Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 365 tentang Hukum shalat dengan satu pakaian jika tidak punya dua

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang bolehnya shalat dengan memakai satu pakaian saja, selama pakaian tersebut menutup aurat. Namun, jika seseorang memiliki kemampuan dan kelapangan rezeki, maka dianjurkan untuk memakai pakaian yang lebih lengkap dan layak saat shalat. Ini adalah bentuk syukur atas nikmat Allah dan penghormatan terhadap shalat sebagai ibadah yang agung.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Shalat dalam Pakaian Satu", nomor 365, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 31

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah untuk berhias dan memakai pakaian yang pantas ketika hendak shalat dan memasuki masjid. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan penampilan seorang hamba di hadapan Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Bolehnya Shalat dengan Satu Pakaian

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa shalat dengan satu pakaian hukumnya boleh, selama pakaian tersebut menutup aurat. Ini berdasarkan jawaban Nabi ﷺ ketika ditanya tentang shalat dalam satu pakaian. Beliau tidak melarangnya, tetapi justru mempertanyakan: "Apakah setiap di antara kalian memiliki dua pakaian?" — ini menunjukkan bahwa pada masa itu, banyak sahabat yang hanya memiliki satu pakaian, dan Nabi ﷺ tidak mempersulit mereka.

2. Anjuran Memakai Pakaian yang Layak

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa jawaban Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu — "Ketika Allah memberikan kekayaan kepada kalian, maka pakailah pakaian yang layak saat shalat" — adalah bentuk penerapan dari ayat QS. Al-A'raf [7]: 31. Ini menunjukkan bahwa ketika Allah melapangkan rezeki, seorang muslim dianjurkan untuk memperbagus penampilannya saat shalat sebagai bentuk syukur dan penghormatan.

3. Macam-macam Kombinasi Pakaian Shalat

Umar bin Al-Khattab menyebutkan beberapa kombinasi pakaian yang bisa dipakai shalat:

  • Izar dan Rida' (kain bawah dan kain atas)
  • Izar dan Qamis (kain bawah dan baju)
  • Izar dan Qaba' (kain bawah dan jubah)
  • Sarawil dan Rida' (celana dan kain atas)
  • Sarawil dan Qamis (celana dan baju)
  • Sarawil dan Qaba' (celana dan jubah)
  • Tubban dan Qaba' (celana pendek dan jubah)
  • Tubban dan Qamis (celana pendek dan baju)

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa semua kombinasi ini menunjukkan fleksibilitas syariat dalam hal pakaian shalat. Yang terpenting adalah menutup aurat dengan sempurna.

4. Hikmah di Balik Pertanyaan Nabi ﷺ

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa pertanyaan Nabi ﷺ — "Apakah setiap di antara kalian memiliki dua pakaian?" — adalah bentuk pengajaran bahwa syariat tidak memberatkan. Beliau tidak langsung menjawab "boleh" atau "tidak boleh", tetapi mengajak sahabat untuk merenungkan kondisi mereka sendiri. Ini adalah metode pendidikan yang sangat indah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu pernah shalat dengan satu pakaian yang ia lilitkan di badannya. Dalam riwayat lain, beliau berkata: "Aku pernah shalat bersama Nabi ﷺ dengan satu pakaian yang aku lilitkan di badanku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Namun ketika Allah melapangkan rezeki mereka, mereka pun mulai memakai pakaian yang lebih baik saat shalat. Ini adalah pelajaran tentang keseimbangan antara tidak memberatkan diri dan bersyukur atas nikmat.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat adalah sah — tidak ada dosa bagi yang melakukannya karena kondisi terpaksa atau keterbatasan.
  2. Jika memiliki kelapangan rezeki, dianjurkan memakai pakaian yang layak dan bersih saat shalat — ini adalah bentuk syukur dan penghormatan kepada Allah.
  3. Jangan mempersulit diri sendiri dan jangan pula meremehkan penampilan saat shalat — keduanya adalah sikap yang tidak seimbang.
  4. Yang terpenting dalam shalat adalah kekhusyukan dan menutup aurat — bukan sekadar banyaknya pakaian.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi