Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi penuturan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu tentang perjalanan imannya: beliau termasuk orang yang pertama menjawab seruan Allah dan Rasul-Nya, beriman kepada apa yang dibawa Nabi ﷺ, melakukan dua hijrah, menjadi menantu Rasulullah ﷺ, dan berbai'at kepada beliau. Lalu beliau bersumpah demi Allah bahwa beliau tidak pernah mendurhakai dan tidak pernah menipu Nabi ﷺ sampai beliau wafat. Ini menunjukkan keutamaan besar Utsman dan kesetiaannya yang luar biasa kepada Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. At-Taubah [9]: 100
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib Al-Anshar, Bab Kedatangan Nabi ﷺ dan Para Sahabat ke Madinah, nomor 3927. Sanadnya melalui Az-Zuhri dari Urwah bin Az-Zubair dari Ubaidullah bin Adi bin Khiyar.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Utsman bin Affan, khususnya tentang dua hijrahnya (ke Habasyah dan ke Madinah) serta hubungan kekerabatan dengan Nabi ﷺ melalui pernikahannya dengan dua putri Nabi ﷺ.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa dua hijrah Utsman adalah keutamaan yang tidak dimiliki banyak sahabat.
- Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala menyebutkan bahwa Utsman adalah salah satu dari empat khalifah yang mendapat petunjuk dan termasuk sepuluh sahabat yang dijamin surga.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah potongan dari peristiwa ketika Ubaidullah bin Adi bin Khiyar masuk menemui Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Dalam pertemuan itu, Utsman menyampaikan beberapa poin penting tentang perjalanan hidupnya bersama Nabi ﷺ.
Pertama, Utsman menyatakan bahwa Allah mengutus Muhammad ﷺ dengan kebenaran (al-haqq), dan beliau termasuk orang yang menjawab seruan Allah dan Rasul-Nya. Ini menunjukkan bahwa Utsman adalah termasuk As-Sabiqun al-Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam), sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah [9]: 100. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa para sahabat yang pertama masuk Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah.
Kedua, Utsman menyebutkan bahwa beliau beriman kepada apa yang dibawa oleh Muhammad ﷺ. Ini adalah inti dari keimanan yang benar: membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa iman yang sempurna mencakup tiga hal ini.
Ketiga, Utsman menyebutkan "dua hijrah" (هَاجَرْتُ هِجْرَتَيْنِ). Para ulama menjelaskan bahwa dua hijrah ini adalah hijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan hijrah ke Madinah. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Utsman adalah satu-satunya khalifah yang melakukan dua hijrah. Ini adalah keutamaan yang sangat besar.
Keempat, Utsman menyebutkan bahwa beliau "mendapatkan hubungan kekerabatan dengan Rasulullah ﷺ" (نِلْتُ صِهْرَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ). Ini merujuk pada pernikahannya dengan Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ, dan setelah Ruqayyah wafat, beliau menikah dengan Ummu Kultsum binti Rasulullah ﷺ. Karena itu beliau dijuluki "Dzun Nurain" (pemilik dua cahaya). Imam an-Nawawi dalam Tahdzib al-Asma menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang menikahi dua putri Nabi ﷺ selain Utsman.
Kelima, Utsman menyatakan "aku berbai'at kepadanya" (بَايَعْتُهُ). Bai'at di sini mencakup bai'at Islam, bai'at hijrah, dan bai'at untuk mendengar dan taat dalam hal yang ma'ruf. Ibnu Taymiyyah dalam Minhaj as-Sunnah menjelaskan bahwa bai'at kepada Nabi ﷺ adalah bai'at yang mengikat untuk taat dalam segala keadaan.
Keenam, Utsman bersumpah: "Demi Allah, aku tidak pernah mendurhakainya dan tidak pernah menipunya hingga Allah memanggilnya (wafat)." Ini adalah pernyataan yang sangat kuat tentang kesetiaan dan kejujuran Utsman kepada Nabi ﷺ. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa kesetiaan para sahabat kepada Nabi ﷺ adalah bukti keimanan yang benar.
Perbedaan pendapat ulama:
Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam an-Nawawi sepakat bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Utsman yang sangat tinggi. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama yang tercantum dalam daftar tentang keutamaan Utsman dan dua hijrahnya. Yang paling kuat adalah pendapat yang menetapkan bahwa Utsman adalah salah satu sahabat terbaik dan termasuk Khulafaur Rasyidin.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu adalah seorang saudagar kaya yang terkenal dermawan. Ketika Nabi ﷺ menyeru kepada Islam, Utsman adalah salah satu orang pertama yang menjawab seruan itu. Beliau langsung beriman tanpa ragu, meskipun banyak orang Quraisy menentangnya.
Ketika kaum Quraisy semakin keras menindas kaum Muslimin, Nabi ﷺ memerintahkan sebagian sahabat untuk hijrah ke Habasyah. Utsman dan istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah ﷺ, termasuk yang berhijrah. Ini adalah hijrah pertama. Kemudian, ketika Nabi ﷺ hijrah ke Madinah, Utsman pun ikut hijrah ke Madinah. Ini adalah hijrah kedua.
Dalam sebuah riwayat yang disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, Nabi ﷺ pernah bersabda tentang Utsman: "Sesungguhnya Utsman adalah orang yang paling mirip dengan aku dalam akhlak." Dan dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menyebut Utsman sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Utsman juga dikenal sebagai orang yang sangat pemalu. Nabi ﷺ pernah bersabda: "Maukah aku malu kepada seorang laki-laki yang para malaikat saja malu kepadanya?" (HR. Muslim). Ini menunjukkan betapa tinggi akhlak Utsman.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kesetiaan dan kejujuran kepada Nabi ﷺ adalah bukti keimanan yang sejati. Utsman tidak pernah mendurhakai Nabi ﷺ, tidak pernah menipunya, dan selalu taat dalam segala keadaan. Ini adalah teladan bagi kita semua.
Kesimpulan Praktis
- Teladani kesetiaan Utsman bin Affan kepada Nabi ﷺ dengan selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam segala keadaan.
- Hargai keutamaan para sahabat yang telah berkorban harta, tenaga, dan jiwa untuk Islam. Mereka adalah generasi terbaik yang harus kita ikuti.
- Jadikan hijrah sebagai semangat untuk terus berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kemalasan menuju ketekunan dalam beribadah.
- Jaga kejujuran dan amanah dalam setiap urusan, sebagaimana Utsman yang tidak pernah menipu Nabi ﷺ.
- Pelajari sejarah para sahabat untuk menumbuhkan cinta kepada mereka dan mengikuti jejak mereka.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.