Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan keadaan dakwah Islam di awal-awal kenabian, ketika jumlah pemeluk Islam masih sangat sedikit. Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya yang pertama, termasuk Abu Bakar, dalam kondisi lemah dan penuh tantangan. Hadits ini mengajarkan kita tentang keteguhan hati dalam memulai kebaikan, meskipun hanya sedikit yang mendukung, serta keutamaan Abu Bakar yang sejak awal setia menemani Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat dari sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Sahabat Nabi ﷺ, Bab Perkataan Nabi ﷺ: 'Seandainya Aku Mengambil Seorang Kekasih' (no. 3660).
Teks Hadits (Arab berharakat):
حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ أَبِي الطَّيِّبِ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُجَالِدٍ، حَدَّثَنَا بَيَانُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ وَبَرَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ هَمَّامٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَمَّارًا، يَقُولُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ وَمَا مَعَهُ إِلاَّ خَمْسَةُ أَعْبُدٍ وَامْرَأَتَانِ وَأَبُو بَكْرٍ.
Terjemahan:
"Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Abi Thayyib, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Mujalid, telah menceritakan kepada kami Bayan bin Bishr, dari Wabarah bin Abdurrahman, dari Hammam, ia berkata: Aku mendengar Ammar berkata: 'Aku melihat Rasulullah ﷺ dan tidak ada yang bersamanya kecuali lima budak, dua wanita, dan Abu Bakar.'"
Makna ringkas:
Ammar bin Yasir menceritakan bahwa pada masa awal dakwah Islam di Makkah, jumlah orang yang telah masuk Islam sangat sedikit. Mereka hanyalah budak-budak yang lemah, dua orang wanita, dan Abu Bakar. Ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan Nabi ﷺ pada saat itu.
Kaitan dengan ulama:
Hadits ini disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya. Para ulama seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar dan kondisi awal dakwah yang penuh kesulitan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga sering menyebutkan hadits-hadits semacam ini untuk menjelaskan tahapan dakwah Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu bukti sejarah yang sangat berharga tentang fase awal dakwah Islam. Mari kita pahami beberapa poin penting:
- Kondisi Dakwah Awal:
Ammar bin Yasir, yang merupakan salah satu sahabat yang masuk Islam di awal-awal, menyaksikan sendiri betapa sedikitnya jumlah kaum muslimin saat itu. "Lima budak" yang dimaksud adalah budak-budak yang masuk Islam, seperti Bilal bin Rabah, Shuhaib, Khabbab, dan lainnya. "Dua wanita" adalah Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi ﷺ) dan Ummu Aiman (pengasuh Nabi ﷺ). Dan "Abu Bakar" adalah sahabat terdekat yang paling awal beriman.
- Keutamaan Abu Bakar:
Penyebutan Abu Bakar secara khusus dalam hadits ini menunjukkan kedudukannya yang istimewa. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil keutamaan Abu Bakar, karena ia adalah orang yang paling awal masuk Islam dari kalangan laki-laki merdeka dan selalu setia mendampingi Nabi ﷺ dalam setiap keadaan.
- Pelajaran tentang Kesabaran dan Keteguhan:
Hadits ini mengajarkan kita bahwa dakwah kepada kebenaran tidak selalu dimulai dengan jumlah yang besar. Nabi ﷺ memulai dakwahnya dengan sembunyi-sembunyi, dengan jumlah yang sangat sedikit, dan penuh dengan cobaan. Namun, beliau tetap sabar dan teguh. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya sering menekankan bahwa kesabaran adalah kunci keberhasilan dalam menegakkan kebenaran, sebagaimana dicontohkan oleh para nabi dan rasul.
- Makna "Kekasih" (Khalil):
Hadits ini diriwayatkan dalam bab yang berkaitan dengan perkataan Nabi ﷺ tentang "kekasih". Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa beliau tidak mengambil seorang khalil (kekasih) selain Allah, dan jika beliau boleh mengambil seorang khalil, maka itu adalah Abu Bakar. Ini menunjukkan bahwa kecintaan Nabi ﷺ kepada Abu Bakar sangatlah dalam, namun tetap dalam koridor cinta karena Allah, bukan cinta yang menyekutukan Allah.
- Pandangan Ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan hadits ini sebagai bukti sejarah tentang awal mula dakwah Islam di Makkah. Beliau menjelaskan bahwa kondisi ini berlangsung hingga Allah membukakan hati para tokoh Quraisy untuk masuk Islam, seperti Umar bin Khattab dan Hamzah bin Abdul Muthalib.
Story Telling
Ada kisah yang sangat menyentuh tentang keteguhan Ammar bin Yasir, perawi hadits ini. Beliau adalah salah satu dari tujuh orang yang pertama kali masuk Islam. Bersama ayahnya, Yasir, dan ibunya, Sumayyah, mereka disiksa oleh kaum Quraisy dengan sangat kejam di tengah terik matahari Makkah. Mereka dipaksa untuk meninggalkan Islam.
Rasulullah ﷺ melewati mereka yang sedang disiksa dan bersabda dengan penuh kasih sayang: "Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya janji kalian adalah surga." (HR. Al-Hakim, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).
Kesabaran mereka sangat luar biasa. Namun, akhirnya Sumayyah, ibunya Ammar, syahid dengan cara yang tragis. Ia adalah wanita pertama yang mati syahid dalam sejarah Islam. Ayahnya, Yasir, juga ikut syahid. Ammar sendiri disiksa hingga ia terpaksa mengucapkan kalimat kufur, namun hatinya tetap teguh dalam iman. Allah kemudian menurunkan ayat yang membenarkan kondisi Ammar, yaitu firman-Nya:
QS. An-Nahl [16]: 106 (potongan):
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ
"Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa (kafir) padahal hatinya tetap tenang dalam beriman..."
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa perjuangan di jalan Allah membutuhkan pengorbanan yang besar. Namun, Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang sabar. Keteguhan keluarga Yasir menjadi teladan bagi kita semua bahwa iman yang sejati akan diuji, dan ujian itu akan mengangkat derajat kita di sisi Allah.
Kesimpulan Praktis
Dari hadits ini, kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga:
- Jangan Remehkan Awal yang Kecil:
Kebaikan yang dimulai dengan sedikit orang, atau bahkan sendirian, bukanlah hal yang sia-sia. Nabi ﷺ memulai dakwah dengan lima budak, dua wanita, dan Abu Bakar, namun akhirnya Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia.
- Teladani Kesabaran Nabi ﷺ:
Dalam menghadapi tantangan dakwah atau kebaikan, kita harus bersabar dan tidak mudah putus asa. Yakinlah bahwa pertolongan Allah akan datang.
- Cintai Sahabat Nabi ﷺ:
Hadits ini mengajarkan kita untuk mencintai para sahabat, terutama Abu Bakar, karena mereka adalah orang-orang yang berjuang di sisi Nabi ﷺ di saat yang paling sulit.
- Jadilah Pendukung Kebaikan:
Kita bisa menjadi seperti Abu Bakar yang selalu siap mendukung kebenaran, atau seperti budak-budak yang teguh imannya meskipun dalam keadaan lemah dan tertindas.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.