Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3964 tentang Kisah pembunuhan Abu Jahal oleh dua putra Afra

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits yang Anda tanyakan (Shahih Al-Bukhari no. 3964) sebenarnya bukanlah hadits lengkap yang berdiri sendiri, melainkan sanad (rantai periwayatan) yang digantungkan oleh Imam Al-Bukhari untuk merujuk kepada hadits lain tentang Perang Badar, khususnya tentang peran dua putra 'Afra' dalam pembunuhan Abu Jahal. Hadits ini menunjukkan ketelitian Imam Al-Bukhari dalam menyusun kitabnya, di mana beliau terkadang menyebutkan sanad secara ringkas (mu'allaq) untuk menghubungkan pembaca kepada riwayat yang lebih lengkap di tempat lain. Inti dari hadits yang dirujuk adalah kisah bagaimana dua pemuda Anshar, Mu'adz dan Mu'awwidz bin 'Afra', bersama Abdullah bin Mas'ud, berperan dalam terbunuhnya Abu Jahal pada Perang Badar.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman tentang Perang Badar:

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya."

(QS. Ali 'Imran [3]: 123)

2. Hadits Terkait dari Shahih Al-Bukhari:

Hadits yang dirujuk oleh sanad di atas adalah hadits panjang dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu tentang pembunuhan Abu Jahal. Dalam Shahih Al-Bukhari, hadits ini diriwayatkan secara lengkap pada nomor 3963 dan 3965. Salah satu redaksinya:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: انْطَلَقَ النَّبِيُّ ﷺ لِحَاجَتِهِ فَأَمَرَنِي أَنْ آتِيَهُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، فَوَجَدْتُ حَجَرَيْنِ وَالْتَمَسْتُ الثَّالِثَ فَلَمْ أَجِدْهُ، فَأَتَيْتُهُ بِحَجَرَيْنِ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ، وَفِيهِ: ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْحَجَرِ الثَّالِثِ، وَذَكَرَ قِصَّةَ بَدْرٍ وَقَتْلِ أَبِي جَهْلٍ

"Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 'Nabi ﷺ pergi untuk suatu keperluan, lalu beliau memerintahkanku untuk membawakan tiga buah batu. Aku mendapatkan dua batu dan mencari yang ketiga namun tidak menemukannya. Maka aku mendatangi beliau dengan dua batu...' Lalu ia menyebutkan hadits tersebut, dan di dalamnya terdapat kisah Perang Badar dan terbunuhnya Abu Jahal." (HR. Al-Bukhari, no. 3963)

3. Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menggunakan sanad ini sebagai ta'liq (sanad yang digantungkan) untuk menunjukkan bahwa riwayat tentang kedua putra 'Afra' ini sampai kepadanya melalui jalur yang sahih. Para ulama seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sanad ini bersambung dan para perawinya tsiqah (terpercaya). Imam An-Nawawi juga menegaskan bahwa periwayatan dengan cara seperti ini adalah bentuk kehati-hatian ulama dalam menjaga keaslian sanad.

Penjelasan Rinci

Hadits yang Anda tanyakan ini adalah contoh bagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits secara mu'allaq (terputus secara lafazh, namun beliau mengetahui sanadnya bersambung). Dalam istilah ilmu hadits, mu'allaq adalah hadits yang di awal sanadnya dibuang satu perawi atau lebih. Namun, karena Imam Al-Bukhari adalah seorang yang sangat teliti, beliau tidak akan mencantumkan sanad mu'allaq kecuali beliau yakin hadits tersebut sahih dan memiliki jalur lain yang bersambung.

Dalam sanad ini, Imam Al-Bukhari berkata: "Ali bin Abdillah berkata: 'Saya menulis dari Yusuf bin Al-Majisyun, dari Salih bin Ibrahim, dari ayahnya, dari kakeknya, tentang Perang Badr. Yaitu, hadits mengenai kedua putra 'Afra'."

