Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3957 tentang Jumlah sahabat Badar sekitar 310 orang mukmin

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan bahwa jumlah pasukan Muslimin dalam Perang Badar adalah sekitar 313 orang, sama seperti jumlah pasukan Nabi Talut 'alaihis salam yang menyeberangi sungai bersamanya. Ini adalah salah satu mukjizat dan tanda kebenaran Nabi Muhammad ﷺ, karena Allah ﷻ menyamakan keadaan umat Islam dengan Bani Israil yang saleh. Pelajaran utamanya: kemenangan tidak diukur dari banyaknya jumlah dan perlengkapan, tetapi dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah ﷻ.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang kisah Nabi Talut:

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَىٰ وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Dan Nabi mereka berkata kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda kerajaan Talut ialah datangnya tabut (peti) kepadamu yang berisi ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang beriman.'" (QS. Al-Baqarah [2]: 248)

Dan firman-Nya tentang penyeberangan sungai:

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غَرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۚ

"Maka ketika Talut membawa pasukannya, dia berkata: 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, dia bukanlah pengikutku. Dan siapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku, kecuali orang yang menciduk seciduk dengan tangannya.' Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka." (QS. Al-Baqarah [2]: 249)

Hadits terkait:

Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Perang, Bab Jumlah Sahabat Badar, no. 3957, dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa jumlah pasukan Badar yang disebutkan dalam hadits ini (313 orang) adalah jumlah yang disepakati oleh para ahli sirah (sejarah). Beliau juga menukil bahwa jumlah tersebut sama dengan jumlah pasukan Talut yang setia.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa jumlah pasukan Badar adalah 313 orang, dan ini adalah pendapat yang masyhur.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat muda yang turut hadir dalam berbagai peperangan. Beliau berkata bahwa para sahabat yang ikut Perang Badar mengabarkan kepadanya bahwa jumlah mereka sama dengan jumlah pasukan Talut yang menyeberangi sungai, yaitu "bidth'ata 'asyara wa tsalatsumi'ah" — lebih dari tiga ratus sepuluh orang.

Makna "bidth'ah" dalam bahasa Arab adalah bilangan antara tiga sampai sembilan. Jadi maknanya: 300 + 10 + (3–9) = sekitar 313–319 orang. Namun yang masyhur dalam sejarah adalah 313 orang.

Pelajaran dari kisah Talut:

Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an. Ketika Talut keluar dengan pasukannya, Allah menguji mereka dengan sebuah sungai. Mayoritas pasukan meminum air sungai tersebut dan hanya sebagian kecil yang bertahan — mereka yang benar-benar taat. Al-Bara' menegaskan: "Demi Allah, tidak ada yang menyeberangi sungai bersamanya kecuali seorang mukmin." Ini menunjukkan bahwa jumlah yang sedikit tetapi beriman lebih baik daripada jumlah yang banyak tetapi lemah imannya.

Kaitan dengan Perang Badar:

Para ulama menjelaskan hikmah Allah ﷻ menyamakan jumlah pasukan Badar dengan pasukan Talut:

  1. Tanda kenabian — Bahwa apa yang terjadi pada umat-umat terdahulu terulang pada umat Nabi Muhammad ﷺ sebagai bentuk persamaan sunnatullah.
  2. Hiburan bagi kaum Muslimin — Ketika mereka melihat jumlah mereka sedikit (313 orang) menghadapi pasukan Quraisy yang mencapai 1000 orang, Allah mengingatkan bahwa kemenangan bukan dari jumlah. Sebagaimana firman-Nya:

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 249)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah pelajaran besar: kemenangan itu dengan pertolongan Allah, bukan dengan banyaknya jumlah. Maka yang wajib bagi hamba adalah bersabar dan bertakwa.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin juga menegaskan bahwa kisah ini mengajarkan pentingnya keikhlasan dan ketaatan, karena yang tersisa bersama Talut hanyalah orang-orang yang benar-benar beriman dan patuh.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya keluar menuju Badar, jumlah mereka hanya sekitar 313 orang. Mereka tidak memiliki banyak kuda dan perlengkapan perang. Bahkan sebagian riwayat menyebutkan bahwa mereka hanya memiliki dua atau tiga kuda dan sekitar 70 ekor unta yang ditunggangi bergantian.

Namun Rasulullah ﷺ tidak gentar. Beliau berdoa dengan khusyuk di malam Badar, mengangkat tangannya ke langit, memohon pertolongan Allah. Beliau bersabda: "Ya Allah, penuhilah apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau membinasakan golongan ini (umat Islam), maka Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi." (HR. Muslim)

Allah ﷻ menjawab doa beliau dengan menurunkan bala bantuan para malaikat dan memberikan kemenangan yang gemilang. Ini membuktikan bahwa jumlah yang sedikit tetapi beriman dan berdoa dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan pertolongan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu nyata — Jangan mengukur kekuatan hanya dari jumlah dan perlengkapan.
  2. Jaga keimanan dan ketaatan — Sebagaimana pasukan Talut, hanya yang beriman yang bertahan dan menang.
  3. Perbanyak doa dan tawakal — Rasulullah ﷺ menang di Badar dengan keimanan, doa, dan usaha.
  4. Ambil pelajaran dari sejarah — Kisah umat terdahulu adalah pelajaran bagi kita.
  5. Jangan remehkan jumlah yang sedikit — Selama mereka berada di atas kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.