Penjelasan Hadits Bukhari No. 3851 tentang Usia Nabi saat diutus dan lama tinggal di Mekkah Madinah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tahapan usia dan masa dakwah Nabi ﷺ: beliau menerima wahyu pada usia 40 tahun, berdakwah di Mekkah selama 13 tahun, kemudian berhijrah ke Madinah dan tinggal di sana selama 10 tahun, lalu wafat. Total masa kenabian beliau sekitar 23 tahun. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma dalam Shahih Al-Bukhari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini terdapat dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Manaqib Al-Anshar, Bab Kelahiran Nabi ﷺ (no. 3851), dari jalur Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits:

أُنْزِلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعِينَ، فَمَكَثَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ سَنَةً، ثُمَّ أُمِرَ بِالْهِجْرَةِ، فَهَاجَرَ إِلَى الْمَدِينَةِ، فَمَكَثَ بِهَا عَشْرَ سِنِينَ، ثُمَّ تُوُفِّيَ ﷺ

Terjemahan: "Rasulullah ﷺ diwahyukan ketika beliau berusia empat puluh tahun. Kemudian beliau tinggal (di Mekkah) selama tiga belas tahun, lalu diperintahkan untuk berhijrah, dan beliau berhijrah ke Madinah dan tinggal di sana selama sepuluh tahun, kemudian beliau wafat."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan usia kenabian:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

QS. Al-Anbiya' [21]: 107

Terjemahan: "Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

QS. Al-Ma'idah [5]: 3

Terjemahan: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam sebagai agamamu."

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab shahihnya, dan termasuk hadits yang menjelaskan kronologi masa kenabian Nabi ﷺ. Sanadnya: Ahmad bin Abi Raja → An-Nadr bin Syumail → Hisyam bin Urwah → Ikrimah → Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan tahapan dakwah Nabi ﷺ:

  1. Usia 40 tahun — masa turunnya wahyu pertama di Gua Hira, yang menurut kesepakatan ulama terjadi pada bulan Ramadan. Ini menandakan bahwa kenabian dimulai pada usia kematangan dan kedewasaan berpikir.
  2. 13 tahun di Mekkah — masa dakwah rahasia dan terang-terangan, penuh ujian dan penindasan dari kaum Quraisy.
  3. 10 tahun di Madinah — masa pembinaan umat, pembentukan masyarakat Islam, dan penyempurnaan syariat.
  4. Wafatnya Nabi ﷺ — pada usia 63 tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini (40 + 13 + 10 = 63).

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan As-Sirah An-Nabawiyyah menegaskan bahwa total masa kenabian adalah 23 tahun, dan ini merupakan pendapat yang disepakati oleh para ulama sirah. Beliau juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa penyebutan usia-usia ini memiliki hikmah: menunjukkan bahwa Islam dibangun secara bertahap, dan bahwa kesabaran dalam berdakwah adalah kunci keberhasilan.

Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad merinci fase-fase dakwah ini dan menjelaskan bahwa setiap fase memiliki karakteristik tersendiri: fase Mekkah fokus pada tauhid dan aqidah, sedangkan fase Madinah fokus pada syariat dan pembinaan masyarakat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa usia 40 tahun adalah usia kematangan akal dan jiwa, sehingga Allah memilih usia ini untuk memulai wahyu — sebagai tanda bahwa risalah ini datang dengan penuh hikmah dan bukan emosi belaka.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma — yang merupakan sepupu Nabi ﷺ dan dikenal sebagai Tarjumanul Qur'an (juru bicara Al-Qur'an) — meriwayatkan banyak hadits tentang sirah Nabi ﷺ. Beliau adalah salah satu sahabat yang paling tekun mencatat dan meriwayatkan hadits, bahkan Imam Al-Bukhari meriwayatkan lebih dari 1.600 hadits dari jalur beliau.

Suatu ketika, Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah memanggil Ibnu Abbas untuk bermusyawarah bersama para sahabat senior. Sebagian sahabat bertanya mengapa Umar mengundang pemuda ini. Umar menjawab: "Dia adalah orang yang paling memahami Kitab Allah di antara kalian." (Disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitabnya).

Hikmahnya: Ilmu tentang sirah Nabi ﷺ dan pemahaman agama tidak tergantung pada usia, tetapi pada kedalaman ilmu dan ketakwaan. Ibnu Abbas yang masih muda telah menjadi rujukan dalam memahami perjalanan hidup Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Kenali sirah Nabi ﷺ — memahami tahapan hidup beliau membantu kita meneladani beliau secara utuh, bukan hanya sebagian.
  2. Bersabar dalam berdakwah — 13 tahun di Mekkah penuh ujian mengajarkan bahwa perubahan besar membutuhkan kesabaran dan waktu.
  3. Hargai proses — Islam dibangun secara bertahap; jangan terburu-buru dalam beramal atau menuntut hasil instan.
  4. Teladani akhlak Nabi ﷺ — pada setiap fase hidupnya, beliau menunjukkan akhlak mulia, baik saat lemah maupun saat kuat.
  5. Rujuk kepada ulama — dalam memahami sirah dan hadits, kembalilah kepada penjelasan para ulama Ahlus Sunnah seperti Ibnu Hajar, An-Nawawi, Ibnu Katsir, dan Ibnul Qayyim.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?