Penjelasan Hadits Bukhari No. 3591 tentang Tanda kenabian tentang perang melawan orang bersepatu berbulu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini termasuk tanda-tanda kenabian yang dikabarkan Nabi ﷺ jauh sebelum terjadi: beliau mengabarkan bahwa sebelum Kiamat akan ada peperangan melawan suatu kaum yang memakai alas kaki berbulu (نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ). Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini termasuk mukjizat dan bukti kebenaran kenabian, karena terjadi persis sebagaimana yang beliau kabarkan, yaitu ketika kaum Muslimin berperang melawan bangsa Tartar/Mongol.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab al-Manaqib (Kitab Tanda-Tanda Kenabian), Bab "Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam", no. 3591, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Sufyan bin 'Uyainah (salah satu ulama dalam daftar rujukan) dari Isma'il bin Abi Khalid dari Qais bin Abi Hazim.

Teks hadits (potongan inti):

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ»

Terjemah ringkas: "Menjelang datangnya Kiamat, kalian akan memerangi suatu kaum yang alas kaki mereka berbulu."

Ayat yang berkaitan dengan tanda-tanda Kiamat dan kebenaran berita Nabi ﷺ:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

(QS. An-Najm [53]: 3–4)

Terjemah: "Dan dia (Muhammad) tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Tidak lain itu adalah wahyu yang diwahyukan."

Ayat ini menjadi dasar bahwa kabar-kabar Nabi ﷺ tentang masa depan — termasuk dalam hadits ini — adalah wahyu, bukan ramalan pribadi. Hal ini ditegaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berada dalam bab "Tanda-Tanda Kenabian" (Al-Manaqib), yang oleh Imam al-Bukhari secara khusus dijadikan tempat mengumpulkan riwayat-riwayat yang menunjukkan kebenaran kenabian Nabi ﷺ, termasuk berita-berita beliau tentang peristiwa yang akan datang dan terbukti persis terjadi.

Makna "نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ" (alas kaki mereka berbulu):

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa ini adalah sifat bangsa Tartar (Mongol), yang memang dikenal memakai alas kaki dari kulit berbulu atau sejenisnya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) juga menyebutkan bahwa sifat-sifat ini menggambarkan bangsa Tartar yang muncul dari arah timur dan menimbulkan kerusakan besar.

Makna "الْبَارِزُ" / "أَهْلُ الْبَازَرِ":

Dalam riwayat ini disebutkan kata "al-Bariz" atau "ahlul Bazar". Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini merujuk pada suatu tempat/daerah asal kaum tersebut. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah isyarat tentang asal-usul bangsa Tartar dari wilayah timur.

Kaitan dengan peristiwa sejarah:

Para ulama seperti Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah dan Ibnu Hajar mencatat bahwa berita ini terbukti ketika kaum Muslimin berperang melawan bangsa Tartar (Mongol) pada abad ke-7 H, yang dipimpin oleh Hulagu Khan dan keturunannya. Bangsa Tartar memang dikenal dengan ciri-ciri yang disebutkan Nabi ﷺ, termasuk alas kaki berbulu dan berasal dari wilayah tertentu. Ini menjadi bukti kuat kebenaran kenabian.

Perkataan Abu Hurairah tentang tiga tahun:

Abu Hurairah menyebutkan bahwa ia sangat bersemangat menghafal hadits pada tiga tahun kebersamaannya dengan Nabi ﷺ. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan kesungguhan Abu Hurairah dalam menjaga sunnah, dan menjadi pujian bagi semangatnya dalam meriwayatkan hadits. Ini juga menjadi bantahan bagi yang meragukan riwayat Abu Hurairah, karena beliau sendiri menyatakan kesungguhannya dalam memahami dan menghafal.

Pelajaran aqidah:

Hadits ini menegaskan bahwa mengetahui tanda-tanda Kiamat adalah bagian dari iman kepada hari akhir, dan bahwa berita Nabi ﷺ tentang masa depan adalah bukti kenabian. Ibn Taymiyyah dan Ibn Qayyim sering menekankan bahwa mukjizat dan tanda-tanda kenabian — termasuk kabar tentang masa depan yang terbukti — memperkuat keimanan dan keyakinan bahwa Nabi ﷺ benar-benar utusan Allah.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — yang masuk Islam pada tahun ke-7 H dan menyertai Nabi ﷺ — adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau pernah berkata bahwa beliau membagi waktunya: siang untuk bekerja dan malam untuk menghafal hadits bersama Nabi ﷺ. Dalam hadits ini beliau bersumpah bahwa tiga tahun kebersamaannya dengan Nabi ﷺ adalah masa paling berharga dalam hidupnya untuk memahami sunnah.

Bertahun-tahun kemudian, ketika bangsa Tartar menyerbu dunia Islam dan menimbulkan kerusakan besar — bahkan menjarah Baghdad pada tahun 656 H — para ulama mengingat kembali hadits ini. Mereka menyadari bahwa apa yang dikabarkan Nabi ﷺ puluhan tahun sebelumnya benar-benar terjadi persis. Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah mencatat peristiwa-peristiwa mengerikan dari serangan Tartar ini, dan para ulama menjadikannya sebagai bukti nyata kebenaran kenabian Nabi ﷺ.

Hikmahnya: orang yang beriman kepada berita Nabi ﷺ akan semakin kuat keyakinannya ketika melihat kabar itu terbukti, dan hendaknya ia bersiap dengan amal saleh, bukan hanya menunggu tanda-tanda Kiamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Perkuat iman pada kenabian: Hadits ini adalah bukti nyata bahwa Nabi ﷺ diberi kabar tentang hal-hal gaib yang kemudian terbukti, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan Ibnu Katsir.
  2. Bersiap untuk hari akhir: Tanda-tanda Kiamat mengingatkan kita untuk memperbanyak amal saleh dan taubat, bukan sibuk menebak-nebak kapan Kiamat terjadi.
  3. Hormati sahabat: Semangat Abu Hurairah dalam menghafal sunnah adalah teladan bagi kita untuk mencintai dan mempelajari hadits Nabi ﷺ.
  4. Jauhi ghuluw: Cukup bagi kita meyakini berita Nabi ﷺ sebagaimana adanya, tanpa berlebihan dalam menakwil atau mengaitkannya dengan peristiwa yang tidak jelas dasarnya.
  5. Kembali kepada ulama: Dalam memahami tanda-tanda Kiamat, rujuklah penjelasan ulama Ahlus Sunnah seperti Ibnu Hajar, an-Nawawi, Ibnu Katsir, dan as-Sa'di, bukan ramalan atau tafsir liar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?