Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 3590 tentang Tanda kiamat: perang melawan bangsa non-Arab berwajah merah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu tanda kenabian Nabi Muhammad ﷺ yang memberitakan perkara ghaib yang belum terjadi saat itu, yaitu akan terjadinya peperangan antara umat Islam melawan bangsa Turki (Khudz dan Kirman). Berita ini bukanlah kabar buruk, melainkan kabar gembira bahwa umat Islam akan terus berjaya dan berperang di jalan Allah hingga akhir zaman. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk membenarkan berita-berita ghaib dari Nabi ﷺ dan mengambil pelajaran bahwa Islam akan terus tersebar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan berharakat lengkap. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Manaqib, Bab Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam, no. 3590, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun." (QS. An-Nur [24]: 55)

Penjelasan Ulama tentang Makna "Khudz dan Kirman":

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "Khudz dan Kirman" adalah dua daerah di Persia (Iran sekarang). Mayoritas ulama, termasuk Imam Al-Khathabi dan lainnya, menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah bangsa Turki. Ini diperkuat dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam hadits-hadits lain tentang bangsa Turki.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat ilmiah Nabi ﷺ dalam memberitakan perkara ghaib. Mari kita bedah beberapa poin penting:

1. Makna "Khudz dan Kirman"

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Kitab Manaqib, Syarh hadits ini) menjelaskan bahwa "Khudz" dan "Kirman" adalah dua wilayah di Persia. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa yang dimaksud adalah bangsa Turki, karena sifat-sifat yang disebutkan dalam hadits ini cocok dengan sifat bangsa Turki yang dikenal saat itu. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin juga menjelaskan bahwa hadits ini mengabarkan tentang peperangan melawan bangsa Turki yang akan terjadi.

2. Sifat-sifat yang Disebutkan

  • "Wajah merah": Ini menggambarkan ciri fisik bangsa Turki yang berkulit kemerahan, berbeda dengan bangsa Arab yang cenderung sawo matang.
  • "Hidung datar/pesek": Ciri fisik lain yang membedakan mereka.
  • "Mata kecil": Ini juga ciri khas bangsa Turki/Mongol.
  • "Wajah seperti perisai datar": Imam Al-Khathabi menjelaskan ini menggambarkan wajah yang lebar dan datar.
  • "Sepatu dari rambut": Ini menunjukkan kebiasaan mereka memakai alas kaki dari bulu/rambut hewan, yang merupakan ciri khas bangsa Turki saat itu.

3. Pelajaran dari Hadits Ini

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (saat membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa kabar ini adalah kabar gembira bagi umat Islam, karena menunjukkan bahwa mereka akan terus berperang dan berjaya melawan bangsa-bangsa lain. Ini juga menunjukkan bahwa umat Islam akan tetap ada dan memiliki kekuatan hingga akhir zaman.

4. Kaitan dengan Tanda-Tanda Kenabian

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Bab Tanda-Tanda Kenabian dalam Islam" karena hadits ini adalah bukti nyata bahwa Nabi ﷺ adalah benar-benar utusan Allah. Beliau memberitakan sesuatu yang belum terjadi, dan kemudian terbukti terjadi persis seperti yang beliau kabarkan. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

5. Hikmah di Balik Kabar Ini

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kabar-kabar ghaib seperti ini bertujuan untuk:

  • Menguatkan iman kaum mukminin
  • Menghibur mereka di tengah ujian
  • Menunjukkan bahwa Allah dan Rasul-Nya mengetahui apa yang akan terjadi

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika pasukan Islam pertama kali berhadapan dengan bangsa Turki pada masa kekhalifahan, para sahabat dan tabi'in mengingat hadits ini. Mereka menjadi semakin yakin akan kebenaran sabda Nabi ﷺ.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 3591) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang bangsa Turki:

"لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ، يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ، وَيَنْتَعِلُونَ الشَّعَرَ"

"Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian memerangi suatu kaum yang wajahnya seperti perisai yang dilapisi kulit, mereka memakai pakaian dari rambut dan memakai alas kaki dari rambut."

Ketika Umar bin Abdul Aziz (salah seorang khalifah Bani Umayyah) mendengar kabar tentang bangsa Turki, beliau teringat hadits ini dan semakin yakin bahwa apa yang disabdakan Nabi ﷺ pasti terjadi. Ini menunjukkan bahwa para salaf menjadikan hadits-hadits ini sebagai bahan renungan dan penguat iman, bukan sebagai ajang spekulasi atau ketakutan.

Kesimpulan Praktis

  1. Membenarkan berita ghaib dari Nabi ﷺ - Kita wajib mengimani bahwa apa yang dikabarkan Nabi ﷺ pasti terjadi, karena beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya.
  2. Mengambil pelajaran dari sejarah - Hadits ini menunjukkan bahwa Islam akan terus berjaya dan umatnya akan terus berjuang hingga akhir zaman.
  3. Tidak takut berlebihan - Kabar tentang peperangan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menunjukkan kekuatan Islam dan janji kemenangan dari Allah.
  4. Menjaga semangat jihad - Umat Islam hendaknya tetap memiliki semangat untuk membela agama Allah, baik dengan ilmu, harta, maupun jiwa, sesuai kemampuan masing-masing.
  5. Meyakini kenabian Muhammad ﷺ - Hadits-hadits semacam ini adalah bukti nyata bahwa beliau adalah utusan Allah yang benar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.