Penjelasan Hadits Bukhari No. 3758 tentang Empat sahabat yang dianjurkan belajar Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ secara khusus menunjuk empat sahabat sebagai rujukan dalam mempelajari bacaan Al-Qur'an: Abdullah bin Mas'ud, Salim maula Abu Hudzaifah, Ubay bin Ka'ab, dan Mu'adz bin Jabal. Penunjukan ini bukan berarti mengecilkan sahabat lain, melainkan pengakuan atas keunggulan mereka dalam bacaan, hafalan, dan pemahaman Al-Qur'an. Dari sini kita belajar adab: Al-Qur'an dipelajari melalui guru yang tsiqah (terpercaya), bukan sekadar dari bacaan sendiri.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Muzzammil [73]: 4

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Terjemahan: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan dan jelas)."

QS. Al-Isra' [17]: 106

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

Terjemahan: "Dan Al-Qur'an itu Kami turunkan secara berangsur-angsur agar engkau membacakannya kepada manusia dengan perlahan, dan Kami menurunkannya dengan sebenar-benarnya."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Sahabat Nabi ﷺ, Bab Keutamaan Salim maula Abu Hudzaifah (no. 3758). Sanadnya: Sulaiman bin Harb ← Syu'bah ← Amr bin Murrah ← Ibrahim (an-Nakha'i) ← Masruq ← Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan empat sahabat ini menunjukkan mereka adalah orang yang paling utama dalam hal bacaan dan pengajaran Al-Qur'an pada masa itu.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menegaskan bahwa perintah "istqri'u" bermakna ambillah bacaan Al-Qur'an dari mereka, yakni jadikan mereka guru dalam qira'ah.
  • Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab keutamaan Salim, menunjukkan bahwa beliau memandang Salim sebagai salah satu tokoh utama dalam keutamaan qira'ah.

Penjelasan Rinci

Makna "استقرئوا القرآن" (Istaqri'ul Qur'an):

Kata ini berasal dari akar qara'a dengan pola istaf'ala, yang bermakna "mintalah (seseorang) membacakan" atau "ambillah bacaan dari". Jadi maknanya: jadikanlah empat orang ini sebagai sumber dan guru dalam mempelajari bacaan Al-Qur'an.

Mengapa empat orang ini?

Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan beberapa hikmah:

  1. Mereka dikenal memiliki hafalan yang kuat, bacaan yang fasih, dan pemahaman yang dalam terhadap Al-Qur'an.
  2. Abdullah bin Mas'ud adalah orang yang pertama kali menyebutkan tentang dirinya bahwa ia telah membaca di hadapan Nabi ﷺ lebih dari tujuh puluh surah.
  3. Salim maula Abu Hudzaifah dikenal sebagai imam dalam shalat dan bacaannya sangat baik; Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah berkata tentangnya dengan pujian yang tinggi.
  4. Ubay bin Ka'ab adalah salah satu penulis wahyu dan orang yang paling menguasai Al-Qur'an di antara sahabat.
  5. Mu'adz bin Jabal dikenal sebagai orang yang paling memahami halal-haram.

Apakah ini berarti sahabat lain tidak boleh diambil bacaan darinya?

Tidak. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah penyebutan keutamaan, bukan pembatasan. Sahabat lain seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Zaid bin Tsabit, dan lainnya juga memiliki bacaan yang shahih dan diterima. Namun Nabi ﷺ menyebut empat ini secara khusus karena keunggulan mereka dalam aspek tertentu.

Pelajaran tentang sanad dan guru:

Hadits ini juga mengajarkan pentingnya sanad dalam mempelajari Al-Qur'an. Al-Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang bersambung, dan para ulama seperti Yahya bin Ma'in, Ali bin al-Madini, dan Abu Zur'ah ar-Razi sangat teliti dalam menilai sanad. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan ilmu agama diwarisi melalui jalur yang terpercaya, bukan melalui klaim tanpa dasar.

Perbedaan pendapat tentang urutan:

Dalam hadits ini, Masruq ragu apakah Nabi ﷺ menyebut Ubay bin Ka'ab atau Mu'adz bin Jabal lebih dahulu. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa keraguan ini tidak mengurangi keabsahan hadits, karena yang penting adalah penyebutan keempat nama tersebut. Dalam riwayat lain, urutannya bisa berbeda, dan ini menunjukkan bahwa penyebutan tersebut bukanlah urutan keutamaan yang mutlak.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Salim maula Abu Hudzaifah radhiyallahu 'anhu adalah seorang budak yang dimerdekakan, namun ia menjadi salah satu imam dalam shalat dan guru Al-Qur'an. Ketika Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah, beliau pernah berkata tentang Salim: "Seandainya Salim masih hidup, aku akan mengangkatnya sebagai pemimpin." Ini menunjukkan bahwa keutamaan dalam Islam tidak diukur dari status sosial, tetapi dari ilmu, takwa, dan pengabdian kepada Al-Qur'an.

Dalam sebuah riwayat, ketika para sahabat berkumpul untuk mempelajari Al-Qur'an, mereka saling merujuk kepada yang lebih ahli. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah berkata: "Aku telah membaca di hadapan Rasulullah ﷺ tujuh puluh surah, dan para sahabat mengetahui bahwa aku adalah orang yang paling mengetahui tentang Al-Qur'an." Namun, ia tidak sombong, melainkan terus mengajarkan dan belajar.

Hikmahnya: Keutamaan dalam Al-Qur'an adalah kemuliaan yang sejati, dan ia diraih melalui kesungguhan, bukan melalui keturunan atau kekayaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Belajarlah Al-Qur'an dari guru yang terpercaya. Jangan hanya mengandalkan bacaan sendiri tanpa bimbingan, karena bacaan Al-Qur'an adalah ibadah yang memerlukan talaqqi (penerimaan langsung) dari ahli.
  2. Hormati para ahli Al-Qur'an. Para ulama yang menguasai bacaan dan tafsir adalah pewaris Nabi ﷺ dalam hal ini.
  3. Jangan meremehkan seseorang karena status sosialnya. Salim adalah seorang budak yang dimerdekakan, namun Nabi ﷺ menyebutnya sebagai salah satu rujukan utama dalam Al-Qur'an.
  4. Berusahalah menjadi ahli Al-Qur'an. Dengan mempelajari bacaan, hafalan, dan maknanya, kita mengikuti jejak para sahabat yang mulia.
  5. Jaga sanad dan keilmuan. Dalam mempelajari agama, pastikan sumbernya jelas dan terpercaya, sebagaimana para ulama hadits seperti Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya menjaga sanad dengan sangat teliti.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?