Para ulama menjelaskan bahwa kakeknya Salih bin Ibrahim adalah Qais bin 'Amr atau 'Amr bin Qais, salah seorang sahabat yang ikut dalam Perang Badar. Beliau meriwayatkan kisah tentang Mu'adz dan Mu'awwidz bin 'Afra' yang bersama-sama dengan Abdullah bin Mas'ud dalam menghadapi Abu Jahal.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini memiliki jalur lain yang lebih lengkap, yaitu hadits Abdullah bin Mas'ud yang diriwayatkan secara muttashil (bersambung). Beliau juga menjelaskan bahwa kedua putra 'Afra' ini adalah pemuda Anshar yang gagah berani. Mereka berdua berhasil melukai Abu Jahal sebelum akhirnya Abdullah bin Mas'ud yang memastikan kematiannya.

Kisah lengkapnya: Pada Perang Badar, Abdullah bin Mas'ud mendapati Abu Jahal dalam keadaan terluka parah. Dua putra 'Afra' telah melukainya, namun belum memastikan kematiannya. Abdullah bin Mas'ud kemudian memotong kepala Abu Jahal dan membawanya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda: "Ini adalah Fir'aun-nya umat ini." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan keutamaan para sahabat Anshar yang sangat bersemangat dalam berjihad, meskipun mereka masih muda. Mereka tidak gentar menghadapi tokoh utama kaum musyrikin Quraisy. Ini juga menunjukkan bahwa kemenangan datang dari Allah, bukan dari kekuatan fisik semata.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga pernah menjelaskan bahwa Perang Badar adalah pelajaran besar bagi umat Islam tentang pentingnya tawakkal kepada Allah setelah berusaha maksimal. Para sahabat muda seperti putra-putra 'Afra' menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berbuat besar di jalan Allah.

Story Telling

Dikisahkan dalam riwayat yang shahih, ketika Perang Badar berkecamuk, Mu'adz bin 'Afra' dan saudaranya Mu'awwidz — dua pemuda Anshar yang masih belia — melihat Abu Jahal yang gagah dan angkuh di tengah medan perang. Mereka berdua saling berpandangan, lalu salah seorang berkata kepada saudaranya: "Wahai saudaraku, ini Abu Jahal. Aku tidak akan berhenti sampai aku membunuhnya atau aku terbunuh."

Mereka berdua lalu menyerang Abu Jahal dengan pedang mereka. Mu'awwidz berhasil melukai kaki Abu Jahal hingga terjatuh, namun dalam serangan itu Mu'awwidz terkena tebasan pedang hingga lengannya putus. Ia tetap bertahan meskipun kesakitan. Kemudian Abdullah bin Mas'ud datang dan mendapati Abu Jahal dalam keadaan sekarat. Ia memotong kepala Abu Jahal dan membawanya kepada Rasulullah ﷺ.

Ketika Rasulullah ﷺ melihat kepala itu, beliau bersabda: "Demi Allah yang tidak ada ilah selain Dia, ini adalah Fir'aun-nya umat ini." (HR. Al-Bukhari, no. 3963)

Hikmah dari kisah ini: Keberanian dan keikhlasan para pemuda Anshar menjadi teladan bahwa jihad dan pengorbanan tidak mengenal usia. Mereka tidak mencari popularitas, tetapi murni karena iman dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini mengajarkan kita tentang pentingnya sanad dan kehati-hatian ulama dalam meriwayatkan hadits. Imam Al-Bukhari tidak asal mencantumkan riwayat, tetapi memastikan keabsahannya.
  2. Kisah Perang Badar adalah pelajaran tentang keimanan dan keberanian. Para sahabat muda membuktikan bahwa keimanan mampu mengalahkan kekuatan dan kesombongan.
  3. Kita harus meneladani semangat para sahabat dalam berkorban di jalan Allah, sesuai kemampuan dan bidang kita masing-masing.
  4. Jangan meremehkan orang muda dalam kebaikan. Banyak di antara sahabat yang berprestasi besar di usia muda, seperti Mu'adz dan Mu'awwidz bin 'Afra'.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.