Penjelasan Hadits Bukhari No. 3948 tentang Jarak antara Isa dan Muhammad enam ratus tahun

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa jarak waktu antara diangkatnya Nabi Isa عليه السلام dan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ adalah sekitar enam ratus tahun. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dan menunjukkan adanya masa kekosongan kenabian (fatrah) di antara dua rasul tersebut. Ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul terakhir yang datang setelah Isa عليه السلام.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Ma'idah [5]: 19

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُم مَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ

Terjemahan: "Wahai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepada kalian Rasul Kami (Muhammad) yang menjelaskan kepada kalian banyak dari apa yang kalian sembunyikan dari Kitab, dan memaafkan banyak (kesalahan) kalian. Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan Kitab yang jelas."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib Al-Anshar, Bab Islamnya Salman Al-Farisi رضي الله عنه, nomor 3948. Perawi sahabat: Salman Al-Farisi رضي الله عنه.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam bab tentang keislaman Salman Al-Farisi, menunjukkan pentingnya kisah perjalanan Salman mencari kebenaran hingga akhirnya bertemu Nabi Muhammad ﷺ.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan jarak waktu antara Isa dan Muhammad ﷺ, dan bahwa masa tersebut adalah masa fatrah (kekosongan rasul).
  • Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa jarak antara Isa dan Nabi Muhammad ﷺ adalah 600 tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki makna yang sangat penting dalam memahami sejarah kenabian. Salman Al-Farisi رضي الله عنه, seorang sahabat yang berasal dari Persia, menuturkan bahwa jarak antara Nabi Isa عليه السلام dan Nabi Muhammad ﷺ adalah enam ratus tahun.

Makna "Fatrah":

Kata "fatrah" dalam hadits ini berarti masa kekosongan kenabian, yaitu periode di mana tidak ada rasul yang diutus setelah Isa عليه السلام hingga datangnya Nabi Muhammad ﷺ. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 19 yang menyebutkan bahwa datangnya Rasulullah ﷺ adalah setelah masa fatrah tersebut.

Pemahaman ulama:

  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa tidak ada rasul antara Isa dan Muhammad ﷺ. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama menghitung jarak waktu ini dengan perhitungan tahun syamsiyah atau qamariyah, dan yang masyhur adalah 600 tahun.
  • Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menegaskan bahwa masa fatrah ini adalah masa di mana manusia membutuhkan risalah baru, dan Allah mengutus Muhammad ﷺ sebagai penutup para nabi.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (meskipun hadits ini dari Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasul terakhir dan penutup para nabi.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama menghitung jarak waktu antara Isa dan Muhammad ﷺ dengan angka yang berbeda, namun yang disebutkan dalam hadits shahih ini adalah 600 tahun. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa perbedaan ini bisa disebabkan oleh perbedaan perhitungan tahun (syamsiyah vs qamariyah) atau perbedaan dalam menentukan awal dan akhir masa kenabian masing-masing.

Pendapat yang paling kuat:

Yang paling kuat adalah apa yang disebutkan dalam hadits shahih ini, yaitu 600 tahun, karena hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Ini juga dikuatkan oleh ayat Al-Qur'an yang menyebutkan datangnya Rasulullah ﷺ setelah masa fatrah.

Story Telling

Salman Al-Farisi رضي الله عنه adalah seorang pencari kebenaran yang luar biasa. Beliau berasal dari Persia dan dulunya beragama Majusi. Dalam perjalanannya mencari agama yang benar, beliau berpindah dari satu guru ke guru lain, hingga akhirnya bertemu dengan seorang rahib Nasrani yang jujur. Rahib tersebut memberitahukan bahwa akan datang seorang nabi terakhir di tanah Arab.

Salman kemudian melakukan perjalanan panjang hingga akhirnya tiba di Madinah dan bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ. Beliau masuk Islam dan menjadi salah satu sahabat yang mulia. Dalam hadits ini, Salman menuturkan pengetahuannya tentang jarak waktu antara Isa dan Muhammad ﷺ, yang beliau ketahui dari para ahli kitab sebelumnya dan kemudian dibenarkan oleh Nabi ﷺ.

Hikmah:

Kisah Salman mengajarkan kita tentang pentingnya mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh, dan bahwa Allah akan membimbing orang yang tulus mencari-Nya. Juga menunjukkan bahwa pengetahuan tentang para nabi sebelumnya adalah bagian dari iman, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi.

Kesimpulan Praktis

  1. Meyakini bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah rasul terakhir dan tidak ada nabi setelah beliau.
  2. Memahami sejarah kenabian sebagai bagian dari iman, bahwa Allah mengutus para rasul secara berurutan.
  3. Meneladani semangat Salman Al-Farisi dalam mencari kebenaran dan berkorban untuk itu.
  4. Mengambil pelajaran bahwa masa fatrah adalah masa yang membutuhkan risalah, dan kita harus bersyukur telah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.
  5. Mempelajari hadits ini sebagai dalil bahwa jarak antara Isa dan Muhammad ﷺ adalah 600 tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?