Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3659 tentang Keutamaan Abu Bakar sebagai pengganti Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan kedudukan mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu di sisi Nabi ﷺ. Beliau menunjuk Abu Bakar sebagai pengganti tempat beliau untuk urusan kaum muslimin, yang juga menjadi isyarat bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling utama setelah para nabi. Ini adalah dalil keutamaan Abu Bakar dan bahwa beliau adalah khalifah yang paling berhak memimpin umat setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits yang Anda sebutkan sudah benar dan sesuai dengan lafazh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Sahabat, Bab "Qaulun Nabi ﷺ: Lau Kuntu Mutakhidzan Khalilan" (Bab: Pernyataan Nabi ﷺ "Seandainya Aku Mengambil Seorang Kekasih"), no. 3659.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. At-Taubah [9]: 100)

Ayat ini menunjukkan keutamaan para sahabat secara umum, dan Abu Bakar adalah orang yang paling pertama masuk Islam dari kalangan laki-laki, serta paling utama di antara mereka.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu. Ada seorang wanita yang datang kepada Nabi ﷺ untuk suatu keperluan, lalu beliau menyuruhnya kembali lagi di lain waktu. Wanita itu bertanya dengan bijak, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku datang dan tidak menemukanmu?" — seolah-olah ia ingin bertanya tentang kemungkinan beliau wafat. Maka Nabi ﷺ menjawab, "Jika kamu tidak menemukanku, maka datanglah kepada Abu Bakar."

Makna dan Pelajaran dari Hadits:

  1. Penunjukan Abu Bakar sebagai Pengganti: Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam bab tentang keutamaan sahabat, dan ini menjadi dalil bahwa Nabi ﷺ telah mengisyaratkan kepemimpinan Abu Bakar setelah beliau wafat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa penunjukan Nabi ﷺ terhadap Abu Bakar untuk menggantikan beliau dalam urusan agama (menjadi imam shalat) dan urusan dunia (seperti dalam hadits ini) adalah dalil bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah. Ini juga yang dipahami oleh para sahabat ketika mereka membaiat Abu Bakar di Saqifah Bani Sa'idah.
  2. Keutamaan Abu Bakar: Hadits ini menunjukkan bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling dicintai Nabi ﷺ dan paling utama di antara umat ini. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini termasuk dalil yang menunjukkan keutamaan Abu Bakar yang tidak dimiliki oleh selainnya. Beliau adalah orang yang paling tepat untuk dijadikan tempat kembali umat setelah Rasulullah ﷺ.
  3. Kebijaksanaan Wanita Tersebut: Pertanyaan wanita ini menunjukkan kecerdasan dan kepekaannya. Ia tidak berkata langsung, "Kalau engkau mati?" karena itu kurang sopan, tetapi ia berkata, "Jika aku datang dan tidak menemukanmu." Ini adalah adab bertanya kepada Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa para sahabat dan orang-orang di sekitar beliau sangat menjaga adab dalam berbicara dengan Nabi ﷺ.
  4. Isyarat Kepemimpinan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ telah mempersiapkan umatnya untuk menerima kepemimpinan Abu Bakar setelah beliau. Ini bukan sekadar jawaban untuk satu wanita, tetapi pesan untuk seluruh umat bahwa Abu Bakar adalah orang yang dipercaya untuk memimpin urusan mereka.
  5. Kesempurnaan Agama: Hadits ini juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan teratur. Nabi ﷺ tidak membiarkan umatnya tanpa petunjuk tentang siapa yang harus diikuti setelah beliau wafat. Ini sejalan dengan firman Allah:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Ma'idah [5]: 3)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ sakit menjelang wafatnya, beliau tetap memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam shalat menggantikan beliau. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Nabi ﷺ bersabda, 'Perintahkanlah Abu Bakar untuk memimpin shalat manusia.' Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, jika Abu Bakar berdiri di tempatmu, ia akan menangis dan tidak mampu mendengar suaranya karena suaranya lemah. Maka perintahkanlah Umar.' Beliau bersabda lagi, 'Perintahkanlah Abu Bakar untuk memimpin shalat manusia.' Aku berkata kepada Hafshah, 'Katakanlah kepadanya...' Maka Hafshah pun melakukannya. Nabi ﷺ bersabda, 'Sungguh kalian ini seperti teman-teman Yusuf! Perintahkanlah Abu Bakar untuk memimpin shalat manusia.'" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun ada usulan untuk mengganti dengan Umar, Nabi ﷺ tetap pada pilihannya: Abu Bakar. Ini menegaskan bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling tepat untuk menggantikan beliau, sebagaimana isyarat dalam hadits yang sedang kita bahas. Para sahabat memahami hal ini, sehingga ketika terjadi musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah, mereka sepakat membaiat Abu Bakar sebagai khalifah pertama.

Kesimpulan Praktis

  1. Mencintai para sahabat adalah bagian dari iman. Kita tidak boleh mencela salah seorang dari mereka, terutama Abu Bakar Ash-Shiddiq yang memiliki kedudukan tertinggi di antara umat ini.
  2. Meneladani adab bertanya: Ketika kita ingin bertanya tentang sesuatu yang sensitif, gunakanlah bahasa yang sopan dan bijaksana, sebagaimana wanita dalam hadits ini.
  3. Meyakini kepemimpinan Abu Bakar: Hadits ini menguatkan keyakinan Ahlus Sunnah bahwa Abu Bakar adalah khalifah yang sah dan paling utama setelah Nabi ﷺ.
  4. Menjaga ukhuwah: Kita diperintahkan untuk saling menolong dan menunjukkan jalan kebaikan kepada sesama muslim, sebagaimana Nabi ﷺ menunjukkan jalan kepada wanita tersebut untuk menemui Abu Bakar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.