Penjelasan Hadits Bukhari No. 3913 tentang Hijrah bersama Rasulullah dan pahala yang dijanjikan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah potongan dari kisah panjang yang diriwayatkan oleh sahabat Khabbab bin Al-Arat radhiyallahu 'anhu. Intinya, beliau menegaskan bahwa para sahabat berhijrah bersama Rasulullah ﷺ, dan dalam riwayat lengkapnya, beliau menjelaskan bahwa mereka berhijrah karena Allah, bukan karena mengharapkan dunia. Ini adalah pelajaran besar tentang keikhlasan niat dalam beramal, khususnya dalam berhijrah dan berjuang di jalan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits yang Anda berikan adalah sanad (rantai periwayatan) yang berakhir pada perkataan Khabbab. Dalam riwayat lengkap yang ada di Shahih Al-Bukhari, setelah sanad ini, Khabbab radhiyallahu 'anhu berkata:

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَيِّنَا كَانَ أَقْرَبَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَنَحْنُ نَشْتَدُّ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَنَحْنُ نُؤْذَى

Artinya: "Dan Allah lebih mengetahui siapa di antara kami yang lebih dekat kepada Rasulullah ﷺ. Sungguh, kami pernah berjalan cepat bersama Nabi ﷺ, dan kami dalam keadaan disakiti (oleh orang-orang kafir Quraisy)."

Dalil Al-Qur'an tentang Keikhlasan dalam Berhijrah:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

"Dan barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat hijrah), maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa' [4]: 100)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menilai niat dan usaha seseorang dalam berhijrah, meskipun ia tidak sampai ke tujuan. Ini sejalan dengan hadits Khabbab yang menekankan bahwa hijrah mereka adalah murni karena Allah.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari bab tentang hijrah Nabi ﷺ. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa hijrah para sahabat adalah bentuk pengorbanan tertinggi, meninggalkan harta dan kampung halaman demi agama Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

  1. Keutamaan Hijrah: Hijrah adalah perpindahan dari negeri syirik ke negeri Islam, atau dari tempat yang tidak aman untuk beribadah ke tempat yang lebih aman. Para sahabat meninggalkan Mekkah yang penuh dengan harta dan keluarga, menuju Madinah yang saat itu masih asing bagi mereka.
  2. Keikhlasan Niat: Dalam riwayat lengkap hadits ini, Khabbab radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa ada seorang sahabat yang mati syahid dan tidak mendapatkan harta rampasan perang, lalu sebagian orang mengatakan, "Dia tidak mendapatkan apa-apa." Maka turunlah ayat tentang orang yang berhijrah dan mati sebelum mendapatkan apa pun (QS. An-Nisa' [4]: 100). Ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan bukanlah harta dunia, melainkan niat dan pengorbanan karena Allah.
  3. Kesabaran dalam Menghadapi Ujian: Khabbab menceritakan bahwa mereka berjalan cepat bersama Nabi ﷺ dalam keadaan disakiti. Ini menunjukkan bahwa perjuangan menegakkan agama selalu diiringi ujian dan cobaan. Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa hijrah Nabi ﷺ dan para sahabat adalah puncak kesabaran dan tawakal kepada Allah.
  4. Persaudaraan dan Kebersamaan: Ungkapan "Kami berhijrah bersama Rasulullah ﷺ" menunjukkan bahwa para sahabat tidak pernah berpisah dari Nabi mereka dalam suka dan duka. Ini adalah teladan tentang pentingnya bersama ulama dan pemimpin yang benar.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3913) dengan sanad yang sama, bahwa Khabbab bin Al-Arat radhiyallahu 'anhu berkata:

"Kami berhijrah bersama Rasulullah ﷺ, dan kami mengharap wajah Allah. Maka Allah pun memberikan pahala kami. Di antara kami ada yang meninggal dan tidak memakan sedikit pun dari pahalanya (di dunia), yaitu Mush'ab bin 'Umair. Ia terbunuh di Perang Uhud dan tidak meninggalkan kecuali selembar kain. Jika kami menutup kepalanya, maka terbukalah kedua kakinya, dan jika kami menutup kedua kakinya, maka terbukalah kepalanya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tutuplah kepalanya dan letakkanlah idzkhir (sejenis rumput harum) di atas kedua kakinya.'"

Kisah ini menunjukkan betapa sederhananya kehidupan para sahabat, namun betapa besar keikhlasan dan pengorbanan mereka. Mereka tidak mengejar dunia, tetapi hanya mengharap wajah Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Ikhlas dalam setiap amal — Niatkan semua perbuatan hanya karena Allah, bukan karena pujian, harta, atau kedudukan.
  2. Bersabar dalam berjuang — Jalan kebaikan selalu ada ujiannya, sebagaimana para sahabat disakiti saat berhijrah.
  3. Tidak mengukur keberhasilan dengan dunia — Pahala di sisi Allah lebih berharga daripada harta rampasan atau kenikmatan sesaat.
  4. Meneladani persahabatan yang benar — Dekatlah dengan orang-orang saleh dan ulama yang membimbing ke jalan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?