Penjelasan Hadits Bukhari No. 359 tentang Larangan shalat dengan pakaian tidak menutupi bahu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini melarang shalat dengan hanya memakai satu helai kain yang tidak menutupi kedua bahu. Nabi ﷺ mengajarkan agar seorang muslim menutup aurat dan berpenampilan pantas dalam shalat, minimal dengan mengikat atau menyampirkan kain di bahu. Tujuannya menjaga kesopanan dan kehormatan ibadah, bukan sekadar sah atau tidaknya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Shalat, Bab: "Jika Shalat dalam Pakaian Satu, Hendaklah Menutupi Bahu" (no. 359), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Imam Malik bin Anas.

Teks hadits:

لَا يُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ، لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ شَيْءٌ

Terjemahan: "Janganlah salah seorang di antara kalian shalat dalam satu pakaian yang tidak menutupi kedua bahunya."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan menutup aurat dan berhias dalam shalat:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

QS. Al-A'raf [7]: 31

Terjemahan: "Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid."

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini sebagai perintah berhias dan menutup aurat ketika shalat, dan hadits Abu Hurairah ini termasuk penerapannya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan adab berpakaian dalam shalat. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan ini bersifat makruh tanzih (tidak sampai haram) menurut jumhur ulama, karena menutup bahu bukan syarat sah shalat, melainkan syarat kesempurnaan dan adab. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan hal serupa: shalat tetap sah bila aurat tertutup, namun menutup bahu lebih utama dan lebih menjaga kehormatan shalat.

Imam Malik bin Anas (perawi hadits ini) berpendapat bahwa menutup bahu adalah sunnah yang ditekankan. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa yang wajib adalah menutup aurat, sedangkan menutup bahu termasuk penyempurna. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa jika seseorang hanya memiliki satu kain, hendaklah ia menyampirkan atau mengikatkannya di bahu agar tidak terkesan telanjang di hadapan Allah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menambahkan bahwa syariat selalu mengajak kepada kebersihan, kesopanan, dan keindahan lahir-batin, terutama saat menghadap Allah dalam shalat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat di masa awal Islam shalat hanya dengan sehelai kain karena keterbatasan. Ketika Nabi ﷺ melihat hal itu, beliau mengarahkan mereka agar kain tersebut diikat atau disampirkan menutupi bahu. Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika kain kami hanya satu?" Beliau menjawab dengan tuntunan agar tetap menutup bahu semampunya. Hikmahnya: keterbatasan bukan alasan meninggalkan adab, tetapi justru mendorong kita berusaha semaksimal mungkin menghormati ibadah.

Kesimpulan Praktis

  • Shalat wajib menutup aurat; menutup bahu adalah penyempurna dan adab yang dianjurkan.
  • Jika hanya punya satu kain, ikat atau sampirkan di bahu semampunya.
  • Jaga kebersihan, kerapian, dan kesopanan saat menghadap Allah.
  • Jangan meremehkan adab berpakaian dalam shalat, karena ia bagian dari kehormatan ibadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?