Penjelasan Hadits Bukhari No. 3663 tentang Tanda-tanda akhir zaman: binatang berbicara kepada manusia

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang dua kejadian luar biasa di zaman Nabi ﷺ: seekor serigala berbicara kepada penggembala, dan seekor sapi berbicara kepada orang yang menuntunnya. Ini adalah mukjizat dan tanda kekuasaan Allah yang nyata. Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau, Abu Bakar, dan Umar radhiyallahu 'anhu membenarkan kejadian ini, meskipun sebagian orang lain merasa heran. Pelajaran utamanya adalah wajibnya membenarkan semua berita dari Nabi ﷺ, dan keutamaan Abu Bakar serta Umar karena keimanan mereka yang mantap.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Sahabat Nabi ﷺ, Bab Perkataan Nabi ﷺ "Seandainya Aku Mengambil Seorang Kekasih", no. 3663, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dan benar. Berikut poin-poin pentingnya:

  1. Kejadian Pertama: Seorang penggembala sedang menggembalakan dombanya. Seekor serigala menerkam dan mengambil seekor domba. Saat penggembala mengejarnya, serigala itu menoleh dan berkata, "Siapa yang akan menjaganya pada hari binatang buas, hari ketika tidak ada penggembala baginya selain aku?" Ini adalah isyarat tentang hari kiamat atau saat binatang buas berkeliaran.
  2. Kejadian Kedua: Seorang pria sedang menuntun sapi yang membawa beban. Sapi itu menoleh dan berbicara kepadanya, "Sesungguhnya aku tidak diciptakan untuk ini, tetapi aku diciptakan untuk membajak." Ini menunjukkan bahwa sapi tersebut mengingatkan tuannya bahwa fungsinya adalah untuk membajak, bukan membawa beban.
  3. Reaksi Nabi ﷺ: Ketika orang-orang mendengar kisah ini dan merasa heran hingga mengucap "Subhanallah", Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku beriman dengan kejadian ini, dan juga Abu Bakar serta Umar."

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) memuat hadits ini dalam kitabnya yang paling shahih, menunjukkan kekuatan sanad dan keabsahannya.
  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil keutamaan Abu Bakar dan Umar, karena Nabi ﷺ secara khusus menyebutkan keimanan mereka berdua di hadapan para sahabat lainnya.
  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim (hadits serupa juga diriwayatkan Muslim) menegaskan bahwa ini adalah mukjizat nyata yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya, dan tidak ada alasan untuk menolaknya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Mukjizat Nabi ﷺ: Peristiwa berbicaranya serigala dan sapi adalah mukjizat yang Allah perlihatkan untuk menguatkan kenabian Muhammad ﷺ. Ini bukan sekadar cerita, melainkan kejadian nyata yang disaksikan oleh para sahabat. Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Maha Kuasa untuk membuat hewan berbicara, sebagaimana Dia juga berbicara kepada para malaikat dan jin.
  2. Keimanan Abu Bakar dan Umar: Pujian Nabi ﷺ kepada Abu Bakar dan Umar dalam hadits ini menunjukkan bahwa keimanan mereka berdua sangat kuat dan tidak tergoyahkan oleh hal-hal yang tampak asing. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan besar bagi keduanya, karena Nabi ﷺ bersaksi sendiri tentang keimanan mereka di hadapan para sahabat lainnya. Ini juga menjadi bantahan bagi siapa saja yang meragukan keimanan mereka.
  3. Wajib Membenarkan Berita Nabi ﷺ: Hadits ini mengajarkan bahwa seorang mukmin wajib membenarkan semua yang dikabarkan oleh Nabi ﷺ, baik itu masuk akal menurut kebiasaan maupun tidak. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (wafat 1421 H) dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa keheranan manusia terhadap sesuatu tidak menjadikannya mustahil bagi Allah. Kekuasaan Allah tidak terbatas pada kebiasaan yang kita lihat.
  4. Isyarat Hari Kiamat: Perkataan serigala "Siapa yang akan menjaganya pada hari binatang buas" adalah isyarat tentang dahsyatnya hari kiamat, di mana manusia akan sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak ada yang bisa menjaga orang lain. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. 'Abasa [80]: 34-37, yang artinya: "Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." Ini menunjukkan bahwa pada hari itu, setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menyampaikan kisah ini, para sahabat merasa heran dan mengucapkan "Subhanallah" karena takjub. Namun, Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma tidak terkejut, karena keimanan mereka sudah begitu mantap. Mereka tidak perlu melihat bukti tambahan untuk membenarkan sabda Rasulullah ﷺ.

Kisah ini mengajarkan kita tentang keteguhan iman para sahabat utama. Mereka tidak ragu sedikit pun terhadap berita yang datang dari Nabi ﷺ, meskipun berita itu di luar kebiasaan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita untuk selalu mengedepankan taslim (kepasrahan) dan tashdiq (pembenaran) terhadap wahyu, bukan mendahulukan akal yang terbatas.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinilah semua berita dari Nabi ﷺ, baik yang tampak masuk akal maupun yang di luar kebiasaan, karena semuanya adalah wahyu dari Allah.
  2. Teladani keimanan Abu Bakar dan Umar yang mantap dan tidak goyah oleh hal-hal yang asing.
  3. Jangan jadikan akal sebagai hakim atas wahyu, karena akal manusia terbatas, sedangkan kekuasaan Allah tidak terbatas.
  4. Renungkanlah tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, termasuk pada hewan, sebagai bukti kebesaran-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?