Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengisahkan salah satu mukjizat Nabi ﷺ saat hijrah: ketika dikejar oleh Suraqah bin Malik yang berniat jahat, Nabi ﷺ mendoakannya, lalu kaki kuda Suraqah terbenam ke tanah. Setelah Suraqah meminta ampun dan berjanji tidak akan mengganggu, Nabi ﷺ mendoakan kebaikan untuknya. Kisah ini juga menunjukkan kasih sayang dan pelayanan Abu Bakar ash-Shiddiq kepada Nabi ﷺ, serta bagaimana Allah menjaga dan menolong hamba-Nya yang berhijrah karena-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Anshar, Bab Hijrah Nabi ﷺ dan Para Sahabatnya ke Madinah, no. 3908, dari sahabat Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu.
Terdapat juga riwayat senada dalam Shahih Muslim (no. 2009) dengan tambahan kisah yang lebih panjang.
Dalil terkait tentang pertolongan Allah kepada orang yang berhijrah:
Allah Ta'ala berfirman:
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا
"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya: 'Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.' Maka Allah menurunkan ketenangan kepada-Nya dan menguatkannya dengan bala tentara yang tidak kamu lihat." (QS. At-Taubah [9]: 40)
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini adalah bukti nyata penjagaan Allah kepada Nabi-Nya ﷺ saat hijrah, dan kisah Suraqah termasuk bagian dari bala tentara yang tidak terlihat—yaitu mukjizat yang Allah perlihatkan untuk melindungi Nabi-Nya.
Penjelasan Rinci
1. Konteks Hijrah dan Bahaya yang Mengancam
Saat Nabi ﷺ berhijrah dari Mekkah ke Madinah, kaum Quraisy telah mengumumkan hadiah besar bagi siapa saja yang bisa menangkap atau membunuh beliau. Suraqah bin Malik bin Ju'sham—seorang pemuda Quraisy yang gagah dan pandai berkuda—tergiur oleh hadiah tersebut. Ia keluar mengejar Nabi ﷺ dengan menunggang kuda yang cepat.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan betapa besarnya bahaya yang dihadapi Nabi ﷺ, namun Allah selalu menjaga dan menolong hamba-Nya yang ikhlas berhijrah karena-Nya.
2. Mukjizat: Kaki Kuda Terbenam
Ketika Suraqah hampir sampai, Nabi ﷺ berdoa kepada Allah, maka kaki depan kuda Suraqah terbenam ke tanah hingga keluar debu. Ini terjadi dua kali. Suraqah menyadari bahwa ini adalah tanda kenabian yang luar biasa. Ia pun ketakutan dan memohon kepada Nabi ﷺ: "Doakanlah Allah untukku, dan aku tidak akan membahayakanmu."
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa mukjizat ini bukan sihir atau kebetulan, melainkan kekuasaan Allah yang memperlihatkan kebenaran Nabi-Nya. Ini juga menjadi sebab hidayah bagi Suraqah, karena setelah itu ia masuk Islam dan menjadi muslim yang baik.
3. Pelayanan Abu Bakar
Dalam riwayat ini, Abu Bakar ash-Shiddiq menceritakan bahwa saat Rasulullah ﷺ kehausan, mereka melewati seorang penggembala. Abu Bakar mengambil mangkuk, memerah susu, lalu memberikannya kepada Nabi ﷺ hingga beliau minum sampai puas.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan kedekatan Abu Bakar dengan Nabi ﷺ, kecepatannya dalam melayani, dan keikhlasannya. Abu Bakar tidak menunggu diperintah, tetapi langsung berinisiatif melayani kebutuhan Nabi ﷺ. Ini adalah akhlak mulia yang patut diteladani.
4. Hikmah dari Kisah Ini
- Allah menjaga hamba-Nya yang berhijrah karena-Nya. Hijrah bukan berarti bebas dari ujian, tetapi Allah pasti memberikan jalan keluar.
- Doa Nabi ﷺ adalah senjata yang mustajab. Mukjizat ini menunjukkan kedudukan Nabi ﷺ di sisi Allah.
- Suraqah yang awalnya berniat jahat, akhirnya mendapat hidayah. Ini menunjukkan bahwa Allah membalikkan hati siapa saja yang Dia kehendaki.
- Pelayanan kepada Nabi ﷺ adalah kemuliaan. Abu Bakar mendapatkan kehormatan besar dengan melayani Nabi ﷺ dalam perjalanan hijrah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa setelah peristiwa ini, Suraqah bin Malik masuk Islam dan menjadi salah satu sahabat yang baik. Pada masa penaklukan Mekkah (Fathu Makkah), ketika Rasulullah ﷺ memasuki kota Mekkah dengan penuh kemenangan, Suraqah ikut serta di belakang beliau.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Ishabah fi Tamyizish Shahabah menyebutkan bahwa Suraqah pernah bertanya kepada Nabi ﷺ tentang nasab dan kehormatan kaumnya, dan Nabi ﷺ menjawab dengan sabda yang terkenal: "Barangsiapa yang Allah hinakan, maka tidak ada yang memuliakannya." Suraqah menjadi saksi bagaimana Allah mengangkat derajat orang yang tadinya hendak membunuh Nabi ﷺ menjadi seorang muslim yang dicintai.
Hikmahnya: Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Seseorang yang hari ini berada dalam kesesatan, bisa jadi besok menjadi kekasih Allah. Dan seseorang yang hari ini menolong kebenaran, Allah akan meninggikan derajatnya di dunia dan akhirat.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya, meskipun jalan itu penuh bahaya dan rintangan.
- Teladani kesigapan Abu Bakar dalam melayani kebaikan—jangan menunggu diminta untuk berbuat baik, tetapi berinisiatiflah.
- Jangan menghakimi orang yang sedang dalam kesesatan—doakan mereka, karena hidayah di tangan Allah.
- Jadikan kisah hijrah ini sebagai penguat iman bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
- Perbanyak doa dalam setiap kesulitan, karena doa adalah senjata orang mukmin.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.