan bahwa keberanian di jalan Allah adalah bagian dari iman, dan perselisihan tentang Allah bukanlah perselisihan biasa — ia menentukan nasib akhirat. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ayat ini menjadi penghibur bagi para sahabat yang berjuang di Badar, bahwa Allah melihat dan akan membalas setiap perbuatan.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa perselisihan tentang Allah adalah perselisihan yang paling besar, dan Allah akan memutuskan dengan adil.
  2. Pelajari asbāb an-nuzūl (sebab turunnya ayat) agar memahami Al-Qur'an dengan benar, sebagaimana dicontohkan oleh Ali bin Abi Thalib dan para ulama tafsir.
  3. Teladani keberanian para sahabat dalam membela kebenaran, namun tetap dengan adab dan ilmu.
  4. Rujuklah kepada ulama Ahlus Sunnah dalam memahami ayat dan hadits, bukan kepada opini pribadi atau sumber yang tidak jelas.
  5. Jangan berselisih tanpa ilmu — karena perselisihan yang benar adalah yang didasari dalil dan diputuskan dengan cara yang diridhai Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?