Penjelasan Hadits Bukhari No. 3815 tentang Keutamaan Khadijah dan Maryam sebagai wanita terbaik

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid. Nabi ﷺ menyebut keduanya sebagai sebaik-baik wanita di dunia pada zaman masing-masing. Ini menegaskan kedudukan mulia Khadijah sebagai istri Nabi ﷺ dan teladan bagi wanita beriman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib Al-Anshar, Bab Pernikahan Nabi ﷺ dengan Khadijah dan Keutamaannya (no. 3815), dari jalur Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ، وَخَيْرُ نِسَائِهَا خَدِيجَةُ

Terjemahan: "Sebaik-baik wanita di dunia adalah Maryam, dan sebaik-baik wanita di dunia adalah Khadijah."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan Maryam:

QS. Ali 'Imran [3]: 42

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata: 'Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas seluruh wanita di dunia (pada zamannya).'"

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Khadijah dan Maryam, dan bahwa penyebutan "sebaik-baik wanita" bersifat umum pada zamannya masing-masing. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menegaskan keutamaan Khadijah sebagai salah satu wanita mulia.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan bahwa Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid adalah dua wanita terbaik di dunia pada zamannya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang siapa yang lebih utama di antara keduanya. Sebagian ulama seperti Ibnu Katsir dan Ibnu Taymiyyah menyatakan bahwa Maryam lebih utama secara umum karena disebutkan dalam Al-Qur'an dengan pujian langsung dari Allah, sedangkan Khadijah memiliki keutamaan khusus sebagai istri Nabi ﷺ dan ibu dari anak-anaknya.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa keutamaan Khadijah terletak pada kesetiaannya, dukungannya terhadap dakwah Nabi ﷺ, dan pengorbanannya. Ia adalah wanita pertama yang beriman kepada Nabi ﷺ, dan Nabi ﷺ sangat mencintainya. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah menggantikan Khadijah dengan yang lebih baik, namun tidak ada yang menandingi keutamaan Khadijah.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa Khadijah adalah teladan bagi wanita dalam kesabaran, keimanan, dan pengorbanan. Ia menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam. Sedangkan Maryam adalah teladan dalam kesucian, ketaatan, dan ketawakalan kepada Allah.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Imam Ibnu Katsir dan Ibnu Taymiyyah cenderung mengutamakan Maryam karena keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Namun Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa keutamaan Khadijah juga sangat besar, terutama karena kedudukannya sebagai istri Nabi ﷺ. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa keduanya memiliki keutamaan masing-masing, dan tidak perlu membandingkan secara berlebihan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi ﷺ menyebutkan tentang Khadijah di hadapan Aisyah radhiyallahu 'anha. Aisyah berkata, "Sepertinya tidak ada wanita lain selain Khadijah di dunia ini." Nabi ﷺ menjawab, "Sesungguhnya Khadijah adalah wanita yang beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku, membenarkanku ketika orang lain mendustakanku, dan membantuku dengan hartanya ketika orang lain menahan bantuannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa besar keutamaan Khadijah di mata Nabi ﷺ. Ia adalah wanita yang pertama kali beriman, mendukung dakwah dengan harta dan jiwa, serta menjadi istri yang setia hingga akhir hayatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Hendaknya kita meneladani keimanan, kesetiaan, dan pengorbanan Khadijah serta kesucian dan ketaatan Maryam.
  2. Menghormati dan mencintai para wanita mulia yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits.
  3. Tidak membandingkan keutamaan secara berlebihan, tetapi mengambil pelajaran dari masing-masing.
  4. Menjadikan mereka teladan dalam kesabaran, keimanan, dan pengorbanan untuk agama Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?